Telegram Rodja Official

Al-Adabul Mufrad

Pengaduan Tetangga, Barangsiapa yang Menyakiti Tetangganya hingga Dia Pindah, Tetangga Yahudi, Kemuliaan, dan Berbuat Baik kepada Orang yang Baik maupun Jahat – Hadits 124-130 – Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

By  | 

Notice: Undefined variable: PodpressSettings in /home/radiorod/public_html/wp-content/plugins/powerpress/powerpress.php on line 3565

Ceramah oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

Alhamdulillah, dapat terselenggara kembali ceramah agama dari seri kajian kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari, yang sebelumnya telah selesai membahas Hadits 115-123 seputar adab bertetangga. Dan pada Senin malam, 20 Rabi’uts Tsani 1436 / 9 Februari 2015, maka kita melanjutkan pada pembahasan Hadits 124-130, yang meliputi:
1. Bab Pengaduan Tetangga (Bab ke-68),
2. Bab Barangsiapa yang Menyakiti Tetangga hingga Dia Pindah (Bab ke-69),
3. Bab Tetangga Yahudi (Bab ke-70),
4. Bab Kemuliaan (Bab ke-71), dan
5. Bab Berbuat Baik kepada Orang yang Baik maupun Jahat (Bab ke-72).

Mari simak pembahasan yang sebagian besarnya masih seputar adab bertetangga yang tentunya amat penting untuk kita pelajari dan kita amalkan. Yuk download ceramah agama ini sekarang juga.

Program Kajian Kitab Adabul Mufrad - Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. di Radio Rodja

Simak program ini di Radio Rodja dan Rodja TV setiap:Senin malam, 20:00-21:30 WIB

Status program Kajian Kitab Adabul Mufrad: AKTIF

Ringkasan Kajian Kitab Adabul Mufrad

Daftar Isi

Baca Juga:
Anjuran untuk Berwudhu dan Menyempurnakannya dan Seterusnya - Kitab Shahih Targhib wa Tarhib (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Bab ke-68: Bab Pengaduan Tetangga (باب شكاية الجار)

[08:48]

Hadits ke-124: Mengganggu Tetangga

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

قَالَ رَجُلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ لِي جَارًا يُؤْذِينِي ، فَقَالَ : انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مَتَاعَكَ إِلَى الطَّرِيقِ ، فَانْطَلَقَ ، فَأَخْرِجَ مَتَاعَهُ ، فَاجْتَمَعَ النَّاسُ عَلَيْهِ فَقَالُوا : مَا شَأْنُكَ ؟ قَالَ : لِي جَارٌ يُؤْذِينِي ، فَذَكَرْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مَتَاعَكَ إِلَى الطَّرِيقِ ، فَجَعَلُوا يَقُولُونَ : اللَّهُمَّ الْعَنْهُ ، اللَّهُمَّ أَخْزِهِ ، فَبَلَغَهُ ، فَأَتَاهُ فَقَالَ : ارْجِعْ إِلَى مَنْزِلِكَ ، فَوَاللَّهِ لا أُؤْذِيكَ

“Seorang laki berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, aku memiliki tetangga yang suka menyakiti / menggangguku, (apa yang harus aku lakukan)?” Maka berkatalah Rasul, “Pulanglah engkau, keluarkan perabotan rumahmu ke jalan.” Maka lelaki tersebut pun langsung pulang dan mengeluarkan perabotannya, maka orang-orang pun seketika berkumpul kepadanya, mereka berkata, “Ada apa engkau mengeluarkan barang-barangmu?” Orang laki tersebut berkata, “Aku keluarkan barang ini dikarenakan aku memiliki tetangga yang suka menyakitiku, maka aku melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan beliau memerintahkan kepadaku agar aku pulang dan mengeluarkan perabotan rumahku di jalan.” Maka orang-orang yang berkerumun tersebut berkata, “Semoga Allah melaknat dia (menjauhkan dia dari rahmatNya), semoga Allah menghinakan dia.” Maka tetangga yang suka menyakitinya akhirnya mengetahui hal tersebut, maka sang tetangga mendatangi orang yang disakitinya tersebut, “Pulanglah engkau ke rumahmu, demi Allah, aku tidak akan menyakitimu.””

Baca Juga:
Nasihat Imam atau Pemimpin Kepada Kaum Wanita

Bab ke-69: Bab Barangsiapa yang Menyakiti Tetangganya sampai Dia Terpaksa Pindah (باب من آذى جاره حتى يخرج)

[24:04]

Hadits ke-127: Atsar tentang Kebinasaaan bagi yang Mendzalimi dan Menyakiti Tetangga

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

مَا مِنْ رَجُلَيْنِ يَتَصَارَمَانِ فَوْقَ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ ، فَيَهْلِكُ أَحَدُهُمَا ، فَمَاتَا وَهُمَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الْمُصَارَمَةِ ، إِلا هَلَكَا جَمِيعًا ، وَمَا مِنْ جَارٍ يَظْلِمُ جَارَهُ وَيَقْهَرُهُ ، حَتَّى يَحْمِلَهُ ذَلِكَ عَلَى أَنْ يَخْرُجَ مِنْ مَنْزِلِهِ ، إِلا هَلَكَ

“Tidaklah dua orang yang berseteru dengan saudaranya lebih dari 3 hari (yang mereka tidak mau menyapa satu sama lain), lalu salah satunya meninggal dunia, kemudian keduanya meninggal dalam kondisi tetap berseteru, maka kedua-duanya akan hancur (masuk neraka). Tidak ada seorang tetangga yang mendzolimi dan dia menyakiti tetangganya yang perbuatannya tersebut membuat tetangganya pindah / keluar dari rumahnya, kecuali orang itu akan hancur.

Bab ke-70: Bab Tetangga Yahudi (باب جار اليهودي)

[31:15]

Hadits ke-128: Atsar tentang Berbuat Baik kepada Tetangga meski Seorang Yahudi

Dari Mujahid radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

كُنْتُ عِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ، وَغُلامُهُ يَسْلُخُ شَاةً ، فَقَالَ : يَا غُلامُ ، إِذَا فَرَغْتَ فَابْدَأْ بِجَارِنَا الْيَهُودِيِّ ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ : الْيَهُودِيُّ أَصْلَحَكَ اللَّهُ ؟ قَالَ : إِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوصِي بِالْجَارِ ، حَتَّى خَشِينَا أَوْ رُئِينَا أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

Baca Juga:
Redaksi Ucapan Salam - Kitab Fiqhul Akhlaq (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

“Pada suatu hari, aku berada bersama ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma. Ketika itu, budaknya sedang menguliti seekor kambing, maka ‘Abdullah berkata, “Wahai anak, kalau engkau selesai dari menguliti kambing itu, maka mulailah dengan tetangga kita yang Yahudi.” Berkata seorang lelaki dari suatu kaum, “Dimulai dari tetanggamu yang Yahudi? Semoga Allah memperbaikimu!” Lalu ‘Abdullah bin ‘Amr mengatakan, “Aku mendengar Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam terus-menerus memberikan wasiat kepada kita, agar kita berbuat baik kepada tetangga, sehingga kita takut atau kita melihat jangan-jangan tetangga itu mendapatkan warisan.”

Bab ke-71: Bab Kemuliaan (باب الكرم)

[35:19]

Hadits ke-129: Orang yang Paling Baik dalam Islam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّ النَّاسِ أَكْرَمُ ؟ قَالَ : أَكْرَمُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاهُمْ ، قَالُوا : لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ ، قَالَ : فَأَكْرَمُ النَّاسِ يُوسُفُ نَبِيُّ اللَّهِ ابْنُ نَبِيِّ اللَّهِ ابْنِ خَلِيلِ اللَّهِ ، قَالُوا : لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ ، قَالَ : فَعَنْ مَعَادِنِ الْعَرَبِ تَسْأَلُونِي ؟ قَالُوا : نَعَمْ ، قَالَ : فَخِيَارُكُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُكُمْ فِي الإِسْلامِ إِذَا فَقِهُوا

“Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling mulia?” Maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah orang yang bertakwa.” Para sahabat berkata, “Bukanlah ini yang kami tanyakan.” Kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Orang yang paling mulia adalah Nabi Yusuf ‘alaihis salam, (beliau adalah) seorang Nabi Allah, anak Nabi Allah (Ya’qub ‘alaihis salam), anak (cucu) Kekasih Allah (Ibrahim ‘alaihis salam).” Para sahabat berkata, “Bukanlah ini yang kami tanyakan.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Yang kalian tanyakan itu tentang kalangan bangsa Arab?” Mereka berkata, “Iya.” Kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah orang yang paling baik di masa Islam kalau mereka itu berilmu (mengenal Islam).””

Baca Juga:
Bersikap Lemah Lembut dan Tawadhu kepada Orang Lain - Kitab Fiqhul Akhlaq (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Bab ke-72: Bab Berbuat Baik kepada Orang yang Baik maupun Jahat (باب الإحسان إلى البر والفاجر)

[49:36]

Hadits ke-130: Atsar tentang Kebaikan bagi Orang yang Berbuat Kebaikan

Dari Muhammad bin ‘Ali bin Al-Hanafiyyah, (tentang firman Allah):

هَلْ جَزَاءُ الإِحْسَانِ إِلا الإِحْسَانُ ، قَالَ : هِيَ مُسَجَّلَةٌ لِلْبَرِّ وَالْفَاجِرِ ، قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ : قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ : مُسَجَّلَةٌ مُرْسَلَةٌ

“”Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS Ar-Rahman [55]: 60) Dia berkata, “Balasan kebaikan untuk orang berbuatu kebaikan itu adalah mutlak, baik itu untuk orang yang baik maupun untuk orang yang jahat. (Ketika orang itu berbuat baik, Allah akan balas kebaikan dia, dan sebaliknya.) Abu ‘Abdillah berkata, “Berkata Abu ‘Ubaid, “Balasan yang dikirimkan.”””

Simak selalu seri ceramah agama Islam tentang berakhlak mulia kepada tetangga dan pembahasan penting lain seputar akhlak dari kitab Al-Adabul Mufrad.

Download Rekaman Kajian Kitab Adabul Mufrad: Bab Pengaduan Tetangga, Bab Barangsiapa yang Menyakiti Tetangganya hingga Dia Pindah, Bab Tetangga Yahudi, Bab Kemuliaan, dan Bab Berbuat Baik kepada Orang yang Baik maupun Jahat (Hadits 124-130)

Bantu share ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan kebaikan kepada kita yang telah menyebarkan kebaikan ini. Aamiin.

Telegram Rodja Official

1 Comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.