Telegram Rodja Official

Al-Kabaair

Dosa Besar Keempat Puluh Lima hingga Keempat Puluh Tujuh: Mengadu Domba, Meratapi Mayit, dan Mencela Nasab – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  | 

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab Al-Kabair oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman lanjutan kajian kitab Al-Kabair yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, yang disampaikan pada Ahad sore, 25 Rabiul Akhir 1436 / 15 Februari 2015. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh menjelaskan tentang “Dosa Besar Keempat Puluh Tiga dan Keempat Puluh Empat“, dan pada kajian kali ini beliau akan menjelaskan tentang “Dosa Besar Keempat Puluh Lima hingga Keempat Puluh Tujuh (Mengadu Domba, Meratapi Mayit, dan Mencela Nasab)“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Keempat Puluh Lima hingga Keempat Puluh Tujuh

Dosa Besar Keempat Puluh Lima: Mengadu Domba

Mengadu domba merupakan salah satu dosa besar. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ، هَمَّازٍ مَّشَّاء بِنَمِيمٍ

Baca Juga:
Dosa Besar Keempat Puluh Satu: Membenarkan Dukun dan Ahli Nujum - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr)

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah.” (QS Al-Qalam [68]: 10-11)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dosa Besar Keempat Puluh Enam: Meratapi Mayit

Niyahah atau meratap dan menampar muka dalam rangka meratapi mayit merupakan dosa besar yang dilarang di dalam Islam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

اثنان هما بالناس كفر: الطعن في الالنسب، والنياحة على الميت

“Dua perkara yang menyebabkan manusia menjadi kufur: Mencela nasab (garis keturunan) dan meratapi mayit.” (HR Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إن الميت يعذب في قبره بما نيح عليه

“Sesungguhnya seorang mayit akan diadzab di dalam kuburnya karena ratapan yang ditujukkan kepadanya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dosa Besar Keempat Puluh Tujuh: Mencela Nasab

Sangat benar jika perbuatan ini (mencela nasab/garis keturunan) merupakan kekufiran. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اثنان هما بالناس كفر: الطعن في الالنسب، والنياحة على الميت

“Dua perkara yang menyebabkan manusia menjadi kufur: Mencela nasab (garis keturunan) dan meratapi mayit.” (HR Muslim)

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Al-Kabair – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Dosa Besar Keempat Puluh Lima hingga Keempat Puluh Tujuh

Baca Juga:
Ghibah yang Dibolehkan - Bagian ke-2 (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan kita semua.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.