Telegram Rodja Official

Al-Adabul Mufrad

Berbuat Baik kepada Pembantu dan Budak hingga Memaafkan Pembantu dan Budak – Hadits 156-164 – Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

By  | 

Notice: Undefined variable: PodpressSettings in /home/radiorod/public_html/wp-content/plugins/powerpress/powerpress.php on line 3565

Ceramah oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

Kitab Adabul Mufrad yang dibahas di Radio Rodja dan Rodja TV pada Senin malam, 26 Jumadal Ula 1436 / 16 Maret 2015, pukul 20:00-21:30 WIB adalah bab-bab seputar budak, di antaranya:
1. Berbuat Baik kepada Pembantu dan Budak (Bab ke-82),
2. Bab Berbuat Buruk kepada Pembantu dan Budak (Bab ke-83),
3. Bab Menjual Budak Arab Badui (Bab ke-84), dan
4. Bab Memaafkan Pembantu dan Budak (Bab ke-85).
Bab-bab tersebut meliputi dalil dari Hadits 156-164. Ceramah ini disampaikan oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah, yang pada pertemuan sebelumnya telah menyelesaikan pembahasan bab-bab tentang Keutamaan Orang yang Ditinggal Mati oleh Anaknya dan Orang yang Ditinggal Mati oleh Anaknya dalam Kandungan / Keguguran (Hadits 146-155).

Program Kajian Kitab Adabul Mufrad - Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. di Radio Rodja

Simak program ini di Radio Rodja dan Rodja TV setiap:Senin malam, 20:00-21:30 WIB

Status program Kajian Kitab Adabul Mufrad: AKTIF

Ringkasan Kajian Kitab Adabul Mufrad

Daftar Isi

Baca Juga:
Bab Maksiat Termasuk Perkara Jahiliyah hingga Bab tentang Kezaliman - Hadits 30-32 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Bab ke-82: Bab Berbuat Baik kepada Pembantu dan Budak (باب حسن الملكة)

[03:36]

Hadits ke-156: Berbuat Baik kepada Budak (Hadits Dha’if)

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sakit (yang berujung pada wafatnya beliau), Rasul

يَا عَلِيُّ ، ائْتِنِي بِطَبَقٍ أَكْتُبْ فِيهِ مَا لا تَضِلُّ أُمَّتِي بَعْدِي ، فَخَشِيتُ أَنْ يَسْبِقَنِي ، فَقُلْتُ : إِنِّي لأَحْفَظُ مِنْ ذِرَاعَيِ الصَّحِيفَةِ ، وَكَانَ رَأْسُهُ بَيْنَ ذِرَاعِي وَعَضُدِي ، يُوصِي بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ، وَقَالَ كَذَاكَ حَتَّى فَاضَتْ نَفْسُهُ ، وَأَمَرَهُ بِشَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، مَنْ شَهِدَ بِهِمَا حُرِّمَ عَلَى النَّارِ

Hadits ke-156: Larangan Memukul Muslimin (Hadits Dha’if)

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

أَجِيبُوا الدَّاعِيَ ، وَلا تَرُدُّوا الْهَدِيَّةَ ، وَلا تَضْرِبُوا الْمُسْلِمِينَ

“Jawablah orang yang mengundang (menghandiri undangan), jangan menolak hadiah, jangan kalian memukul orang-orang Islam.”

Bab ke-83: Bab Berbuat Buruk kepada Pembantu dan Budak (باب سوء المِلكة)

[25:21]

Hadits ke-159: Atsar tentang Orang yang Baik dan Buruk di Antara Manusia

Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia berkata kepada orang-orang:

نَحْنُ أَعْرَفُ بِكُمْ مِنَ الْبَيَاطِرَةِ بِالدَّوَابِّ ، قَدْ عَرَفْنَا خِيَارَكُمْ مِنْ شِرَارِكُمْ . أَمَّا خِيَارُكُمُ : الَّذِي يُرْجَى خَيْرُهُ ، وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ . وَأَمَّا شِرَارُكُمْ : فَالَّذِي لا يُرْجَى خَيْرُهُ ، وَلا يُؤْمَنُ شَرُّهُ ، وَلا يُعْتَقُ مُحَرَّرُهُ

Baca Juga:
Larangan Menghina Orang Tua, Hukuman bagi yang Durhaka kepada Orang Tua, Tangisan Orang Tua, dan Doa Orang Tua - Hadits 27-33 - Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

“Kami lebih mengerti terhadap kalian, daripada dokter hewan terhadap hewan-hewannya. Kami sudah tahu mana orang-orang baik dan mana orang-orang jahat di antara kalian: Orang yang baik di antara kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan manusia merasakan aman dari kejahatannya. Orang yang jahat di antara kalian adalah orang yang tidak diharapkan kebaikannya, manusia merasakan tidak aman dengannya, dan budak yang dibebaskan olehnya seperti tidak dibebaskan (masih memanfaatkan budak tersebut, dst).”

Bab ke-84: Bab Menjual Budak Arab Badui (باب بيع الخادم من الأعراب)

[34:45]

Hadits ke-162: Atsar tentang Menjual Budak yang Jahat

Dari ‘Amrah Al-Anshariyyah rahimahullah:

أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا دَبَّرَتْ أَمَةً لَهَا ، فَاشْتَكَتْ عَائِشَةُ ، فَسَأَلَ بَنُو أَخِيهَا طَبِيبًا مِنَ الزُّطِّ ، فَقَالَ : إِنَّكُمْ تُخْبِرُونِي عَنِ امْرَأَةٍ مَسْحُورَةٍ ، سَحَرَتْهَا أَمَةٌ لَهَا ، فَأُخْبِرَتْ عَائِشَةُ ، قَالَتْ : سَحَرْتِينِي ؟ فَقَالَتْ : نَعَمْ ، فَقَالَتْ : وَلِمَ ؟ لا تَنْجَيْنَ أَبَدًا ، ثُمَّ قَالَتْ : بِيعُوهَا مِنْ شَرِّ الْعَرَبِ مَلَكَةً

“‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menjanjikan bebas untuk budaknya jika dirinya telah meninggal. Kemudian ‘Aisyah sakit setelah melakukan hal itu. Akhirnya, keponakan-keponakannya mencari tabib India. Orang yang (mengaku) tabib mengatakan, “Engkau memberitahuku tentang kondisi seseorang yang kena sihir. Orang yang telah menyihir dia adalah budaknya.” Kemudian ‘Aiysah diberi tahu, (‘Aisyah tidak mempercayainya, sehingga) ‘Aisyah bertanya kepada budaknya, “Engkau menyihirku?” Budak menjawab, “Iya.” ‘Aisyah bertanya, “Kenapa engkau menyihirku? Kau tidak akan selamat selama-lamanya (tidak akan bebas).” ‘Aisyah berkata, “Jual budak ini kepada orang-orang Arab yang terkenal tidak baik perlakuannya kepada budaknya.””

Baca Juga:
Sifat Shalat Nabi - Bagian ke-2: Cara Shalat Nabi Muhammad - Hadits 267-268 - Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

Bab ke-85: Bab Memaafkan Pembantu dan Budak (باب العفو عن الخادم)

[40:51]

Hadits ke-163:

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datamg :

أَقْبَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَهُ غُلامَانِ ، فَوَهَبَ أَحَدُهُمَا لِعَلِيٍّ ، صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ ، وَقَالَ : لا تَضْرِبْهُ ، فَإِنِّي نُهِيتُ عَنْ ضَرْبِ أَهْلِ الصَّلاةِ ، وَإِنِّي رَأَيْتُهُ يُصَلِّي مُنْذُ أَقْبَلْنَا ، وَأَعْطَى أَبَا ذَرٍّ غُلامًا ، وَقَالَ : اسْتَوْصِ بِهِ مَعْرُوفًا ، فَأَعْتَقَهُ ، فَقَالَ : مَا فَعَلَ ؟ قَالَ : أَمَرْتَنِي أَنْ أَسْتَوْصِي بِهِ خَيْرًا ، فَأَعْتَقْتُهُ

“Suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang membawa 2 budak, yang 1 diberikan kepada ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, dan Rasul berpesan kepada ‘Ali, “Jangan engkau pukul budak ini. Aku dilarang untuk memukul orang-orang yang shalat dan aku lihat sejak kita berangkat dia melaksanakan shalat.” Dan lainnya diberikan kepada Abu Dzar dam Nabi berpesan kepada Abu Dzar, “Aku mewasiatkan agar berbuat baik kepada budak ini.” Maka oleh Abu Dzar dibebaskan budak tersebut. Suatu saat, Nabi bertanya, “Apa yang dilakukan budakmu itu?” Abu Dzar menjawab, “Wahai Rasulullah, “Engkau memerintahkan dan berwasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada dia, maka aku membebaskannya.””

Islam mengajarkan akhlak dan adab yang sangat baik walau kepada seorang budak. Apabila Islam saja memerintahkan berbuat baik kepada budak, apalagi kepada pembantu yang jiwanya adalah merdeka? Mari download rekaman ceramah agama Islam dari kitab Adabul Mufrad ini sekarang juga.

Baca Juga:
Keutamaan Ikhlas - Bagian ke-3: Poin 15-16 - dan Ciri-ciri Hamba yang Ikhlas - Bagian ke-1: Poin 1-4 - Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Download Rekaman Kajian Kitab Adabul Mufrad: Bab Berbuat Baik kepada Pembantu dan Budak hingga Bab Memaafkan Pembantu dan Budak (Hadits 156-164)

Bagikan ceramah agama ini, baik file MP3-nya maupun tautan pos ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga setiap Muslimin yang turut mendengarkan dan mempraktekkan ilmu dalam ceramah ini menjadi ladang pahala bagi Anda yang telah menyebarkan kebaikan ini, Aamiin.

Telegram Rodja Official

5 Comments

  1. yogi Sopian

    Kamis, _12 _November _2015 / 12 November 2015 at 08:10

    Afwan,akhy ini kajian adabul mufrad yg ke 023 ko gk ada yah langsung loncat ke 024.
    jazakallah khairan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.