Telegram Rodja Official

Al-Adabul Mufrad

Keutamaan Orang yang Ditinggal Mati oleh Anaknya dan Orang yang Ditinggal Mati oleh Anaknya dalam Kandungan / Keguguran – Hadits 146-155 – Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

By  | 

Ceramah oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

Pembahasan kitab Adabul Mufrad sebelumnya adalah tentang Keutamaan Wanita yang Bersabar Merawat Anaknya dan Dia Tidak Menikah, Mendidik Anak Yatim, serta Keutamaan Orang yang Ditinggal Mati oleh Anaknya, sehingga pada rekaman ceramah agama Islam kali ini akan meneruskan pembahasannya kepada lanjutan Bab Keutamaan Orang yang Ditinggal Mati oleh Anaknya (Bab ke-80), kemudian bab baru yaitu Bab Orang yang Ditinggal Mati oleh Anaknya dalam Kandungan / Keguguran (Bab ke-81), yaitu pembahasan Hadits 146-155. Ceramah ini disampaikan oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah pada Senin malam, 19 Jumadal Ula 1436 / 9 Maret 2015, pukul 20:00-21:30 WIB.

Program Kajian Kitab Adabul Mufrad - Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. di Radio Rodja

Simak program ini di Radio Rodja dan Rodja TV setiap:Senin malam, 20:00-21:30 WIB

Status program Kajian Kitab Adabul Mufrad: AKTIF

Ringkasan Kajian Kitab Adabul Mufrad

Daftar Isi

Baca Juga:
Hadits Shahih tentang Keutamaan Surat-Surat Al-Qur'an (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Bab ke-81: Bab Orang yang Ditinggal Mati oleh Anaknya dalam Kandungan / Keguguran (باب من مات له سقط)

[03:08]

Hadits ke-152: Tentang Ditinggal Mati Anaknya dalam Kandungan (Atsar Dha’if)

Dari Sahl bin Handzaliyyah radhiyallahu ‘anhu dan dia tidak memiliki anak:

لأَنْ يُولَدَ لِي وَلَدٌ سَقْطٌ فَأَحْتَسِبَهُ ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ فِي الإِسْلامِ أَنْ تَكُونَ لِيَ الدُّنْيَا جَمِيعًا وَمَا فِيهَا ، وَكَانَ ابْنُ الْحَنْظَلِيَّةِ مِمَّنْ بَايَعَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ

“Dikaruniainya aku dengan seorang anak yang mati di dalam kandungan (gugur) kemudian aku bersabar menghadapi musibah itu lebih aku cintai daripada aku memiliki dunia dan isinya.” Ibnu Handzaliyyah adalah sahabat yang ikut dalam Bai’atur Ridhwan.

Hadits ke-153: Hakikat Mencintai Harta (Bukan Mencintai Harta Ahli Waris

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَيُّكُمْ مَالُ وَارِثِهِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ ؟ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا مِنَّا مِنْ أَحَدٍ إِلا مَالُهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِ وَارِثِهِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اعْلَمُوا أَنَّهُ لَيْسَ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلا مَالُ وَارِثِهِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ ، مَالُكَ مَا قَدَّمْتَ ، وَمَالُ وَارِثِكَ مَا أَخَّرْتَ

“”Siapa di antara kalian yang harta ahli warisnya lebih dia cintai daripada harta dia sendiri?” Sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, tidak ada di antara kami yang harta ahli warisnya lebih dia cintai daripada harta dia sendiri.” Maka bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ketahuilah oleh kalian, bahwa tidak ada satu pun di antara kalian kecuali dia lebih mencintai harta ahli warisnya daripada harta dia sendiri. Hartamu itu yang sudah kau gunakan, sedangkan harta ahli warismu adalah harta yang kau simpan.””

Baca Juga:
Perbedaan Ahlussunnah Wal Jama'ah dan Jama'ah Takfir (Syaikh 'Ali Hasan Al-Halabi)

Bab ke-80: Bab Keutamaan Orang yang Ditinggal Mati oleh Anaknya (باب فضل من مات له الولد)

[23:28]

Hadits ke-146: Ditinggal Mati oleh Seorang Anak

Dari Muhammad bin Labib, dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ مَاتَ لَهُ ثَلاثَةٌ مِنَ الْوَلَدِ فَاحْتَسَبَهُمْ دَخَلَ الْجَنَّةَ ، قُلْنَا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَاثْنَانِ ؟ قَالَ : وَاثْنَانِ ، قُلْتُ لِجَابِرٍ : وَاللَّهِ ، أَرَى لَوْ قُلْتُمْ وَوَاحِدٌ لَقَالَ ، قَالَ : وَأَنَا أَظُنُّهُ وَاللَّهِ .

“”Barangsiapa yang ditinggal mati oleh 3 dari anaknya, kemudian dia bersabar (tabah), niscaya dia akan masuk surga.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau anak yang mati cuma dua, bukan tiga?” Rasulullah menjawab, “Dua pun sama.”” Berkatalah Mahmun bin Labib kepada Jabir, “Demi Allah, aku mengira kalau kalian bertanya kepada Nabi bagaimana jika yang meninggal seorang anak saja, aku yakin beliau pun mengatakan satu pun akan mengantarkan orang tuanya kepada surga Allah.” Kata Jabir, “Dan aku mengiranya juga demikian, demi Allah.”

Simak selengkapnya pembahasan kitab Al-Adabul Mufrad masih seputar orang yang ditinggal mati oleh anaknya ini, yang sebelumnya telah disinggung beberapa haditsnya.

Download Rekaman Kajian Kitab Adabul Mufrad: Bab Keutamaan Orang yang Ditinggal Mati oleh Anaknya dan Bab Orang yang Ditinggal Mati oleh Anaknya dalam Kandungan / Keguguran (Hadits 146-155)

Baca Juga:
Keutamaan Sifat Malu - Bagian ke-2 - Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Share yuk ceramah agama ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bermanfaat.

Telegram Rodja Official

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.