Masjid Al-Barkah

Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Hal-Hal yang Mubah Bisa Berubah Menjadi Ketaatan karena Niat – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 12:10 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 31 Agustus 2023 pukul 6:09 am

Tautan: https://rodja.id/49w

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman dari pelajaran Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Kamis pagi, 12 Jumadal Akhirah 1436 / 2 April 2015 di Radio Rodja dan RodjaTV. Kajian ini membahas buku “Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami” karya Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf hafidzahullah. Pada pertemuan yang lalu, Ustadz Kurnaedi telah menjelaskan kaidah fiqih yang berbunyi “Tidak Boleh Mendahulukan Orang Lain dalam Masalah Ibadah“, dan pada pertemua kali ini, beliau akan menyampaikan tentang kaidah fiqih yang berbunyi “Hal-Hal yang Mubah Bisa Berubah Menjadi Ketaatan karena Niat“. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Kajian Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Kaidah Fiqih: Hal-Hal yang Mubah Bisa Berubah Menjadi Ketaatan karena Niat

Pada kajian kali ini, Ustadz Kurnaedi akan membahas dan menjelaskan tentang kaidah fiqih yang masih berhubungan dengan permasalah niat. Kaidah itu berbunyi:

الْمُبَاحَاتُ تَسِيْرُ بِالنِّيَّةِ طَاعَتٍ

“Hal-Hal yang Mubah Bisa Berubah Menjadi Ketaatan karena Niat”

Mubah secara bahasa adalah sesuatu yang diizinkan, adapaun secara istilah mubah adalah seruan dari syariat dengan memberikan pilihan antara melakukan perbuatan tersebut atau meninggalkannya tanpa merajihkan atau menguatkan salah satunya, bisa dikerjakan bisa juga ditinggalkan.

Ketaatan secara bahasa adalah ketundukan dan kepatuhan. Sedangkan secara istilah ketaatan adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah Ta’ala dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Makna dari kaidah ini adalah apabila seorang hamba memiliki niat dari apa yang dia perbuat dari hal-hal yang mubah dalam rangka mentaati Allah Ta’ala atau dalam rangka menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan maksiat, maka ia diberi pahala atas perbuatannya tersebut dengan dasar niatnya.

Baca Juga:
Ahlussunnah tidak Menentang Nash dengan Akal dan Hawa Nafsu Mereka - Bagian ke-1 (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Silakan simak kajian selengkapnya yang berkaitan dengan niat di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi ini. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kaidah Fiqih: Hal-Hal yang Mubah Bisa Berubah Menjadi Ketaatan karena Niat

Jangan lupa untuk turut membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang besar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.