Rodja Peduli

Syarh Buluughul Maraam

Sifat Shalat Nabi – Bagian ke-3: Cara Shalat Nabi Muhammad – Hadits 269 – Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 02 Mei 2015 pukul 9:22 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=13318

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Ceramah seri Sifat Shalat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ini diambil dari kitab Bulughul Maram. Pada kesempatan sebelumnya, Ustadz Zainal Abidin telah menyampaikan bahasan Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-2: Cara Shalat Nabi Muhammad – Hadits 267-268), sehingga pada kesempatan yang live pada Rabu malam, 5 Rabi’uts Tsani 1435 / 5 Februari 2014, pukul 20:00-21:30 WIB. Al-Ustadz melanjutkan kepada bahasan “Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-3: Cara Shalat Nabi Muhammad – Hadits 269)“.

[sc:status-syarah-bulughul-maram-ustadz-zainal-abidin-2013]
[sc:ralat-seri-sifat-shalat-nabi-ustadz-zainal]

Ringkasan Ceramah – Kajian Kitab Bulughul Maram: Bab Sifat Shalat Nabi (بَابُ صِفَةِ اَلصَّلَاةِ)

Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-3: Cara Shalat Nabi Muhammad – Hadits 269)

Abu Humaid As-Sa’idi bersama 10 sahabat, ketika itu duduk-duduk dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ada yang mengatakan bersama 6 sahabat. (Para sahabat), mendengarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang tata cara shalat yang benar. Di antara sekian sahabat berkata, “Saya adalah orang yang paling mengerti tentang shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,” dia melanjutkan berkata:

Baca Juga:
Hadits-Hadits Yang Menjelaskan Sifat Istiwa'

رَأَيْتُ اَلنَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَبَّرَ جَعَلَ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ , وَإِذَا رَكَعَ أَمْكَنَ يَدَيْهِ مِنْ رُكْبَتَيْهِ , ثُمَّ هَصَرَ ظَهْرِهِ , فَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ اِسْتَوَى حَتَّى يَعُودَ كُلُّ فَقَارٍ مَكَانَهُ , فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَ يَدَيْهِ غَيْرَ مُفْتَرِشٍ وَلَا قَابِضِهِمَا , وَاسْتَقْبَلَ بِأَطْرَافِ أَصَابِعِ رِجْلَيْهِ اَلْقِبْلَةَ , وَإِذَا جَلَسَ فِي اَلرَّكْعَتَيْنِ جَلَسَ عَلَى رِجْلِهِ اَلْيُسْرَى وَنَصَبَ اَلْيُمْنَى , وَإِذَا جَلَسَ فِي اَلرَّكْعَةِ اَلْأَخِيرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ اَلْيُسْرَى وَنَصَبَ اَلْأُخْرَى , وَقَعَدَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ

“Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika beliau takbir, beliau menjadikan tangannya sejajar dengan pundaknya. Ketika beliau rukuk betul-betul meletakkan kedua (telapak) tangannya pada kedua lututnya, kemudian meluruskan punggungnya. Ketika beliau bangkit mengangkat kepalanya, betul-betul beliau tegak sampai setiap tulang belakang kembali ke tempatnya semula. Ketika beliau sujud, beliau meletakkan kedua tangannya tanpa menidurkan kedua lengannya dan tidak juga menempelkan pada lambungnya (tidak terlalu merenggang dan tidak terlalu merapat), seluruh jari-jari kakinya menghadap ke kiblat. Ketika beliau duduk pada rakaat yang kedua, duduk di atas kaki yang kiri, menegakkan yang kanan (duduk iftirasy. Ketika beliau duduk di rakaat terakhir, beliau sodorkan kaki yang kiri (sampai keluar / muncul di bawah kaki kanan), menegakkan yang lainnya (menegakkan kaki yang kanan), dan duduk di atas tempat duduknya – di atas lantai, bukan kaki kirinya (duduk tawarruk).”

Baca Juga:
Mukmin Yang Paling Baik Imannya - Hadits 1531-1533 - Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah

Simak yuk bahasan mendalam dari Hadits ke-269 ini yang menjelaskan tentang cara shalat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, silakan simak langsung atau unduh rekaman ceramah ini.

Download Kajian Kitab Bulughul Maram: Sifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-3: Cara Shalat Nabi Muhammad – Hadits 269)

Bagikan juga ya tautan ceramah ini ke Facebook, Twitter, dan Google+, semoga bermanfaat bagi kaum Muslimin yang ingin mengetahui lebih dalam tentang shalat yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.