Renovasi Masjid

Syarh Buluughul Maraam

Hari Raya (TPP: Hari Raya Bukan Islam: Perayaan Natal dan Tahun Baru) – Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

By  |  | https://rodja.id/3bu

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Alhamdulillah, kita bisa berjumpa kembali dengan kajian kitab Syarah Bulughul Maram pada Rabu malam, 22 Shafar 1435 / 25 Desember 2013, pukul 20:00-21:30 WIB bersama Ustadz Zainal Abidin di Radio Rodja dan RodjaTV, yang kini dapat Anda download rekaman MP3 kajiannya. Pembahasan adalah seputar hadits tentang Hari Raya yang ada di kitab Bulughul Maram, sebagai momen yang tepat untuk taushiyah / nasihat di akhir tahun Masehi ini.

Termasuk Pembahasan Penting (TPP): Hari Raya Bukan Islam: Perayaan Natal dan Tahun Baru

[sc:status-syarah-bulughul-maram-ustadz-zainal-abidin-2013]

Ringkasan Ceramah – Kajian Kitab Bulughul Maram: Hari Raya Umat Islam

Kita akan mengangkat hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang ada di Bulughul Maram, di mana ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang di Madinah, orang-orang ahli Madinah sedang mengadakan perayaan hari raya (hari rayanya juga dua), Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:

قد أبدلكم الله سبحانه وتعالى بهما خيراً منهما: يوم الفطر والأضحى

“Sungguh Allah telah menggantikan untuk kalian yang lebih baik dari keduanya: Idul Fitri dan Idul Adha.” (H.R. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)

Ini memiliki asbabul wurudh, di mana orang-orang Anshar sedang merayakan hari raya Jahiliyah dia, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tegur, bahwa kita (umat Islam) tidak punya hari raya kecuali dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha

Bahkan, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan saat Abu Bakar menegur di rumah Rasulullah, nyanyian yang dinyanyikan oleh dua buda perempuan yang diiringi oleh dua rebana, maka Abu Bakar marah, dengan mengatakan:

أمزمار الشيطان في بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟

“Apakah seruling setan ada di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”

Rasulullah bersabda:

دعهما يا أبا بكر فإنه يوم عيد

“Biarkan, Abu Bakar, karena ini sedang hari raya kita.”

Dengan demikian, siapa saja yang memasukkan hari raya selain ini, maka termasuk perkara-perkara baru yang diada-adakan di dalam Islam dan masuk ke dalam konteks:

من تشبه بقوم فهو منهم

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk mereka.

Dan ini sudah diprediksi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَتَتَّبِعُنَّ سُنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، شِبْرًا بِشِبْرٍ ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوهُ

Kalian akan mengikuti sanan (yaitu bisa termasuk: ajaran, tradisi, sistem, budaya, dan kebiasaan) orang-orang sebelum kalian (Yahudi dan Nasrani), sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, kalau seandainya mereka masuk ke liang hewan seperti biawak, maka kalian juga akan masuk.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Artinya, tradisi / kebiasaan semustahil apa pun menurut pandangan agama kita, maka ditiru juga oleh umat ini.

Simak penjelasan lebih lanjut dengan mendownload rekaman ceramah agama Islam ini atau dengarkan langsung via player.

Download Kajian Kitab Bulughul Maram: Hari Raya

Silakan untuk dibagikan file MP3 hasil downloadnya atau share pula tautan ini ke Facebook, Twitter, Google+, dan email, khususnya melalui panel yang telah disediakan di bawah ini. Jazakumullahu khoiron.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses