Masjid Al-Barkah

At-Tafsiir Al-Muyassar

Tafsir Surat Adh-Dhuha (Bagian ke-2) dan Surat Al-Lail (Bagian ke-1) – Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 02 Maret 2017 pukul 8:28 am

Tautan: http://rodja.id/z0

Ceramah agama Islam tentang tafsir Al-Qur’an Al-Karim oleh: Al-Ustadz Badrusalam, Lc.

Kajian Tafsir Juz ‘Amma pada kesempatan yang lalu telah menyelesaikan Tafsir Surat Al-Insyirah (Bagian ke-2) dan Surat Adh-Dhuha (Bagian ke-1). Kemudian pada kesempatan ceramah yang live Selasa ba’da Maghrib, 17 Rajab 1436 / 5 Mei 2015, Ustadz Abu Yahya Badrusalam melanjutkan kajian tafsir ini kepada “Tafsir Surat Adh-Dhuha (Bagian ke-2) dan Surat Al-Lail (Bagian ke-1)“. Pada awal Tafsir Surat Adh-Dhuha menjelaskan tentang zuhud terhadap dunia, lalu bagaimana detil kelanjutan pembahasannya? Mari simak dan download ceramah agama ini.

NB: Mohon maaf, pada ceramah ini memang tidak ada sesi tanya-jawab.

Rekaman video: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. – Tafsir Surat Adh-Dhuha (Bagian ke-2) dan Surat Al-Lail (Bagian ke-1) dari Kitab Tafsir Al-Muyassar

[sc:status-tafsir-al-muyassar-ustadz-badrusalam-2013]

Al-Qur’an Al-Karim, Surat Adh-Dhuha (93) dan Surat Al-Lail (92)

Untuk lebih memudahkan dalam mengikuti pelajaran tafsir Al-Quran ini, berikut kami tampilkan Surat Adh-Dhuha dan Surat Al-Lail.

Surat Adh-Dhuha (93): 1-11

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Baca Juga:
Bimbingan Tajwid: Praktik Membaca Al-Qur'an secara Tadwir - Surat Al-Hijr: 91-99 dan Surat An-Nahl: 1-21 (Ustadz Abu Unais Ali Subana)

وَالضُّحَى (١) وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى (٢) مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى (٣) وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَى (٤) وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى (٥) أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيماً فَآوَى (٦) وَوَجَدَكَ ضَالّاً فَهَدَى (٧) وَوَجَدَكَ عَائِلاً فَأَغْنَى (٨) فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ (٩) وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ (١٠) وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (١١)

“Demi waktu matahari sepenggalahan naik,(1) dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),(2) Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.(3) Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).(4) Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karuniaNya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.(5) Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.(6) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.(7) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.(8) Sebab itu, terhadap anak yatim, janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.(9) Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.(10) Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.(11)”

Bahasan Tafsir Surat Al-Lail dimulai dari menit dan detik ke-31:57.

Surat Al-Lail (92): 1-21

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى (١) وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى (٢) وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى (٣) إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى (٤) فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى (٥) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى (٦) …

“Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),(1) dan siang apabila terang benderang,(2) dan penciptaan laki-laki dan perempuan,(3) sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.(4) Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,(5) dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),(6) …”

Baca Juga:
Khutbah Jumat Tentang Amalan Bulan Dzulhijjah

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Tafsir Surat Adh-Dhuha (Bagian ke-2) dan Surat Al-Lail (Bagian ke-1)

Tafsir Surat Adh-Dhuha

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَى (الضحى: ٤)

“Dan sungguh akhirat itu lebih baik buat kamu daripada kehidupan dunia.”

Ini penafsiran kebanyakan ahli tafsir. Sebagian ulama menafsirkan, artinya: “Yang terakhir itu lebih baik daripada yang di awal.” Maksudnya, keadaaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di saat pertama berdakwah menghadapi berbagai macam kesulitan, kemudian di akhir hidup beliau diberikan oleh Allah kemenangan. Namun yang masyhur adalah penafsiran yang pertama.

Kata Imam Ibnu Katsir:

والدار الآخرة خير لك من هذه الدار

“Negeri akhirat itu lebih baik buat kamu daripada negeri ini (dunia).”

ولهذا كان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – أزهد الناس في الدنيا ،

“Oleh karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling zuhud dalam kehidupan dunia ini.”

وأعظمهم لها إطراحا ، كما هو معلوم [ بالضرورة ] من سيرته .

“Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang paling membuang dunia, sebagaimana kita ketahui dalam perjalanan hidup beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Simak yuk pembahasan dari Tafsir Surat Adh-Dhuha, yang kemudian dilanjutkan kepada Tafsir Surat Al-Lail ini.

Download Kajian Tafsir Al-Qur’an: Tafsir Surat Adh-Dhuha (Bagian ke-2) dan Surat Al-Lail (Bagian ke-1)

Baca Juga:
Sifat Wara' Menyelamatkan Akhirat Hamba

Mari memperbanyak amal kebaikan dengan men-share kajian tafsir Al-Quran ini ke Facebook, Twitter, dan Google+.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.