Rodja Peduli

Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Keyakinan Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan – Bagian ke-2 – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 12:10 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Juni 2015 pukul 12:50 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=14153

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman dari pelajaran Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Kamis pagi, 17 Syaban 1436 / 4 Juni 2015 di Radio Rodja dan RodjaTV. Kajian ini membahas buku “Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami” karya Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf hafidzahullah. Pada pertemuan yang lalu, Ustadz Kurnaedi telah menjelaskan kaidah fiqih yang berbunyi “Keyakinan Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan (Bagian ke-1)“, dan pada pertemua kali ini, beliau akan menyampaikan tentang kaidah fiqih yang berbunyi “Keyakinan Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan (Bagian ke-2)“. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Kajian Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Kaidah Fiqih: Keyakinan Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan (Bagian ke-2)

Penerapan Kaidah

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa kaidah ini mencakup hampir semua permasalahan syar’i, maka mencakup di sini disebutkan sebagiannya saja sebagai contoh:

1. Apabila ada seseorang yang yakin bahwa dia telah berwudhu, lalu ragu-ragu apakah dia sudah batal ataukah belum, maka dia tidak wajib berwudhu lagi. Karena yang yakin adalah sudah berwudhu, sedang batalnya masih diragukan.

Baca Juga:
2 Faktor Kemenangan Kaum Muslimin - Bagian ke-1 (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

2. Dan begitu pula sebaliknya, apabila orang yakin bahwa dia telah batal wudhunya, namun dia ragu-ragu apakah dia sudah wudhu kembali ataukah belum? Maka dia wajib wudhu lagi karena yang yakin sekarang adalah batalnya wudhu.

3. Barangsiapa yang berjalan di perkampungan lalu kejatuhan air dari rumah seseorang dari lantai dua, yang mana ada kemungkinan bahwa itu adalah air najis, maka dia tidak wajib mencucinya karena pada dasarnya air itu suci. Dan asal hukum ini tidak bisa dihilangkan hanya dengan sebuah keraguan. Kecuali kalau didapati sebuah tanda-tanda kuat bahwa air itu adalah air najis, misalkan bau pesing dan lainnya.

4. Barangsiapa yang telah sah nikahnya, lalu dia ragu-ragu apakah sudah terjadi talak ataukah belum, maka nikahnya tetap sah dan tidak perlu digubris terjadinya talak yang masih diragukan.

Silakan simak kajian selengkapnya yang berkaitan dengan kaidah “اليَقِيْنُ لَا يَزُوْلُ بِالشَّكِّ” di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi ini. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kaidah Fiqih: Keyakinan Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan (Bagian ke-2)

Jangan lupa untuk turut membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang besar.

Baca Juga:
Sebab Terbesar Terjadinya Perpecahan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.