Telegram Rodja Official

Ibadah Dibangun di Atas Syari’at – Bagian ke-3 – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 12:00 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 02 Muharram 1437 / 15 Oktober 2015 pukul 11:19 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=16491

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman dari pelajaran Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Kamis pagi, 2 Al-Muharram 1437 / 15 Oktober 2015 di Radio Rodja dan RodjaTV. Kajian ini membahas buku “Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami” karya Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf hafidzahullah. Pada pertemuan yang lalu, Ustadz Kurnaedi telah menjelaskan kaidah fiqih yang berbunyi “Ibadah Dibangun di Atas Syari’at (Bagian ke-2)“, dan pada pertemua kali ini, beliau akan menyampaikan tentang kaidah fiqih yang berbunyi “Ibadah Dibangun di Atas Syari’at (Bagian ke-3)“. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Kajian Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Ibadah Dibangun di Atas Syari’at (Bagian ke-3)

Pada kajian kali ini, Ustadz Kurnaedi akan membahas contoh penerapan dari kaidah yang agung yang berbunyi:

Baca Juga:  Menggabungkan Beberapa Niat Dalam Satu Ibadah - Ushul Fiqih

الْعِبَادَاتُ مَوْقُوْفَةٌ عَلَى الشَّرْعِ

“Ibadah-ibadah itu dibangun atau ditegakkan di atas syariat.”

Contoh Penerapan Kaidah
Di antara contoh penerapan kaidah ini adalah dalam masalah shalat setelah thawaf, Syaikh Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa:

“Jika ada seseorang melakukan shalat sunnah setelah thawaf sebanyak empat rakaat atau dia ingin memanjangkan dua rakaat shalat di belakang maqam setelah thawaf, maka dia telah melakukan kesalahan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah meringankan dua rakaat tersebut, dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya melakukan dua rakaat.”

Dalam kasus tersebut mungkin kita menganggap perbuatan itu bagus, namun tetap saja harus ditimbang dengan syariat. Apakah perbuatan itu sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau tidak.

Baca Juga:  Kaidah Fiqih: Orang yang Tidak Mengetahui Maksud dari Lawan Akadnya, maka Akadnya Tidak Rusak dari Sisi Dia - Bait 81-82 (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Silakan simak kajian selengkapnya yang berkaitan dengan kaidah “الْعِبَادَاتُ مَوْقُوْفَةٌ عَلَى الشَّرْعِ” dan contoh penerapannya di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi ini. Semoga bermanfaat.

Download Kajian: Contoh Penerapan Kaidah “Ibadah itu Ditegakkan di Atas Syariat (Bagian ke-3)”

Jangan lupa untuk turut membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang besar.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.