Telegram Rodja Official

Tabshiiratul Anaam bil Huquuqi fil Islaam

Hak-Hak Orang yang Zalim dan yang Dizalimi – Bagian ke-2 – Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 8:30 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 14 Februari 2020 pukul 6:18 pm

Tautan: http://rodja.id/t7

Kajian Islam oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab “Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam” atau “Hak-Hak di Dalam Islam” karya Syaikh Shalih bin Thaha Abdul Wahid hafidzahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi, Lc.. Kajian ini di sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek Studio Radio Rodja dan RodjaTV, pada Senin, 7 Al-Muharram 1437 / 19 Oktober 2015. Pada kajian sebelumnya beliau menyampaikan kajian dengan judul “Hak-Hak Orang yang Zalim dan yang Dizalimi (Bagian ke-1)“, dan kali ini beliau melanjutkan kepada pembahasan “Hak-Hak Orang yang Zalim dan yang Dizalimi (Bagian ke-2)“. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Kajian Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam: Hak-Hak Orang yang Zalim dan yang Dizalimi (Bagian ke-2)

Di dalam hadits yang shahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabat:

أَتَدْرُونَ مَنْ الْمُفْلِسُ؟ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ

“Tahukah kalian, apa yang dimaksud dengan orang yang bangkrut itu? Maka para sahabat menjawab: “Wahai Rasulullah, Orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki dinar (uang) dan harta benda”.

Baca Juga:
Keluarnya Daabbah

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاةٍ وَزَكَاةٍ وَصِيَامٍ، قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُقْضَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Orang yang bangkrut itu adalah orang yang datang pada hari kiamat kelak dari kalangan umatku dengan membawa amalan shalat, puasa, dan zakat.” Akan tetapi sayangnya dia pernah mencela seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpahkan darah seseorang, dan memukul seseorang. Maka orang-orang yang pernah dizalimi tersebut diberikan kebaikan-kebaikan yang dia miliki. Apabila kebaikan-kebaikan itu habis sedang perkaranya belum selesai, maka diambillah keburukan-keburukkan orang-orang yang pernah dizalimi, kemudian diberikan kepadanya, dan ia pun dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim)

Simak penjelasan rinci mengenai “Hak-Hak Orang yang Zalim dan yang Dizalimi (Bagian ke-2)” ini, dengan mendownload kajian ini atau mendengarkannya langsung melalui player yang sudah kami sediakan. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam: “Hak-Hak Orang yang Zalim dan yang Dizalimi (Bagian ke-2)”

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:
Dosa Besar Keempat Puluh Delapan dan Keempat Puluh Sembilan: Berbuat Zalim, Melampaui Batas, hingga Memberontak dan Mengkafirkan Orang Lain Dikarenakan Melakukan Dosa Besar - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

53 − 45 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.