Telegram Rodja Official

Tematik

Cara Beragama yang Benar dengan Mengikuti Pemahaman Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bandung 1438 / 2017 (Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat)

By  |  pukul 12:10 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 10 April 2017 pukul 4:32 pm

Tautan: http://rodja.id/159

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat

Silakan download rekaman tabligh akbar Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat yang disampaikan pada Ahad, 6 Jumadats Tsaniyah 1438 / 5 Maret 2017, pukul 09:00-11:30 WIB di Masjid Al-Ukhuwah, Jl. Wastukencana no. 27, Bandung yang mengangkat tema tentang “Cara Beragama yang Benar dengan Mengikuti Pemahaman Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum“.

Rekaman video: Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat – Cara Beragama yang Benar dengan Mengikuti Pemahaman Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bandung 1438 / 2017

Ringkasan Ceramah Agama: Cara Beragama yang Benar dengan Mengikuti Pemahaman Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum

Ketika Khawarij membawakan ayat Al-Qur’an kepada ‘Ali bin Abi Thalib, Amirul Mukminin radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, salah seorang dari Khalifatur Rasyid, bahwa tidak ada hukum kecuali kepunyaan Allah.

… إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّـهِ ۚ … ﴿يوسف : ٤٠﴾

(QS Yusuf [12]: 40)

… وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّـهُ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ ﴿المائدة : ٤٤﴾

“… Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS Al-Ma’idah [5]: 44)

Baca Juga:
Metode Ahli Batil dalam Menyebarkan Dakwahnya - Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

كلمة حق أريد بها باطل

“Kalimat yang haq (benar), tetapi yang engkau maui adalah kebatilan.”
(Maknanya:) “Kalimat yang engkau bawakan dari ayat Al-Qur’an (adalah) haq, tetapi yang bathil adalah pemahamanmu terhadap ayat tersebut.”

Maka tidak setiap orang yang membawakan kalimat yang haq dari Al-Qur’an dan As-Sunnah di atas kebenaran kalau dia salah memahami Al-Qur’an dan Sunnah.

Download Ceramah Agama: Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat – Cara Beragama yang Benar dengan Mengikuti Pemahaman Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum


1 Comment

    Leave a Reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    31 − = 27

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.