Telegram Rodja Official

Al-Ishbah

Ahlussunnah wal Jamaah Menolak Perbuatan Yang Tidak Ada Sunnahnya – Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  | 

Kajian Islam oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab “الإصباح في بيان منهج السلف في التربية والإصلاح” atau biasa disebut dengan “Al-Ishbah fi Bayani Manhajis Salaf fi Tarbiyah wal Ishlah” karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-‘Ubailan hafidzahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. Kitab ini berisi penjelasan tentang kaidah-kaidah Manhaj Salaf dalam tarbiyah dan islah (perbaikan). Kajian ini disampaikan di Radio Rodja dan RodjaTV, pada Kamis pagi, 23 Dzul Hijjah 1438 H / 14 September 2017 M.

Pada kajian kali ini Ustadz Kurnaedi akan menyampaikan pembahasan tentang “Ahlussunnah wal Jamaah Menolak Perbuatan Yang Tidak Ada Sunnahnya“. Semoga bermanfaat.

Download juga kajian sebelumnya: Ahlussunnah wal Jamaah Menolak Kerusakan Mengupayakan Kebaikan

Ringkasan Kajian Kaidah manhaj Salaf dalam Tarbiyah dan Islah: Ahlussunnah wal Jamaah Menolak Perbuatan Yang Tidak Ada Sunnahnya

Hal ini sangatlah penting untuk diperhatikan. Karena murkanya Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kaum terdahulu, diantara penyebabnya adalah hal ini. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hadid ayat ke-27:

Baca Juga:
Ini Bukan Ajaran Islam - Bagian ke-1 (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِم بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّـهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ ﴿٢٧﴾

“Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.”(Q.S Al-Hadid[57]: 27)

Ayat di atas menggambarkan perbuatan orang-orang terdahulu yang mengada-adakan perbuatan mereka sendiri dan bukan turun dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rahbaniyyah ini tidak Allah syariatkan untuk mereka, ini hanya perbuatan yang diada-adakan. Dan justru Allah menafikan apa yang mereka lakukan. Sebagaimana Allah menafikan apa yang dilakukan dari bid’ahnya kaum musyrikin. Allah berfirman dalam Al-Maidah ayat-103:

مَا جَعَلَ اللَّـهُ مِن بَحِيرَةٍ وَلَا سَائِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ ۙ وَلَـٰكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّـهِ الْكَذِبَ ۖ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ ﴿١٠٣﴾

Baca Juga:
Kaidah Bid'ah Lebih Berbahaya daripada Maksiat - Bagian ke-1 (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

“Allah sekali-kali tidak pernah mensyari’atkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.”

Dalil-dalil di atas menunjukkan tentang tercelanya perbuatan mengada-ada dalam urusan agama. Artinya, hal ini merupakan larangan untuk berbuat bid’ah. Karena urusan agama diserahkan kepada Allah, Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai Rasul untuk menjelaskan agama-Nya yang wajib diikuti oleh manusia.

Allah tidak mewajibkan bagi umat-Nya kecuali hal yang mendatangkan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan dengan melakukan perkara yang tidak disyariatkan. Allah menggambarkan bagaimana kaum Nabi Isa yang menyimpang, mereka mengada-adakan perbuatan baru yang tidak diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diantara perbuatan baru yang Allah sebutkan adalah rahbaniyyah, yaitu tidak beristri atau tidak bersuami dan terus mengurung diri di Biara. Yang sebenarnya perbuatan ini merupakan perbuatan yang memberatkan mereka sendiri.

Jika dilihat sepintas, apa yang mereka katakan dan kerjakan adalah sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang baik. Tetapi tidak semua yang baik dimata manusia, juga baik menurut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebagaimana ketika tiga orang sahabat yang memandang baik sebuah perbuatan namun hal tersebut justru diingkari oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوْتِ أزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَسْأَلُوْنَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَمَّا أُخْبِرُوْا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوْهَا، وَقَالُوْا: أَيْنَ نَحْنُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ وَقدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. قَالَ أَحَدُهُمْ: أَمَّا أَنَا فَأُصَلِّيْ اللَّيْلَ أَبَداً، وَقَالَ الْآخَرُ: وَأَنَا أَصُوْمُ الدَّهْرَ أَبَداً وَلَا أُفْطِرُ، وَقَالَ الْآخَرُ: وَأَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَداً.

Baca Juga:
Tabligh Akbar: Ilmu Ghaib (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr)

فَجَاءَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ، فَقَالَ: أَنْتُمُ الَّذِيْنَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا ؟ أَمَا وَاللهِ إِنِّيْ لَأَخْشَاكُمْ لِلهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لَكِنِّيْ أَصُوْمُ وَأُفْطِرُ، وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ

Dari Anas Radhiyallahu anhu ia berkata, “Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bertanya tentang ibadah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Lalu setelah mereka diberitahukan (tentang ibadah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ), mereka menganggap ibadah Beliau itu sedikit sekali. Mereka berkata, “Kita ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ! Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diberikan ampunan atas semua dosa-dosanya baik yang telah lewat maupun yang akan datang.” Salah seorang dari mereka mengatakan, “Adapun saya, maka saya akan shalat malam selama-lamanya.” Lalu orang yang lainnya menimpali, “Adapun saya, maka sungguh saya akan puasa terus menerus tanpa berbuka.” Kemudian yang lainnya lagi berkata, “Sedangkan saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan menikah selamanya.”

Kemudian, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi mereka, seraya bersabda, “Benarkah kalian yang telah berkata begini dan begitu? Demi Allâh! Sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allâh dan paling taqwa kepada-Nya di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku juga berbuka (tidak puasa), aku shalat (malam) dan aku juga tidur, dan aku juga menikahi wanita. Maka, barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku.”

Baca Juga:
Agar Semakin Mencintai Allah - Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Download Kajian Kaidah manhaj Salaf dalam Tarbiyah dan Islah: Ahlussunnah wal Jamaah Menolak Perbuatan Yang Tidak Ada Sunnahnya


Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.