Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Riyadhush Shalihin: Bab Doa Apa yang Diucapkan oleh Seseorang saat Singgah di Suatu Tempat, dst – Bab ke-174 hingga ke-179 (Syaikh Prof. Dr ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  | 

Kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Melanjutkan Adab-adab Bepergian yang telah dijelaskan beberapa pertemuan bersama Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr pada seri kajian kitab Riyadhush Shalihin di Radio Rodja dan RodjaTV, dan kali ini adalah siaran yang live pada Ahad, 29 Dzulhijjah 1434 / 3 November 2013, pukul 17:00-18:00 WIB. Silakan untuk mengunduh bagian terakhir dari pembahasan Adab-adab safar ini.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Daftar Isi

Baca Juga:
Seakan-Akan Kamu Melihat Allah - Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Adab-adab Bepergian (Safar)

Bab ke-174: Bab Doa Apa yang Diucapkan oleh Seseorang saat Singgah di Suatu Tempat (باب ما يقول إذا نزل منز ً) [00:17]

عن خولة بنتِ حَكِيمٍ رضي الله عنها، قالت: سَمِعْتُ رسولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ: «مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ». رواه مسلم.

“Dari Khaulah binti Hakim radhiyallahu ‘anha, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang singgah / menginap di suatu tempat, kemudian dia berkata: “أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ” (Aku berlindung dari kalimat-kalimat Allah yang Maha Sempurna dari keburukan apa yang Allah ciptakan), maka ia tidak akan mendapatkan kemudharatan dari apapun sampai dia pergi dari tempat tersebut.””” (H.R. Muslim)

Bab ke-175: Bab Disunnahkan Seorang yang Sedang Bepergian (Safar) Segera Kembali ke Keluarganya Jika Sudah Selesai dari Urusannya (باب استحباب تعجيل المسافر
الرجوع إلى أهله إذا قضى حاجته
) [19:21]

عن أَبي هريرة – رضي الله عنه: أنَّ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ العَذَابِ، يَمْنَعُ أحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرابَهُ وَنَوْمَهُ، فَإذَا قَضَى أحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ مِنْ سَفَرِهِ، فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أهْلِهِ». متفقٌ عَلَيْهِ. «نَهْمَتهُ»: مَقْصُوده

Baca Juga:
Bab Larangan Mencela Angin, Bab Larangan Mencela Ayam Jantan, hingga Bab Larangan Berkata Keji dan Kotor - Bab 323-327 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: Dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Safar (bepergian) adalah salah satu potongan dari adzab, karena safar menghalangi salah seorang dari kalian dari makanan, minuman, dan tidurnya. Jika salah seorang dari kalian telah selesai dari tujuan/kebutuhan bepergiannya (safar), maka hendaknya dia kembali kepada keluarganya.”” (H.R. Bukhari-Muslim)

Bab ke-176: Bab Disunnahkan Seseorang ketika Datang (Pulang) dari Bepergian, Dia Menemui Keluarganya di Rumahnya pada Siang Hari dan Dibenci jika Datang pada Malam Hari (jika Tidak Ada Keperluan) (باب استحباب القدوم على أهله ﻧﻬارًا
وكراهته في الليل لغير حاجة
) [27:57]

عن جابر – رضي الله عنه: أنَّ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «إِذَا أطال أحَدُكُمُ الغَيْبَةَ فَلاَ يَطْرُقَنَّ أهْلَهُ لَيْلًا».
وفي روايةٍ: أنَّ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – نَهَى أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أهْلَهُ لَيْلًا. متفقٌ عَلَيْهِ.

“Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bepergian (safar) lama meninggalkan keluarganya, maka jangan sekali-kali dia masuk (pulang dari safar) ke rumahnya di malam hari.”” (H.R. Bukhari-Muslim)

Bab ke-177: Bab Apa yang Diucapkan oleh Seorang Musafir jika Kembali dari Bepergian (Safar) dan jika Melihat Negeri / Kampungnya (باب ما يقوله إذا رجع وإذا رأى بلدته) [35:01]

وعن أنس – رضي الله عنه – قَالَ: أقْبَلْنَا مَعَ النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – حَتَّى إِذَا كُنَّا بِظَهْرِ الْمَدِينَةِ، قَالَ: «آيِبُونَ، تَائِبُونَ، عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ» فَلَمْ يَزَلْ يَقُولُ ذَلِكَ حَتَّى قَدِمْنَا المَدِينَةَ. رواه مسلم.

Baca Juga:
Bab Keutamaan Majelis Dzikir – Bagian ke-2 - dan Bab Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang - Bagian ke-1 - Bab 247-248 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Kami datang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pulang dari safar, sampai tatkala kami tiba di suatu tempat yang sudah terlihat kota Madinah, maka Nabi berkata: “آيِبُونَ، تَائِبُونَ، عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ” (Kami kembali, kami bertaubat, kami beribadah kepada Allah, dan kami memuji Rabb kami). Rasulullah mengulang-ulangi ucapan tersebut hingga kami sampai di kota Madinah.”” (H.R. Muslim)

Bab ke-178: Bab Disunnahkan Seseorang yang Pulang dari Bepergian (Safar) untuk Pergi ke Masjid di Kampungnya dan Shalat di Masjid Tersebut Dua Raka’at (باب استحباب ابتداء القادم بالمسجد الذي في جواره وصلاته فيه ركعتين) [38:37]

عن كعب بن مالِك – رضي الله عنه: أنَّ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، بَدَأ بِالْمَسْجِدِ فَرَكَعَ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ. متفقٌ عَلَيْهِ.

“Dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kalau pulang dari safar, yang pertama beliau lakukan adalah pergi ke masjid kemudian beliau shalat dua raka’at.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Bab ke-179: Bab Diharamkan Wanita Bepergian (Safar) Sendirian (باب تحريم سفر المرأة وحدها) [42:26]

عن أَبي هريرة – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم: «لاَ يَحِلُّ لامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَومِ الآخِرِ تُسَافِرُ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ عَلَيْهَا». متفقٌ عَلَيْهِ.

Baca Juga:
Serba-serbi Hadits Indah Pilihan - Bagian ke-6 - Besarnya Keberanian Rasulullah dan Bersegeranya Para Sahabat Memenuhi Panggilan Rasulullah dan Seterusnya - Bab 370 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian dengan jarak safar sehari-semalam kecuali bersama mahramnya.”” (H.R. Bukhari-Muslim)

Lebih lanjutnya, silakan download rekaman kajian Syaikh Abdurrazzaq dalam seri kajian kitab Riyadhush Shalihin ini.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab ke- hingga ke-

Bantu sebarkan download kajian ini di Google+, Facebook, dan Twitter. Jazaakallaahu khairan.

Telegram Rodja Official

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.