Renovasi Masjid

Al-Ibaanatu Ash-Shughraa (Al-Ibanah Ash-Shughra)

Sabda Rasul: “Biarkanlah Apa-apa yang Aku Biarkan untuk Kamu” / Sunnah Tarkiyyah, dst – Poin 27-28 – Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

By  |  | https://rodja.id/523

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari, M.A.

Alhamdulillah, pada Selasa pagi, kita dapat simak kembali kajian rutin kitab Al-Ibanah Ash-Shughra bersama Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary. Dan pada file MP3 kajian yang dapat Anda download kali ini adalah yang live pada Selasa pagi, 15 Muharram 1435 / 19 November 2013, pukul 08:00-09:00 WIB, membahas tentang poin lanjutan dari pembahasan pekan sebelumnya, yaitu poin ke-27 dan ke-28, yang diawali dengan pembahasan dari Sabda Rasul: “Biarkanlah Apa-apa yang Aku Biarkan untuk Kamu”, yakni mengenai Sunnah Tarkiyyah. Silakan langsung simak atau download kajiannya.

[sc:status-al-ibanah-ash-shughra-ustadz-abu-ihsan-2013]

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra

Poin 27: Biarkanlah Apa-apa yang Aku Biarkan untuk Kamu (حديث اتركوني ما تركتكم)

Ini adalah suatu kaidah yang sangat agung dalam As-Sunnah. Dan merupakan salah satu jenis Sunnah juga, yaitu as-sunnah tarkiyyah (السنة التركية, “apa-apa yang tidak dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari bentuk-bentuk ibadah, sementara dorongan untuk melakukannya ada dan hambatan / penghalang unuk melakukannya tidak ada, akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melakukannya, maka meninggalkannya adalah sunnah sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meninggalkannya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اتركوني ما تركتكم

“Biarkanlah apa-apa yang aku biarkan untuk kamu.” (H.R. Ibnu Baththah)

Dan hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Imam Bukhari di dalam Shahih-nya, masih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, akan tetapi dengan lafadz:

دعوني ما تركتكم ، إنما أهلك من كان قبلكم سؤالهم واختلافهم على أنبيائهم …

“Tinggalkan / biarkanlah aku apa-apa yang aku biarkan untuk kamu. Sesungguhnya kebinasaan umat-umat sebelum kamu adalah karena pertanyaan dan perselisihan mereka terhadap Nabi-nabi (yaitu ketika mereka dalam bertanya, bertanya tentang hal-hal yang tidak diperlukan, atau bertanya tentang hal-hal yang justru menyusahkan diri mereka.) …”

Demikian juga hadits ini diriwayatkan Imam Muslim dengan lafal:

ذروني ما تركتكم فإنما هلك من كان قبلكم بكثرة سؤالهم …

“Tinggalkanlah aku apa-apa yang aku biarkan untuk kamu. Sesungguhnya kebinasaan umat-umat sebelum kamu adalah karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan mereka kepada Nabi-nabi mereka … ”

(Pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud) yaitu pertanyaan yang tidak perlu dan tidak penting, yang mana masuk dalam kategori علمه لا ينفع وجهله لا يضر, mengilmuinya tidak bermanfaat dan jahil akannya itu tidak memudharatkan.

Poin 28: Dosa yang Paling Besar dari Seorang Muslim yang Bertanya (حديث أعظم المسلمين جرما من سأل عن أمر لم يُحرم)

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أعظم المسلمين جرما من سأل عن أمر لم يُحرم فُحرم من أجل مسألته

“Seorang Muslim yang paling besar dosanya terhadap Muslim yang lain adalah yang bertanya tentang suatu perkara yang belum diharamkan, lalu menjadi haram karena pertanyaannya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Alhamdulillah, penjelasannya lengkap bisa kita download atau dengarkan langsung.

Download Ceramah Agama islam: Kajian Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra: Poin 27-28

Silakan dibagi-bagikan kepada saudara-saudara kita. Dapat gunakan juga Facebook, Twitter, dan Google+ untuk berbagi. Jazakumullahu khoiron.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses