Telegram Rodja Official

Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah

Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits ke-759 hingga ke-765 – TPP: Tanda-tanda Hari Kiamat dan Hakikat Wali Allah (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 7:10 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 04 Oktober 2018 pukul 10:52 am

Tautan: https://rodja.id/228

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Alhamdulillah, dapat kita download kembali rekaman ceramah agama yang disampaikan Ustadz Abu Yahya Badrusalam pada Ahad malam, 5 Shafar 1435 / 8 Desember 2013, ba’da Maghrib hingga Isya’ (pukul 18:00-19:00 WIB) di Masjid Al-Barkah dan disiarkan pula di Radio Rodja dan RodjaTV. Pembahasan pada pertemuan ini dimulai dari pembahasan hadits ke-759 hingga hadits ke-765.

NB: Tidak ada sesi tanya-jawab saat ceramah ini berlangsung.

Termasuk Pembahasan Penting (TPP): Tanda-tanda Hari Kiamat dan Hakikat Wali Allah

[sc:status-silsilah-al-ahadits-ash-shahihah-ustadz-badrusalam-2013]

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Hadits-hadits Shahih dari Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah

Hadits ke-759: Beramal sebelum 6 Perkara dan Penjelasan Tanda-tanda Hari Kiamat

[00:12]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 3-4 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

بادروا بالأعمال ستا : طلوع الشمس من مغربها و الدجال و الدخان و دابة الأرض و خويصة أحدكم و أمر العامة

“Bersegeralah beramal sebelum 6 perkara: (1.) Terbitnya matahari dari arah Barat; (2.) dan dajjal; (3.) dan asap; (4.) dan binatang melata yang muncul dari bumi; (5.) dan kekhususan salah seorang dari kalian; (6.) dan urusan yang bersifat umum.” (H.R. Muslim dan Ahmad)

Hadits ke-760: Hijamah / Bekam

[14:57]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن كان في شيء مما تداوون به خير ففي الحجامة

“Jika ada pada sesuatu dari apa yang kalian obati itu baik, maka itu adanya pada hijamah (berbekam)” (H.R. Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Ahmad)

Hal ini pernah disebutkan pula pada pembahasan sebelumnya, pada hadits ke-753.

Hadits ke-761: Penyakit untuk Umat Islam Hakikatnya Rahmat, tapi Penyakit untuk Orang Kafir Hakikatnya Adzab

[17:31]
Dari Abu ‘Asib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أتاني جبريل بالحمى و الطاعون , فأمسكت الحمى بالمدينة و أرسلت الطاعون إلى الشام و الطاعون شهادة لأمتي و رحمة لهم و رجسا على الكافرين

“Jibril datang kepadaku dengan membawa penyakit al-humma (penyakit panas tinggi) dan ath-tha’un, maka aku tahan penyakit humma di Madinah dan aku kirim penyakit tha’un ke negeri Syam. Maka penyakit tha’un itu sebagai syahid buat umatku dan rahmat untuk mereka, dan kenajisan atas orang-orang kafir.” (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban, Ibnu ‘Asakir, )

Baca Juga:
Mengenal Kitab Shahih Bukhari - Bagian ke-1 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Hadits ke-762: Haramnya Tathayyur (Menganggap Sial dengan Sesuatu) dan Diperbolekannya Tafa’ul (Berharap Kebaikan dari Nama Sesuatu)

[20:58]

كان لا يتطير من شيء وكان إذا بعث عاملا سأل عن اسمه، فإذا أعجبه اسمه فرح به ورؤي بشر ذلك في وجهه وإن كره اسمه رؤي كراهية ذلك في وجهه، وإذا دخل قرية سأل عن اسمها، فإن أعجبه اسمها، فرح بها ورؤي بشر ذلك في وجهه وإن كره اسمها رؤي كراهية ذلك في وجهه

“Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah menganggap sial sesuatu. Dan adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila mengutus seseorang, biasanya Nabi bertanya dulu tentang siapa nama namanya. Kalau ternyata namanya itu membuat Rasulullah kagum, maka Rasulullah gembira dengan nama itu, dan terlihat kegembiraan di wajahnya. Tapi kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak suka pada namanya, terlihat ketidaksukaan Nabi pada wajahnya. Dan apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke sebuah desa, Rasulullah bertanya tentang apa nama desanya. Kalau namanya membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senang, Rasulullah gembira, dan terlihat kegembiraan itu di wajahnya. Dan apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak suka namanya, akan terlihat di wajah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.” (H.R. Abu Dawud, Ibnu Hibban, Tamam, Ahmad, dan Ibnu ‘Asakir)

Hadits ke-763: Dosa Besar Seseorang yang Mengejek Manusia dan Tidak Mau Menisbatkan Diri kepada Bapaknya

[28:43]
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Baca Juga:
Penjelasan tentang Iman dan Islam - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

إن أعظم الناس جرما إنسان شاعر يهجو القبيلة من أسرها و رجل تنفى من أبيه

“Sesungguhnya manusia yang paling berat dosanya adalah seseorang penyair yang mengejek sebuah kabilah seluruhnya dengan syairnya tersebut dan seseorang yang meniadakan penisbatan kepada bapaknya.” (H.R. Al-Bukhari)

Hadits ke-764: Hakikat Makna Wali Allah adalah Mereka yang Beriman dan Beramal Shalih

[31:48]
Dari ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berucap keras, bukan pelan-pelan:

إن آل أبى فلان ليسوا لي بأولياء إنما وليي الله و صالح المؤمنين

Sesungguhnya keluarga Abu Fulan itu bukanlah waliku, sesungguhnya waliku adalah Allah dan kaum mukminin yang shalih.” (H.R. Al-Bukhari)

Dan disebutkan dari jalan lain, ada tambahan:

و لكن لهم رحم أبلها ببلالها

“Tapi aku (Rasulullah) punya hubungan rahim (silaturahmi) dengan mereka, aku ingin membasahi dengan menjalin silaturahmi dengan mereka.”

Hadits ke-765: Hakikat Wali Allah

[38:12]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن أوليائي يوم القيامة المتقون , و إن كان نسب أقرب من نسب , فلا يأتيني الناس بالأعمال و تأتوني بالدنيا تحملونها على رقابكم , فتقولون : يا محمد ! فأقول هكذا و هكذا : لا و أعرض في كلا عطفيه

Sesungguhnya wali-waliku pada hari kiamat hanyalah orang-orang yang bertaqwa saja, walaupun nasab lebih dari nasab (artinya: masih kerabat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka, janganlah orang-orang datang kepadaku membawa amalan, sementara kalian datang kepadaku dengan membawa dunia yang kalian akan bawa di atas pundak-pundak kalian, lalu kalian berkata, “Wahai Muhammad,” lalu aku berkata, “Begini dan begini.” Tidak! Dan ia pun berpaling pada kedua sisinya.” (H.R. Al-Bukhari)

Baca Juga:
Khusus Tanya Jawab

Download Ceramah Agama Islam: Kitab Silsilah Hadits Shahih, Hadits ke-759 hingga ke-765

Silakan untuk dibagi-bagikan MP3 ceramah agama ini kepada saudara-saudara kita. Silakan gunakan menu media sosial yang tersedia untuk berbagi melalui akun Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Jazakumullahu khoiron.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 + = 14

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.