Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Anjuran Shalat Sunnah Witir, Dhuha, Tahiyyatul Masjid, dan Setelah Wudhu – Bab 205-209 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  | 

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Ceramah dari Syaikh Abdurrazzaq bin Abdilmuhsin Al-Abbad Al-Badr pada Ahad sore, 18 Shafar 1435 / 22 Desember 2013, pukul 17:00-18:00 WIB, yaitu kajian penjelasan kitab Riyadhush Shalihin. Melanjutkan pertemuan pada pekan sebelumnya, maka pada pertemuan kali ini membahas 5 bab sekaligus, yaitu tentang “Anjuran Shalat Sunnah Witir, Dhuha, Tahiyyatul Masjid, dan Setelah Wudhu“, yaitu dari bab ke-205 hingga bab ke-209. Silakan download sekarang juga.

Daftar Isi

Baca Juga:
Doa Qunut Witir - Hadits 308 - Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

Program Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin - Syaikh Prof. DR 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-'Abbad Al-Badr di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Ahad sore dan Senin sore, pukul 17:00-17:55 WIB



Status program Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin: SELESAI

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Fadhilah / Keutamaan Amal (كتَاب الفَضَائِل

Bab ke-205: Bab Anjuran untuk Melaksanakan Shalat Witir, Penjelasan Shalat Witir adalah Sunnah yang Ditekankan, dan Kapan Waktu Pelaksanaan Shalat Witir (باب الحث عَلَى صلاة الوتر وبيان أنه سنة مؤكدة وبيان وقته)

[00:17]
‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:

الوِتْرُ لَيْسَ بِحَتْمٍ كَصَلاَةِ المَكْتُوبَةِ، وَلَكِنْ سَنَّ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «إنَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الوِتْرَ، فَأَوْتِرُوا يَا أهْلَ القُرْآنِ».

“Witir itu tidaklah wajib sebagaimana wajibnya shalat fardhu (shalat lima waktu). Akan tetapi, witir itu disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala itu witir (ganjil, yaitu Maha Esa) dan menyukai bilangan-bilangan yang ganjil, maka hendaklah kalian, wahai ahli Al-Qur’an (yang menghafalkan dan mengamalkan Al-Qur’an), melaksanakan shalat witir.”” (H.R. Abu Dawud, Ibnu Majah, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Bab ke-206: Bab Keutamaan Shalat Dhuha, Jumlah Rakaat yang Paling Sedikit, Paling Banyak, atau yang Pertengahan, dan Anjuran untuk Melaksanakan Shalat Dhuha secara Berkesinambungan (باب فضل صلاة الضحى وبيان أقلها وأكثرها وأوسطها، والحث عَلَى المحافظة عَلَيْهَا)

[20:43]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

أوْصَانِي خَلِيلي – صلى الله عليه وسلم – بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَي الضُّحَى، وَأنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أرْقُدَ

Baca Juga:
Dosa Besar Keempat: Meninggalkan Shalat - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr)

“Sesungguhnya kekasihku, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, memberi 3 wasiat kepadaku: 1) Berpuasa 3 hari dalam sebulan; 2) Melaksanakan shalat Dhuha 2 rakaat; 3) Melaksanakan shalat witir sebelum aku tidur.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bab ke-207: Bab Bolehnya Seseorang Melaksanakan Shalat Dhuha sejak Matahari Terbit (di Pagi Hari) sampai Sebelum Matahari di Tengah Langit (Waktu Dzuhur) dan Shalat Dhuha Paling Utama Dilaksanakan saat Matahari Sangat Panas dan Tinggi (باب تجويز صلاة الضحى من ارتفاع الشمس إِلَى زوالها والأفضل أن تُصلَّى عِنْدَ اشتداد الحر وارتفاع الضحى)

[36:08]
Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu:

أنَّهُ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى، فَقَالَ: أمَا لَقَدْ عَلِمُوا أنَّ الصَّلاَةَ في غَيْرِ هذِهِ السَّاعَةِ أفْضَلُ، إنَّ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِيْنَ تَرْمَضُ الفِصَالُ».

“Zaid bin Arqam melihat sekelompok orang yang shalat Dhuha (tetapi tidak di waktu yang paling afdhal), maka Zaid berkata, “Tidakkah mereka ketahui bahwa shalat Dhuha selain di waktu ini adalah lebih afdhal (lebih utama). Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (al-awwabin) yaitu tatkala anak-anak unta kepanasan.””” (H.R. Muslim)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan makna “تَرْمَضُ” adalah “شدة الحر” dan “الصَّغيرُ مِنَ الإبِلِ“, yaitu “tatkala anak-anak unta sudah kepanasan“.

Baca Juga:
Keutamaan Jumat, Wajibnya Shalat Jumat, & Sunnah-sunnah Hari Jumat dan Bab Disunnahkan Sujud Syukur - Bab 210-211 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Bab ke-208: Bab Anjuran untuk Melaksanakan Shalat Tahiyyatul Masjid dan Dibencinya Duduk di Masjid sebelum Melaksanakan Shalat Dua Rakaat di Waktu Kapan pun, Sama Saja Apakah Dia Mengerjakan Shalat Dua Rakaat itu dengan Niat Shalat Tahiyyatul Masjid, Shalat Fardhu, Shalat Sunnah Rawatib, dan Shalat Lainnya (باب الحث عَلَى صلاة تحية المسجد بركعتين وكراهة الجلوس قبل أن يصلي ركعتين في أي وقت دخل وسواء صلَّى ركعتين بنية التَّحِيَّةِ أَوْ صلاة فريضة أَوْ سنة راتبة أَوْ غيرها)

[42:29]
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا دَخَلَ أحَدُكُمُ المَسْجِدَ، فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka janganlah dia duduk sampai dia shalat dua rakaat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

أَتَيْتُ النَّبيَّ – صلى الله عليه وسلم – وَهُوَ في المَسْجِدِ، فَقَالَ: «صَلِّ رَكْعَتَيْنِ».

“Aku datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala Nabi sedang di masjid, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalatlah dua rakaat.“” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bab ke-209: Bab Disunnahkan Melaksanakan Shalat Dua Rakaat setelah Wudhu (باب استحباب ركعتين بعد الوضوء)

[48:08]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

يَا بِلاَلُ، حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الإسْلاَمِ، فَإنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ في الجَنَّةِ» قَالَ: مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أرْجَى عِنْدي مِنْ أَنِّي لَمْ أتَطَهَّرْ طُهُورًا فِي سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّي

Baca Juga:
Tentang Puasa Asyura dan Shalat Tahajud Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam - Hadits 292 - Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Bilal radhiyallahu ‘anhu, “Wahai Bilal, sampaikanlah kepadaku suatu amalan yang paling kau harapkan mendapatkan pahala yang paling besar yang kau lakukan selama kau dalam Islam? Karena aku mendengar suara derapan kedua sandalmu di hadapanku di surga.” Bilal menjelaskan, “Tidak ada aku mengamalkan suatu amalan pun yang paling aku harapkan, selain setiap aku berwudhu, baik di malam hari atau siang hari, kecuali aku shalat dengan wudhu tersebut, shalat sesuai dengan yang Allah catat bagiku.”” (H.R. Bukhari dan Muslim, dan ini lafadz dari Bukhari)

Penjelasan penuh manfaat dari Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdilmuhsin Al-‘Abbad Al-Badr dari kitab Riyadhush Shalihin, silakan download rekaman MP3 ceramah agamanya atau dengarkan langsung via player yang tersedia.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 205-209 – Anjuran Shalat Sunnah Witir, Dhuha, Tahiyyatul Masjid, dan Setelah Wudhu

Silakan download rekaman kajian Riyadhush Shalihin ini, bagikan filenya ke saudara-saudara Anda, dan bagikan pula tautannya ke Facebook, Twitter, Google+, dan email. Jazakumullahu khoiron.

Telegram Rodja Official

7 Comments

  1. Naski

    Senin, 14 Safar 1438 / 14 November 2016 at 11:57

    Assalamualaikum,

    Link mp3 nya not found, apakah ada link lain untuk download? syukron wa jazakumullahu khair

    • Abu Azka

      Senin, 14 Safar 1438 / 14 November 2016 at 12:58

      Afwan lama untuk membalasnya, linknya sudah diperbaiki. Syukron.

  2. syaiful

    Minggu, 14 Dzulhijjah 1436 / 27 September 2015 at 06:46

    Assalamualaikum ustadz,

    Saya mau bertanya bagaimana cara menjamak sholat ketika bepergian diwaktu jumat? Apakah saya boleh sholat jumat kemudian meneruskan dengan jamak sholat ashar setelahnya?

    Wassalamualaikum wr.wb.

    • Radio Rodja

      Selasa, 23 Dzulhijjah 1436 / 06 Oktober 2015 at 08:34

      Wa’aalaikumsalam,
      Mohon maaf, untuk pertanyaan seputar materi silakan Anda tanyakan langsung kepada pemateri ketika kajian berlangsung. Syukran

  3. amalia

    Minggu, 22 Jumadil awal 1435 / 23 Maret 2014 at 23:04

    bagaimana agar kita selalu bisa istiqamah dalam menjalankan sholat sunnah?

    • liefranz

      Minggu, 22 Jumadil awal 1435 / 23 Maret 2014 at 23:05

      bagaimana cara khusuk dalam sholat yang benar?

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.