Renovasi Masjid

Ada Apa dengan Remaja

Membangun Jati Diri Remaja dengan Mengarahkan, Bukan Menyeragamkan

By  |  | https://rodja.id/5lx

Membangun Jati Diri Remaja dengan Mengarahkan, Bukan Menyeragamkan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 16 Syawwal 1446 H / 15 April 2025 M.

Kajian Tentang Membangun Jati Diri Remaja dengan Mengarahkan, Bukan Menyeragamkan

Salah satu langkah penting dalam membangun jati diri remaja adalah memberikan mereka kesempatan untuk menjadi diri sendiri—bukan sekadar menjadi seperti yang diinginkan oleh orang tua. Peran orang tua di sini adalah membantu dan mengarahkan, bukan membentuk mereka menjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan karakter asli mereka.

Karakter negatif perlu dibuang, sementara sisi positif harus dibina dan dibangun. Setiap manusia dilahirkan dengan karakter yang berbeda. Tidak bisa diseragamkan, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Inilah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap para sahabat. Beliau tidak menyeragamkan karakter mereka, tetapi mendorong pada hal-hal yang positif serta menghilangkan sisi negatif yang ada. Akibatnya, masing-masing sahabat menjadi pribadi yang istimewa dengan keunikan masing-masing.

Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu dikenal dengan ketegasannya, lebih tegas dibandingkan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Bukan berarti Abu Bakar tidak tegas, tetapi tidak setegas Umar. Sebaliknya, dalam hal kelembutan, Abu Bakar lebih lembut dan santun dibandingkan Umar.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membiarkan mereka dengan karakter aslinya, namun beliau arahkan kepada hal-hal yang positif dan mencegah sisi negatifnya. Begitulah seharusnya pendekatan terhadap manusia, karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang perlu dilakukan adalah menguatkan sisi baik dan memperbaiki yang buruk.

Manusia bukanlah malaikat yang sempurna, tanpa cela dan kekurangan. Itu adalah hal yang mustahil. Kesalahan besar terjadi ketika seseorang berusaha untuk tampil tanpa cacat dan kelemahan sama sekali. Akibatnya, ia tidak menyadari di mana letak kekurangannya, dan hanya melihat sisi lebihnya saja. Padahal, ini justru merupakan kelemahan besar—ketika seseorang tidak mengenal kekurangan dirinya sendiri.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam senantiasa mengarahkan para sahabat pada kelebihan dan karakter masing-masing, tanpa memaksa mereka menjadi orang lain. Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dengan sifatnya, Umar radhiyallahu ‘anhu dengan karakternya, Utsman radhiyallahu ‘anhu dengan karakternya, dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu juga dengan karakternya. Semua dibiarkan berkembang sesuai karakternya selama berada dalam koridor syariat dan pada jalur yang positif.

Begitulah fitrah manusia. Allah telah menuliskan rezeki mereka bahkan sejak berada dalam kandungan ibunya. Semuanya berbeda, tidak ada yang seragam. Terlebih lagi anak-anak kita. Mereka memiliki kekurangan yang tampak di mata kita, tetapi jangan sampai kekurangan itu menjadi alasan untuk menjatuhkan mereka. Sebaliknya, jangan pula berlebihan dalam menyanjung kelebihan yang mereka miliki.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ

“Tempatkanlah manusia sesuai dengan kedudukannya.” (HR. Abu Dawud)

Hal ini penting agar kita tidak terjatuh dalam sikap berlebihan yang justru tidak baik. Ada orang tua yang terlalu memuji anaknya, tidak terima jika orang lain menunjukkan kekurangannya. Baginya, anaknya sempurna tanpa cela, padahal kenyataannya tidak demikian. Sikap seperti ini dapat menjadi bumerang bagi anak itu sendiri di masa depan.

Berikan mereka ruang untuk menjadi diri sendiri. Jangan memaksakan hal-hal yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Sesuatu yang dipaksakan biasanya tidak bertahan lama.

Begitu pula dengan diri kita. Kita memiliki karakter yang berbeda dengan orang lain. Tidak ada manusia yang benar-benar sama. Bahkan garis tangan kita pun berbeda satu sama lain.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Membangun Jati Diri Remaja dengan Mengarahkan, Bukan Menyeragamkan” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses