Al-Bayan Min Qashashil Qur'an
Wanita Shalihah Perhiasan Terbaik Dunia
Wanita Shalihah Perhiasan Terbaik Dunia adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Bayan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 21 April 2025 M / 22 Syawwal 1446 H.
Kajian sebelumnya: Sabar Menghadapi Ujian, Akhlak Para Nabi
Kajian Tentang Wanita Shalihah Perhiasan Terbaik Dunia
Pelajaran ketiga dari kisah Nabi Ayyub ‘alaihis salam adalah bahwa wanita yang shalihah adalah wanita yang membantu suaminya. Dia siap berdiri bersama suaminya ketika menghadapi ujian dan cobaan. Apabila suami sedang berada dalam keadaan kaya dan senang, banyak wanita yang sanggup bersamanya. Bahkan mungkin meskipun laki-laki itu sudah tua, yang penting baginya adalah kekayaan. Ada fulus, hidup terasa mudah, begitu katanya.
Ada juga wanita yang merasa senang jika suaminya takut padanya. Mereka bangga jika suaminya masuk dalam “kelompok suami takut istri”. Padahal, itu bukan hal yang baik. Yang benar adalah suami takut kepada Allah, bukan takut kepada istri.
Jika seorang suami hanya takut kepada istri di hadapannya, mungkin iya, tapi di belakang? Belum tentu. Namun, bila seorang suami takut kepada Allah, maka baik di hadapan istri maupun di belakang istri, dia tetap takut kepada Allah.
Sayangnya, masih banyak istri yang bangga jika suaminya takut padanya. Cukup dengan melirik saja, suaminya sudah tidak berkutik.
Padahal, wanita yang shalihah adalah wanita yang membantu suaminya, yang bisa membahagiakan suaminya, terlebih saat sang suami sedang menghadapi ujian dan musibah. Ia tetap berada di sisinya, tidak lari atau meninggalkan.
Inilah wanita yang shalihah. Allah Ta’ala berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang Sesungguhnya dalam hal tersebut terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rūm [30]: 21)
Allah menjadikan pasangan suami istri agar hidup terasa nyaman, tenteram, penuh cinta dan kasih sayang. Ini merupakan rahmat dari Allah yang harus disyukuri. Bagi yang sudah menikah, tentu bisa merasakannya—kenyamanan dan ketenteraman itu.
Lalu bagaimana dengan yang belum menikah? Segeralah menikah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ
“Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang sudah mampu menikah, maka hendaklah ia menikah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jangan menunda-nunda, karena fitnah di zaman sekarang sangat banyak. Jika seseorang sudah mampu menikah tetapi tidak juga menikah, menurut ‘Umar bin Khattab, ia berada dalam salah satu dari dua keadaan: bisa jadi dia banyak melakukan maksiat, atau ada penyakit dalam dirinya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia itu perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)
Lihat juga: Tiga Harta Simpanan Yang Paling Utama
Wanita shalihah memiliki sifat-sifat yang dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
خَيْرُ النِّسَاءِ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلاَ تُخَالِفُهُ فِيْ نَفْسِهَا وَلاَ مَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ.
“Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan suami apabila ia melihatnya, mentaati apabila suami menyuruhnya, dan tidak menyelisihi atas diri dan hartanya dengan apa yang tidak disukai suaminya.” (HR. An-Nasa’i, Al-Hakim dan Ahmad)
Wanita shalihah adalah yang pandai berhias, namun hanya untuk suaminya. Ketika suaminya pulang kerja dalam keadaan lelah dan penat, lalu mengetuk pintu dan disambut dengan senyum—masya Allah, rasa penat itu bisa hilang seketika.
Dandanan seorang istri tidak perlu berlebihan seperti hendak tampil di panggung. Cukup sederhana, wangi, dan menyenangkan hati suaminya. Sayangnya, sebagian wanita hanya wangi dan tampil menarik di awal pernikahan. Setelah beberapa bulan, justru bau minyak gosok atau balsem yang mendominasi.
Wanita shalihah akan terus menjaga penampilannya untuk suaminya. Ia juga menaati perintah suami, bukan karena takut pada suami, melainkan karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam lafadz lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa wanita shalihah adalah yang bisa menjaga dirinya dan kehormatannya saat suaminya tidak berada di rumah, serta menjaga harta suaminya.
Itulah wanita shalihah, wanita yang taat kepada Allah. Ia adalah perhiasan dunia yang tiada bandingannya, lebih berharga daripada emas dan perak.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
المَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.’” (HR. Ahmad)
Subhanallah. Wanita yang shalihah seperti ini telah disiapkan oleh Allah pintu-pintu surga, dan ia diberi kebebasan untuk masuk dari pintu mana saja yang ia mau.
Wanita yang shalihah bukanlah yang bangga karena suaminya takut kepadanya. Justru, wanita shalihah adalah yang taat kepada suaminya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika diperintah, ia menaati. Misalnya, ketika suaminya berkata, “Tolong di rumah saja,” ia pun nurut. Jika ingin keluar rumah, ia meminta izin. Katakanlah ia memanggil suaminya dengan panggilan “Mas”, “Kang”, atau “Zaujī”, maka ia berkata dengan lembut, “Mas, ana izin keluar ke pasar sebentar,” atau, “Ana mau ke rumah fulanah, insyaAllah cepat pulang.”
Taat seperti ini adalah tanda wanita shalihah. Ia tidak keluyuran tanpa izin. Ia menjaga dirinya, salat lima waktu, puasa Ramadan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya. Itulah yang membuatnya menjadi wanita yang disiapkan surga oleh Allah.
Wanita shalihah tidak mengenal istilah “pria idaman lain”. Ia menjaga kehormatannya hanya untuk suaminya, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia tidak seperti sebagian wanita yang shalatnya malas, puasanya enggan, dan membangkang kepada suaminya. Disuruh mengambil air minum, malah berkata, “Ambil sendiri! Emangnya saya pembantu?”
Kalaupun sedang sakit, tentu bisa menyampaikan dengan baik, “Saya sedang sakit, belum sanggup.” Bukan marah atau membentak. Wanita shalihah tahu cara menjaga lisan dan sikap kepada suaminya.
Perhatikan, emas, perak, dan segala perhiasan dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan seorang istri yang shalihah. Jika seorang wanita tidak salat, tidak puasa, tidak menutup aurat, tidak taat kepada Allah, dan tidak taat kepada suaminya, maka keshalihannya telah hilang.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak dan download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.
Download MP3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Subscribe: RSS
Mari turut membagikan link download kajian “Wanita Shalihah Perhiasan Terbaik Dunia” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv




