Renovasi Masjid

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Bahaya Pujian Manusia

By  |  | https://rodja.id/5mt

Khutbah Jumat: Bahaya Pujian Manusia ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 25 Dzulqa’dah 1446 H / 23 Mei 2025 M.

Khutbah Pertama: Bahaya Pujian Manusia

Setiap manusia menyenangi pujian, mencitrakan dirinya agar mendapatkan pujian dan penghormatan. Setiap manusia akan lari dari celaan. Dia tidak suka untuk dicela oleh manusia. Padahal saudaraku, siapa pun yang berpikir, dia akan mendapatkan bahwasanya celaan lebih bermanfaat untuk dirinya dibandingkan dengan pujian. Karena apabila kita dipuji orang, apabila pujian itu benar ada pada diri kita, seringkali kita terkena penyakit ujub dan kesombongan. Apabila ternyata pujian itu tidak ada pada diri kita dan kita merasa senang, maka kita masuk dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

“Siapa yang merasa puas dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya, dia bagaikan memakai dua pakaian kedustaan.” (HR. Muslim)

Adapun celaan, apabila kita dicela orang dan ternyata celaan itu memang ada pada diri kita, maka jadikan itu sebagai alat introspeksi diri. Celaan itu, tidak akan bermudarat sama sekali buat kita. Apabila ternyata celaan itu tidak ada pada diri-diri kita, maka kita mendapatkan pahala dari dia tanpa harus beramal shalih. Oleh karenanya Asy-Syekh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah mengatakan: “Tidak akan membahayakan kamu orang-orang yang mencela kamu”

Celaan itu bisa menjadi berbahaya bagi kita apabila dimasukkan ke dalam hati, lalu kita terbawa perasaan (baper), kemudian muncul keinginan untuk membalas dendam. Akhirnya, kita membalasnya dengan cara yang lebih kejam, sehingga dosa kita justru lebih besar daripada orang yang mencela kita. Apabila kita perhatikan dan renungkan, celaan justru dapat menjauhkan kita dari sifat sombong dan ujub. Ketika seseorang mencela kita padahal kita tidak melakukannya, kita justru mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah atas kesabaran kita. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَا نَقَصَ مَالُ عَبْدٍ مِنْ صَدَقَةٍ وَلَا ظُلِمَ عَبْدٌ مَظْلَمَةً فَصَبَرَ عَلَيْهَا

“Tidaklah harta seorang berkurang karena sedekah, dan tidaklah seorang didzalimi oleh manusia, lalu ia bersabar menghadapi kedzaliman tersebut, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya” (HR. At-Tirmidzi)

Sedangkan pujian, saudaraku, apalagi jika kita memuji seseorang di hadapannya, sering kali dapat diibaratkan seperti memenggal lehernya. Sebagaimana disebutkan dalam hadist, bahwa ada seseorang yang memuji orang lain di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ

“Engkau telah memenggal leher saudaramu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kenapa demikian? Karena pujian sering kali membuat kita tidak bisa ikhlas. Senang dipuji bahkan bisa menjadi pintu menuju riya. Terlalu sering dipuji orang membuat kita tertipu. Ketika kita terus-menerus dipuji, semakin tinggi kita membumbung, lalu akhirnya kita pun terkena penyakit ujub. Sedangkan ujub itu dapat membatalkan amal. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

‎لَوْ لَمْ تَكُوْنُوْا تُذْنِبُونَ لَخِفْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبُ الْعُجْبُ

“Seandainya kalian tidak berbuat dosa, sungguh aku khawatir kalian akan tertimpa sesuatu yang lebih besar daripada itu: yaitu rasa bangga diri (ujub), rasa bangga diri.” (Hadist Hasan Lighairihi, sebagaimana di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 658, karya syaikh Al-Albani)

Bahkan, terkadang seseorang terkena penyakit kesombongan akibat pujian-pujian yang terus-menerus diberikan kepadanya. Padahal, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sedikit dari kesombongan.”(HR. Muslim)

Makanya, bukan berarti kita mencari celaan. Akan tetapi, orang-orang yang Allah kehendaki kebaikan padanya, akan Allah hindarkan dari penyakit-penyakit hati. Ketika ia beramal shalih dan memberikan kebaikan, agar Allah menjaganya dari kesombongan dan ujub, maka Allah jadikan adanya orang-orang yang mencelanya, supaya ia senantiasa melakukan introspeksi diri dan terhindar dari penyakit-penyakit hati yang berat.

Khutbah Jumat Kedua: Bahaya Pujian Manusia

Saudara-saudaraku seiman, maka kewajiban kita hanyalah mencari pujian Allah semata. Dan janganlah kita pernah mengharapkan pujian, pengakuan, maupun penghormatan dari manusia. Sebab semuanya itu seringkali justru merusak hati. Apabila Allah ridha kepada kita, maka itu sudah menjadi segala-galanya dan cukup bagi kita. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa meridhakan Allah meskipun manusia murka kepadanya, maka Allah akan mencukupinya dari manusia. Dan barangsiapa meridhokan manusia tetapi Allah murka kepadanya, maka Allah akan menyerahkannya kepada manusia.”

Artinya, Allah tidak akan peduli kepada orang tersebut dan tidak akan pernah menolongnya. Bayangkan saat kita sangat membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan taufik dari Allah, namun hanya karena kita mengharapkan pujian manusia dan berusaha meridhakan manusia dengan sesuatu yang Allah murkai, akhirnya Allah tidak peduli kepada kita.

Oleh karena itu, kewajiban kita, wahai saudaraku, adalah jangan pernah mengharapkan sedikit pun pujian manusia di dalam hati kita ketika beramal shalih, karena hal itu hanya akan merusak hati dan bahkan merusak pahala kita.

Download mp3 Khutbah Jumat: Bahaya Pujian Manusia

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Khutbah Jumat: Bahaya Pujian Manusia” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses