Renovasi Masjid

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Amalan Di Hari Tasyrik

By  |  | https://rodja.id/5na

Khutbah Jumat: Amalan Di Hari Tasyrik ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 10 Dzulhijjah 1446 H / 6 Juni 2025 M.

Khutbah Jumat Pertama: Amalan Di Hari Tasyrik

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan ibadah kurban sebagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada-Nya. Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan, keikhlasan, dan tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

Ikhwatal Islam, setelah hari Nahr (10 Zulhijah), terdapat tiga hari yang disebut dengan hari-hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Maka diharamkan berpuasa sunnah pada hari-hari tasyrik. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa hari-hari tasyrik adalah hari-hari makan dan minum serta disyariatkan untuk memperbanyak zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di mana saja dan kapan saja, baik sebelum shalat maupun setelahnya, dianjurkan untuk memperbanyak zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saat berjalan, duduk, atau berbaring, diperintahkan untuk banyak berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bertakbir, dan membesarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun mengkhususkan takbir hanya setelah shalat, sementara di waktu dan tempat lain tidak melakukannya selama hari-hari tasyrik, maka hal tersebut bukanlah amalan yang dilakukan oleh salafus shalih. Karena yang mereka lakukan dahulu adalah bertakbir di mana saja dan kapan saja selama hari-hari tasyrik. Membesarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat dilakukan dengan mengucapkan:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Membesarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak hanya dengan lisan, tetapi juga dengan hati. Kita mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala setinggi-tingginya, hingga tidak ada sesuatu pun yang lebih besar di dalam hati kita selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang paling agung di hati kita (seorang mukmin). Ketika itu, kita benar-benar mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan.

Saudaraku seiman, sesungguhnya bagi orang yang beriman, mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah perkara yang paling besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

“Dan sungguh, mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya).” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 45)

Adapun bagi orang yang lemah imannya, mengingat dunia terasa lebih besar di hatinya. Mengingat sesuatu selain Allah Subhanahu wa Ta’ala terasa lebih mengasyikkan baginya. Akibatnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memalingkan hatinya dari zikir kepada-Nya, hingga ia tidak lagi merasakan kenikmatan dalam mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka jadikanlah zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari-hari tasyrik sebagai sesuatu yang sungguh kita upayakan di hari-hari tersebut. Jangan sampai, wahai saudaraku seiman, kita termasuk orang-orang yang lalai lebih asyik dengan urusan duniawi, lebih sibuk dengan ponsel, media sosial, permainan, dan hal-hal sejenisnya hingga akhirnya kita menjadi hamba yang lupa mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sementara Allah berfirman:

وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-Aʿrāf [7]: 205)

Khutbah Jumat Kedua: Amalan Di Hari Tasyrik

Saudaraku, di hari-hari tasyrik ini, marilah kita banyak bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ الْأَنْعَـٰمِ

“Dan supaya mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan-Nya kepada mereka berupa hewan ternak.” (QS. Al-Ḥajj [22]: 34)

Hewan-hewan itu adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dialah yang menciptakannya, dan seharusnya hanya dipersembahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja, bukan kepada laut, gunung, atau selain-Nya. Mempersembahkan sembelihan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bentuk kesyirikan, wahai saudaraku seiman.

Kambing yang kita sembelih adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula sapi, unta, dan seluruh hewan ternak Semuanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka jangan sekali-kali menyembelih untuk selain Allah, karena hal itu termasuk syirik akbar (syirik besar) yang tidak pernah diridai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka ibadah kurban adalah simbol tauhid, bukti keikhlasan dalam beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita berharap dapat wafat di atas tauhid, wafat dalam keadaan mengucapkan lā ilāha illallāh, agar termasuk dalam sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang ucapan terakhirnya adalah lā ilāha illallāh, niscaya ia akan masuk surga.” (HR. Abu Dawud)

Download mp3 Khutbah Jumat: Amalan Di Hari Tasyrik

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Khutbah Jumat: Amalan Di Hari Tasyrik” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses