Renovasi Masjid

Al-Bayan Min Qashashil Qur'an

Agar Allah Menolong di Masa Sulit

By  |  | https://rodja.id/5nk

Agar Allah Menolong di Masa Sulit adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Bayan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 20 Dzulhijjah 1446 H / 16 Juni 2025 M.

Kajian sebelumnya: Jenis Hidayah dalam Al-Qur’an

Kajian Tentang Agar Allah Menolong di Masa Sulit

Faedah yang kedua dari kisah Nabi Yunus ‘Alaihis Salam yaitu: kenalilah Allah pada masa lapang, niscaya Allah Subhanahu wa Taʿala akan mengenalimu pada masa sulit, sempit, susah, atau tertimpa musibah. Ketika seseorang mengenal Allah, tidak lalai kepada-Nya saat senang, bahagia, kaya, dan lapang, maka Allah Subhanahu wa Taʿala akan menolongnya. Allah akan mengingat dan mengenalnya di masa kesulitan dan musibah, serta menolongnya ketika ia benar-benar membutuhkan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  pernah bersabda kepada Ibnu ‘Abbas:

يَا غُلَامُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ، لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ، لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ، وَجَفَّتِ الصُّحُفُ.

“Wahai anak muda, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat memberimu manfaat kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk menimpakan suatu mudarat kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat menimpakannya kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah atasmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. At-Tirmidzi)

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  mengajarkan kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma dan juga kepada kita semua untuk senantiasa mengingat akidah yang agung: “Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” Makna dari “jagalah Allah” adalah dengan mengamalkan Islam, menjalankan syariat-Nya, menunaikan perintah-perintah-Nya, serta meninggalkan larangan-larangan-Nya. Inilah maksud dari sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : “Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.”

Jadi, jika ingin dijaga oleh Allah, maka jagalah Allah. Jika ingin ditolong oleh Allah, maka tolonglah agama Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Memang benar, Allah tidak membutuhkan kita. Justru kitalah yang membutuhkan Allah. Maksudnya, amalkan agama Islam, tegakkan sunnah Nabi yang mulia Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam . Niscaya Allah akan menjaga kita. Semua dari kita ingin agar diri dan keluarga dijaga oleh Allah. Maka, tegakkan agama Allah dalam diri. Amalkan perintah-Nya, tinggalkan larangan-Nya.

Jika engkau meminta, kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka mintalah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Inilah tauhid. Jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan hanya kepada Allah. Allah Maha Mampu. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma dan kepada kita semua bahwa yang dapat memberi manfaat dan menimpakan mudarat hanyalah Allah semata. Semua makhluk tidak akan sanggup melakukan hal itu.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  menegaskan: “Ketahuilah, seandainya seluruh umat (tanpa kecuali) berkumpul dan sepakat untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberi manfaat sedikit pun kecuali apa yang telah Allah tentukan untukmu. Sebaliknya, jika mereka sepakat untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan sanggup mencelakakanmu sedikit pun kecuali apa yang telah Allah tetapkan atasmu.”

Subhanallah, ini adalah tauhid. Penting sekali bagi kita. Mengikuti hadits ini dalam cara pandang. Wahai manusia, wahai ikhwan yang dimuliakan Allah, sehebat apa pun seseorang, sebesar apa pun kedudukannya, setinggi apa pun pangkatnya, ia tidak dapat memberikan manfaat atau mudarat. Bahkan jika semua manusia berkumpul dan sepakat sekalipun, mereka tetap tidak bisa melakukannya.

Yang mampu memberi manfaat dan mudarat hanya Allah Subhanahu wa Taʿala. Yang mampu mengangkat atau merendahkan derajat seseorang hanya Allah, bukan makhluk. Yang bisa memberikan rezeki hanya Allah. Yang dapat menahan rezeki juga hanya Allah Subhanahu wa Taʿala. Yang dapat mematikan dan menghidupkan pun hanya Allah Subhanahu wa Taʿala.

Hadits ini isinya adalah tauhid. Maka kita diperintahkan untuk senantiasa mengingat Allah, bahkan ketika dalam keadaan senang, Allah akan tolong kita ketika dalam keadaan susah. Kita lihat Nabi Yunus ‘alaihissalam dalam kisahnya, sebagaimana yang disebutkan dalam Surah As-Saffat ayat 143–144:

فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ (١٤٣) لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ (١٤٤)

“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak bertasbih (mengingat Allah), niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan.” (QS. As-Saffat [37]: 143–144)

Mengapa Allah menyelamatkan Nabi Yunus? Karena beliau termasuk orang yang banyak bertasbih. Ini pelajaran bagi kita: ingatlah kepada Allah dalam keadaan apa pun, terlebih lagi dalam keadaan sulit. Ketika kita berada dalam kesusahan dan ingin mendapatkan pertolongan dari Allah, di antara cara terbaiknya adalah dengan mendekat kepada Allah saat berada dalam kelapangan.

Ingatlah Allah Subhanahu wa Taʿala saat kita kaya, saat sehat, saat bahagia. Jangan sampai ketika kaya, kita justru lupa kepada-Nya. Jangan sampai ketika sehat, kita merasa tidak akan pernah sakit. Orang yang akan ditolong oleh Allah dalam segala keadaan adalah orang yang senantiasa mengingat Allah, bahkan dalam kesusahan.

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, ketika dilempar ke dalam api yang sangat besar, dilempar dengan menggunakan manjaniq seperti ketapel raksasa karena besarnya api tersebut tidak mungkin didekati oleh manusia. Lalu Allah berfirman:

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ

“Kami berfirman, ‘Wahai api, jadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim!'” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 69)

Allah Subhanahu wa Ta‘ala  berfirman dalam Surah Al Anbiya: 73:

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا ۖ وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِمْ فِعْلَ ٱلْخَيْرَٰتِ وَإِقَامَ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءَ ٱلزَّكَوٰةِ ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا عَٰبِدِينَ

“Dan Kami menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami. Kami wahyukan kepada mereka untuk mengerjakan kebajikan, mendirikan salat, dan menunaikan zakat. Mereka hanya menyembah kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 73)

Mereka betul-betul menjadi hamba Allah. Mereka melakukan berbagai macam kebaikan, dan kebaikan-kebaikan inilah yang menjadi sebab datangnya pertolongan Allah.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak dan download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Agar Allah Menolong di Masa Sulit” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses