Al-Bayan Min Qashashil Qur'an
Jenis Hidayah dalam Al-Qur’an
Jenis Hidayah dalam Al-Qur’an adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Bayan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 13 Dzulhijjah 1446 H / 9 Juni 2025 M.
Kajian sebelumnya: Bersabar dalam Berdakwah
Kajian Tentang Jenis Hidayah dalam Al-Qur’an
Penulis Rahimahullah berkata:
وَهَكَذَا فَإِنَّ عَلَى ٱلدُّعَاةِ إِلَى ٱللَّهِ ٱلسَّائِرِينَ عَلَىٰ مِنهَاجِ ٱلنُّبُوَّةِ أَن يَصْبِرُوا عَلَىٰ دَعْوَةِ ٱلنَّاسِ
“Demikianlah, sesungguhnya wajib para da’i yang berjalan di atas manhaj kenabian harus bersabar dalam mendakwahi manusia.”
Dakwah membutuhkan kesabaran dan tidak boleh terhenti karena istijal (tergesa-gesa). Setiap dai harus memiliki sifat sabar agar dakwah dapat terus berlangsung dengan langgeng. Tidak boleh bagi seorang dai bersikap istijal.
Beliau Rahimahullah juga mengatakan: “Dan hendaknya para da’i mengetahui bahwa kata al-hidayah dalam Al-Qur’an yang mulia memiliki empat makna dan jenis”
Dalam Al-Qur’an al-Karim, kata al-hidayah memiliki empat jenis makna atau bentuk, yaitu:
الهِدَايَةُ العَامَّةُ (al-Hidayatu al-‘Ammah)
Ini adalah hidayah Allah Subhanahu wa Ta‘alakepada seluruh makhluk mencakup segala apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta‘ala tetapkan, tentukan, dan takdirkan terkait urusan kehidupan di dunia. Dalilnya terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala Subḥanahu wa Ta‘ala:
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى ﴿١﴾ الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ ﴿٢﴾ وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ ﴿٣﴾
“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan lalu menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan takdir, lalu memberi petunjuk.” (QS. Al-A‘la [87]: 1–3)
Dalil yang lain ketika Fir‘aun bertanya kepada Nabi Musa ‘Alaihis Salam, “Siapakah Rabbmu, wahai Musa?” Maka Musa menjawab:
قَالَ رَبُّنَا الَّذِي أَعْطَىٰ كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُۥ ثُمَّ هَدَىٰ
“Rabb kami adalah (Allah Subhanahu wa Ta‘ala ) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.” (QS. Thaha [20]: 50)
هِدَايَةُ الإِرْشَادِ وَالتَّعْلِيمِ (Hidayatu al-Irsyad wa at-Ta‘lim)
Yang dimaksud dengan hidayah irsyad (هِدَايَةُ الإِرْشَادِ) adalah bimbingan, sedangkan ta‘lim (تَعْلِيمٌ) berarti pengajaran. Kedua bentuk ini sering pula disebut dengan hidayah al-bayan (هِدَايَةُ الْبَيَانِ), yakni petunjuk dalam bentuk penjelasan dan pendidikan. Jenis hidayah ini merupakan tugas yang diemban oleh para nabi dan rasul, juga dilanjutkan oleh para ulama dan dai. Jadi, manusia dari kalangan para nabi dan rasul, juga para ulama serta para dai, memiliki bentuk hidayah ini. Mereka diberi kemampuan oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala untuk menyampaikan dan mengajarkan agama Islam kepada umat. Mereka membimbing manusia dan menjelaskan tentang al-Haqq (ٱلْحَقّ), yaitu kebenaran yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta‘ala Subhanahu wa Ta‘ala.
Hidayah inilah yang Allah Subhanahu wa Ta‘ala tetapkan bagi Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu hidayah al-bayan (هِدَايَةُ الْبَيَانِ) berupa bimbingan, pengajaran, dan penjelasan.Allah Subhanahu wa Ta‘ala Ta‘ala berfirman:
وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
“Dan sungguh, engkau (Muhammad) benar-benar memberi petunjuk ke jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syura [42]: 52)
Kemudian dalam Surah Al-Mu’minun ayat 73, Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:
وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
“Dan sungguh, engkau (Muhammad) benar-benar mengajak mereka kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Mu’minun [23]: 73)
Dan inilah tugas para nabi, para ulama, dan para dai. Mereka wajib menjelaskan kebenaran (al-ḥaqq) kepada umat, menjelaskan ajaran Islam, ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta‘ala , dan hadits-hadits Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka mengajarkan dan membimbing manusia dengan itu.
هِدَايَةُ التَّوْفِيقِ (Hidayatu at-Taufiq)
Hidayah taufik adalah jenis hidayah yang sepenuhnya merupakan urusan Allah Subhanahu wa Ta‘ala semata. Tidak ada satu pun makhluk yang memiliki hidayah jenis ini, karena ini adalah milik Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Allah Subhanahu wa Ta‘ala memberikan petunjuk (hidayah) kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dalilnya terdapat dalam surah Al-Kahfi. Allah Subhanahu wa Ta‘ala Ta‘ala berfirman:
مَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِ ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ وَلِيًّا مُّرْشِدًا
“Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala , maka dialah yang mendapat petunjuk. Dan barang siapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (QS. Al-Kahfi [18]: 17)
Jenis hidayah yang ketiga, hidayah at-taufiq, adalah hidayah yang dinafikan (disangkal) oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala dari selain-Nya. Allah Subhanahu wa Ta‘ala menetapkan bahwa hidayah ini hanya milik-Nya semata. Perlu diingat, hidayah at-taufiq ini ditegaskan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَىٰهُمْ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ
“Bukanlah engkau yang dapat memberi petunjuk kepada mereka, tetapi Allah Subhanahu wa Ta‘ala -lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah [2]: 272)
Kemudian dalam surah Al-Qasas ayat 56, Allah Subhanahu wa Ta‘ala Ta‘ala berfirman:
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah Subhanahu wa Ta‘ala memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al-Qasas [28]: 56)
Allah Subhanahu wa Ta‘ala menafikan hidayah ini dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Apakah ini bertentangan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala dalam surah Asy-Syura ayat 52 dengan surat Al Qashas ayat 56? Tidak, karena dalam surah Asy-Syura ayat 52 yang dimaksud adalah hidayah at-ta‘lim, yaitu hidayah al-irsyad wa at-ta‘lim (bimbingan dan pengajaran), juga disebut hidayah al-bayan (penjelasan), sedangkan di surah Al Qashas ayat 56 adalah tentang hidayah taufik.
Ketika berdakwah, tentu kita menginginkan agar orang yang kita dakwahi memahami agama Islam sebagaimana kita memahaminya. Kita ingin mereka mengerti, menjalankan, dan mengamalkan sunnah yang kita sampaikan. Namun, kenyataannya, orang yang kita dakwahi bisa jadi belum mampu melaksanakannya, atau bahkan berpaling darinya. Dalam kondisi seperti ini, kita harus bersabar. Sebab, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam manusia paling mulia dan paling utama di antara para nabi pun tidak memiliki hidayah taufiq. Hidayah ini murni milik Allah Subhanahu wa Ta‘ala dan tidak diberikan kepada siapa pun selain-Nya.
هِدَايَةٌ يَوْمَ القِيَامَةِ (Hidayah yawma al-Qiyamah)
Ini merupakan hidayah yang ada pada hari Kiamat. Hidayah ini terbagi menjadi dua jenis:
Jenis pertama, yaitu petunjuk Allah Subhanahu wa Ta‘ala kepada kaum mukminin, yaitu orang-orang yang jujur dalam keimanannya dan mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta‘ala, menuju surga yang penuh dengan kenikmatan. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman dalam surah Muhammad ayat 5-6:
سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ ﴿٥﴾ وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ ﴿٦﴾
“Dan Dia akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka,
dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenankan-Nya kepada mereka.” (QS. Muhammad [47]: 5–6)
Apabila orang-orang yang beriman masuk surga dan duduk di atas dipan-dipan yang indah, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala agar Dia mengampuni dosa-dosa kita, menyelamatkan kita dari api neraka, dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Oleh karena itu, kita berdoa agar Allah Subhanahu wa Ta‘ala mewafatkan kita dalam keadaan beriman dan berislam, serta melindungi kita dari kekufuran, karena kita tidak kuat menahan panasnya api neraka. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala agar Dia menyelamatkan kita dari api neraka, melindungi kita, dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya.
Kemudian Jenis kedua, yaitu hidayahnya orang-orang zalim pendosa yang dibimbing ke neraka, Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:
احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ ﴿٢٢﴾ مِن دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِ ﴿٢٣﴾
“Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman-teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah selain Allah Subhanahu wa Ta‘ala , lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.” (QS. Ash-Shaffat [37]: 22–23)
Manusia di hadapan dakwah terbagi menjadi dua kelompok. Demikian pula di dunia ini terdapat dua golongan besar: kelompok yang menerima al-ḥaqq (kebenaran), dan kelompok yang menolak al-ḥaqq. Di akhirat pun, Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah memberitakan bahwa manusia akan dibagi menjadi dua kelompok.
فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ
“Segolongan masuk surga, dan segolongan (lagi) masuk ke neraka.” (QS. Asy-Syura [42]: 7)
Ada kelompok yang membenarkan dakwah, menerima ajaran Islam, beriman, dan bersegera dalam melakukan segala bentuk kebaikan. Namun, ada pula kelompok yang mendustakan dakwah, berpaling, dan kufur. Mereka tidak peduli terhadap seruan ini.
Orang-orang yang membenarkan dan menerima dakwah, Allah Subhanahu wa Ta‘ala akan selamatkan mereka dari azab-Nya. Sedangkan mereka yang mendustakan, Allah Subhanahu wa Ta‘ala beri mereka kesempatan, al-muhlah yaitu masa penangguhan selama di dunia. Subḥanallah, inilah bukti luasnya rahmat Allah Subhanahu wa Ta‘ala . Allah Subhanahu wa Ta‘ala beri mereka waktu untuk bertaubat dan melihat diri mereka sendiri dalam menghadapi kebenaran. Jika mereka tidak juga bertaubat dan tetap berada dalam kesesatan mata mereka buta terhadap kebenaran maka ketika itulah Allah Subhanahu wa Ta‘ala akan mengazab mereka.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak dan download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.
Download MP3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Subscribe: RSS
Mari turut membagikan link download kajian “Bersabar dalam Berdakwah” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv




