Rodja Peduli

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka – Bagian ke-3 – dan Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan – Bagian ke-1 – Bab 253-254 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 27 Mei 2016 pukul 11:16 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=5894

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Alhamdulillah, kita bisa melanjutkan pengajian kitab Riyadhush Shalihin yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Pengajian ini merupakan rekaman yang disiarkan secara live pada Senin sore, 20 Jumadats Tsani 1435 / 21 April 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pembahasan yang lalu, beliau telah membahas Bab 253 tentang Karomah Wali dan Keutamaan Mereka (Bagian ke-2), dan pada pembahasan kali ini beliau membahas kitab baru, yaitu kitab “Perkara-perkara yang Dilarang”. Dan dimuali dengan tema bahasan tentang Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan (Bagian ke-1), namun sebelumnya beliau membawakan satu hadits lagi dari pembahasan yang lalu. Semoga bermanfaat.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Doa-doa (كتَاب الدَعَوات) dan Kitab Perkara-perkara yang Dilarang (كتَاب الأمُور المَنهي عَنْهَا)

Bab ke-253: Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka (باب كرامات الأولياء وفضلهم) – Bagian ke-3

[00:01]

Sebelum Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr rahimahullah menjelaskan pembahasan kitab yang baru, beliau akan membawakan satu hadits lagi yang merupakan hadits terakhir dari bab yang membahas tentang Karomah Wali Allah dan Keutamaan Mereka. Hadits tersebut adalah:

Baca Juga:
Nistanya Zina (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

وعن ابن عمر رضي الله عنهما، قَالَ: مَا سَمِعْتُ عمر – رضي الله عنه – يقولُ لِشَيءٍ قَطُّ: إنِّي لأَظُنُّهُ كَذَا، إِلاَّ كَانَ كَمَا يَظُنُّ. رواه البخاري

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Aku sama sekali tidak pernah mendengar ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku benar-benar mengira bahwa hal tersebut begini,” Melainkan hal itu seperti apa yang ia duga.” (HR Al-Bukhari)

Bab ke-254 : Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan (باب تحريم الغيبة والأمر بحفظ اللسان) – Bagian ke-1

[02:26]

Pembahasan baru pada pertemuan kali ini adalah pembahasan Bab ke-254, yaitu tentang Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan. Dan di awal pembahasan ini, penulis kitab Riyadhus Shalihin, yaitu Imam An-Nawawi rahimahullah membawakan dalil-dalil dari Al-Qur’an. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Dan janganlah sebagian dari kamu menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujarat [49]: 12)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

Baca Juga:
Serba-serbi Hadits Indah Pilihan - Bagian ke-2 - Dahsyatnya Fitnah Dajjal / Bencana yang Dibawa olehnya - Bab 370 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al-Israa’ [17]: 36)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaaf [50]: 18)

Dst.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 253-254 – Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka (Bagian ke-3) dan Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan (Bagian ke-1)

Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link pengajian agama yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain turut mendapatkan manfaatnya. Jazakumullahu Khairan

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.