Telegram Rodja Official

Manhajus Saalikiin wa Taudhiihul Fiqhi fid Diin

Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat – Bagian ke-1 – Kitab Manhajus Salikin (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

By  | 

Kajian oleh: Ustadz DR Erwandi Tarmizi, M.A.

Kembali kita melanjutkan pembahasan tentang bab-bab mu’amalat dari kitab Manhajus Salikin karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Kajian ini merupakan hasil rekaman pada pada Kamis pagi, 23 Jumadats Tsani 1435 / 24 April 2014, pukul 05:00-06:30 WIB dan disampaikan oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi. Dan pada pembahasan yang lalu, beliau telah membahas tentang Bab Wakaf, dan pada pertemuan kali ini beliau akan akan melanjutkan ke bab yang baru yaitu Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat (Bagian ke-1).

[sc:status-manhajus-salikin-ustadz-erwandi-tarmizi-2013]

Ringkasan Kajian dalam Rekaman ini: Kitab Manhajus Salikin

Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat (باب الهبة والعطية والوصية ) – Bagian ke-1

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa, tiga akad ini (hibah, ‘athiyyah, dan washiyyah) merupakan bagian dari akad-akad tabarru’at, yaitu akad-akad yang tidak ada imbalan. Sedangkan pengertian dari ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut:

Baca Juga:
Khiyar Bila Penjual Menyampaikan Pokok Modal dengan Pertambahan atau Pengurangan Harga - Kitab Zadul Mustaqni

a. Hibah (Hadiah)

الهبة : التبرع بالمال في حال الحياة والصحة

Pengertian hadiah adalah memberikan sesuatu (harta) pada saat seseorang masih hidup dan dia dalam keadaan sehat.

b. ‘Athiyyah (Pemberian)

العطية : التبرع به في مرض موته المخوف

Pengertian pemberian adalah memberikan harta (kepada orang lain) pada saat seseorang dalam kondisi ia sakit yang dikhawatirkan sakitnya tersebut membawa kepada kematian.

c. Washiyyah (Wasiat)

والوصية : التبرع بعد الوفاة . فالجميع داخل في الإحسان والبر

Pengertian wasiat adalah memberikan harta setelah seseorang wafat. Jadi hartanya tersebut tidak diberikan kecuali setelah dia wafat.

Ketiga hal ini merupakan kebaikan dan perbuatan baik, sebagai mana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan:

لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran [3]: 92)

Bagaimana penjelasan mengenai ketiga hal ini? Dan apa perbedaan antara satu dengan yang lainnya?
Download ceramah agama ini, dan simak penjelasan gamblangnya oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmidzi, M.A. Semoga bermanfaat.

Download Kajian KItab Manhajus Salikin (Kitabul Buyu’)- Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi: Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat

Silakan bagikan hasil rekaman atau link ceramah agama yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:
Khiyar Syarat Bagian 2 - Hukum Syarat Jual Beli - Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

2 Comments

  1. Pandu PE

    Selasa, 06 Mei 2014 at 8:22 PM

    Alhamdulillah..jazakallahu khoiron akhy..
    Permintaan ana lsg dikasih..
    Barokallohu fiikum…

    • Radio Rodja

      Kamis, 08 Mei 2014 at 8:52 AM

      Waiyyakum, wafikum barakallah. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.