Telegram Rodja Official

Manhajus Saalikiin wa Taudhiihul Fiqhi fid Diin

Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat – Bagian ke-3 – Kitab Manhajus Salikin (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

By  | 

Kajian oleh: Ustadz DR Erwandi Tarmizi, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab Manhajus Salikin, yang merupakan lanjutan dari pembahasan fiqih mu’amalat, karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada Kamis pagi, 1 Rajab 1435 / 8 Mei 2014, pukul 05:00-06:30 WIB. Pada pertemuan yang lalu, telah dijelaskan tentang Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat (Bagian ke-2). Dan kali ini beliau akan membahas tentang Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat (Bagian ke-3).

[sc:status-manhajus-salikin-ustadz-erwandi-tarmizi-2013]

Ringkasan Kajian dalam Rekaman ini: Kitab Manhajus Salikin

Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat (باب الهبة والعطية والوصية ) – Bagian ke-3

Telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya tentang bagaimana Islam mengatur hibah orang tua kepada anaknya, dan pembahasan sekarang adalah kapan hibah itu menjadi lazim. Penulis kitab ini berkata:

وبعد تقبيض الهبة وقبولها لا يحل الرجوع فيها لحديث: العائد في هبته كالكلب يقيء ثمّ يعود في قيئه. متفق عليه

Dan setelah menyerahkan hibah, dan diterima oleh si penerima hibah, maka tidak dihalalkan untuk memintanya kembali. Hal ini sesuai dengan hadits: “Seseorang yang meminta kembali hadiah yang sudah ia berikan, seperti halnya anjing yang muntah, kemudian memasukkan kembali muntahannya tersebut ke dalam mulutnya.” (Mutafaqqun ‘Alaihi)

Baca Juga:
Tanya-Jawab seputar Muamalah Edisi 15 Syawal 1436 - Fiqih Muamalah (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

وفي الحديث الآخر: لا يحل لرجل مسلم أن يعطي العطية ثمّ يرجع فيها ، إلا الوالد فيما يعطي ولده. رواه أهل السنن

Dan di dalam hadits yang lain disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang laki-laki muslim, dia memberikan sebuah ‘athiyyah/pemberian, kemudian menarik kembali pemberiannya itu, kecuali seorang bapak yang memberikan pemberian kepada anaknya.” (HR Ahlus Sunan)

Bagaimana penjelasan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. tentang hal ini? Silakan download dan simak selengkapnya di dalam rekaman ceramah agama ini. Dan pastikan Anda menyimak pula sesi tanya jawab yang sangat sayang jika dilewatkan. Semoga bermanfaat.

Download Kajian KItab Manhajus Salikin (Kitabul Buyu’)- Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi: Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat

Silakan bagikan hasil rekaman atau link ceramah agama yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.