Telegram Rodja Official

Manhajus Saalikiin wa Taudhiihul Fiqhi fid Diin

Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat – Bagian ke-4 – Kitab Manhajus Salikin (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

By  | 

Kajian oleh: Ustadz DR Erwandi Tarmizi, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab Manhajus Salikin, yang merupakan lanjutan dari pembahasan fiqih mu’amalat, karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada Kamis pagi, 15 Rajab 1435 / 15 Mei 2014, pukul 05:00-06:30 WIB. Pada pertemuan yang lalu, telah dijelaskan tentang Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat (Bagian ke-3). Dan kali ini beliau akan membahas tentang Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat (Bagian ke-4).

[sc:status-manhajus-salikin-ustadz-erwandi-tarmizi-2013]

Ringkasan Kajian dalam Rekaman ini: Kitab Manhajus Salikin

Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat (باب الهبة والعطية والوصية ) – Bagian ke-4

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata:

وكان النبي صل الله عليه وسلم يقبل الهدية ويثيب عليها
“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima hadiah, dan beliau membalas hadias hadiah tersebut.” (HR Al-Bukhari, At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad)

Dari hadits ini kita mengetahui bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima hadiah dan beliau menolak sedekah. Hal ini dijelaskan oleh Allah sampai kepada ahli kitab yaitu di dalam injil dan taurat. Di dalam kedua kitab tersebut disebutkan tentang salah satu sifat nabi akhir zaman, yaitu tidak menerima sedekah, namun menerima hadiah. Bahkan hal ini telah dipraktikkan langsung oleh sahabat Salman Al-Farisi, ketika beliau ingin mengetahui dan mengecek kebenaran bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan nabi terakhir yang Allah utus.

Baca Juga:
Perkara Yang Memperkuat Cinta Karena Allah

selanjutnya, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata:

وللأب أن يتملك من مال ولده ما شاء ، ما لم يضره ، أو يعطيه لولد آخر أو أن يكون بمرض موت أحدهما ، لحديث

Dan bagi seorang bapak, memiliki harta anaknya apa yang dia kehendaki, dengan syarat hal itu tidak memudharatkan si anak, dan harta yang diambil itu tidak diberikan kepada anaknya yang lain, atau proses pengambilan itu pada saat sakit yang bisa membawa kematian kepada di antara keduanya (bapak dan anak).

Di dalam hadits yang shahih Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أنت ومالك لأبيك

“Kamu dan hartamu adalah milik bapakmu.” (HR Ibnu Majah)

Bagaimana penjelasan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. tentang hal ini? Silakan download dan simak selengkapnya di dalam rekaman ceramah agama ini. Dan pastikan Anda menyimak pula sesi tanya jawab yang sangat sayang jika dilewatkan. Semoga bermanfaat.

Download Kajian KItab Manhajus Salikin (Kitabul Buyu’)- Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi: Bab Hibah, ‘Athiyyah, dan Washiyyah / Hadiah, Pemberian, dan Wasiat

Silakan bagikan hasil rekaman atau link ceramah agama yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:
Bab Wakaf - Bagian ke-1 - Kitab Manhajus Salikin (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.