Masjid Al-Barkah

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Larangan Melaknat Orang Tertentu atau Binatang – Bagian ke-2 – Bab Larangan Mencela Orang yang Telah Meninggal tanpa Alasan yang Benar – Bab 264-267 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 13 Mei 2014 pukul 8:59 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=6333

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini merupakan lanjutan dari rekaman pengajian kitab Riyadhus Shalihin yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah, pada Ahad sore, 11 Rajab 1435 / 11 Mei 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pertemuan yang lalu beliau telah menjelaskan tentang Dusta yang Diperbolehkan hingga Larangan Melaknat Orang Tertentu atau Binatang (Bagian ke-1), yang merupakan pembahasan dari Bab 261-264. Dan pada pertemuan kali ini beliau akan menjelaskan tentang “Bab Larangan Melaknat Orang Tertentu atau Binatang (Bagian ke-2) hingga Bab Larangan Mencela Orang yang Telah Meninggal tanpa Alasan yang Benar, yang merupakan pembahasan dari Bab 264-267.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Daftar Isi

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Perkara-perkara yang Dilarang (كتَاب الأمُور المَنهي عَنْهَا)

Bab ke-264: Larangan Melaknat Orang tertentu atau Binatang (باب تحريم لعن إنسان بعينه أَوْ دابة) – Bagian ke-2

[00:01]
Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ العَبْدَ إِذَا لَعَنَ شَيْئًا، صَعدَتِ اللَّعْنَةُ إِلَى السَّماءِ، فَتُغْلَقُ أبْوابُ السَّمَاءِ دُونَهَا، ثُمَّ تَهْبِطُ إِلَى الأرْضِ، فَتُغْلَقُ أبْوابُهَا دُونَها، ثُمَّ تَأخُذُ يَمينًا وَشِمالًا، فَإذا لَمْ تَجِدْ مَسَاغًا رَجَعَتْ إِلَى الَّذِي لُعِنَ، فإنْ كَانَ أهْلًا لِذلِكَ، وإلاَّ رَجَعَتْ إِلَى قَائِلِهَا. رواه أَبُو داود

Baca Juga:
Bab Larangan Menarik Kembali Hibahnya / Pemberiannya hingga Bab Haramnya Riya - Bagian ke-1 - Bab 285-288 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

“Sesungguhnya apabila seorang hamba melaknati sesuatu, maka laknat itu akan naik ke langit, kemudia pintu-pintu langit ditutup tidak menerimanya. Setelah itu, ia turun kembali ke bumi, lalu pintu-pintu bumi pun ditutup tidak menerimanya. Selanjutnya ia pun menganmbil jalan menuju ke kanan dan ke kiri. Setelah tidak mendapatkan jalan tempuh, laknat itu kembali kepada yang dilaknati. Jika dia memang berhak dilaknati, maka terjadilah. Kalau tidak, maka laknat itu kepada orang yang mengucapkannya.” (HR Abu Dawud)

Bab ke-265: Boleh Melaknat Pelaku Maksiat tanpa Menentukan Orangnya (باب جواز لعن أصحاب المعاصي غير المعينين)

[13:08]
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

“Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.” (QS Hud [11]: 18)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَن لَّعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al-A’raf [7]: 44)

Bab ke-266: Larangan Mencela Orang Islam tanpa Alasan yang Dibenarkan (باب تحريم سب المسلم بغير حق)

[22:17]
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَاناً وَإِثْماً مُّبِيناً

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS Al-Ahzab [33]: 58)

Baca Juga:
Keutamaan Shalat Berjamaah - Bab 191 - Kitab Riyadhush Shalihin - TPP: Kewajiban Shalat Berjamaah di Masjid bagi Laki-laki (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Bab ke-267: Larangan Mencela Orang yang Telah Meninggal Tanpa Alasan yang Benar (باب تحريم سب الأموات بغير حق ومصلحةٍ شرعية)

[39:55]
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تَسُبُّوا الأَمْوَاتَ، فَإنَّهُمْ قَدْ أفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا. رواه البخاري

“Janganlah kalian mencela orang-orang yang telah meninggal. Sesungguhnya mereka telah mendapatkan (hasil) perbuatan mereka yang telah lalu.” (HR Al-Bukhari)

Silakan simak pengajian kitab Riyadhush Shalihin selengkapnya bersama Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 264-267 – Bab Larangan Melaknat Orang Tertentu atau Binatang (Bagian ke-2) hingga Bab Larangan Mencela Orang yang Telah Meninggal tanpa Alasan yang Benar

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link pengajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.