Telegram Rodja Official

Al-Waabilush Shayyib

Keutamaan dan Manfaat Dzikir ke-50 dan ke-51 – Dzikir Sebab Turunnya Shalawat dari Allah dan MalaikatNya serta Keutamaan Majelis Dzikir – Kitab Al-Wabilush Shayyib (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

By  |  pukul 8:10 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 18 Maret 2015 pukul 10:51 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=6457

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian yang membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan Tazkiyatun Nufus, yang dikaji dari kitab Al-Wabilush Shayyib karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah. Dan kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim pada Kamis pagi, 15 Rajab 1435 / 15 Mei 2014, pukul 07:00-08:00 WIB. Pada pertemuan yang lalu, beliau telah menjelaskan tentang Keutamaan dan Manfaat Dzikir ke-48 dan ke-49, yaitu Dzikir merupakan Puncak Kecintaan kepada Allah. Dan pada pertemuan kali ini, beliau membawakan bahasan tema tentang “Keutamaan dan Manfaat Dzikir ke-50 dan ke-51, yaitu Dzikir Sebab Turunnya Shalawat dari Allah dan MalaikatNya serta Keutamaan Majelis Dzikir“.

[sc:status-al-wabilush-shayyib-ustadz-abdullah-taslim-2013]

Ringkasan Kajian Kitab Ini: Al-Wabilush Shayyib

Keutamaan dan Manfaat Dzikir (الذكر وفوائده)

Poin ke-50: Dzikir Sebab Turunnya Shalawat dari Allah dan MalaikatNya

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah menjelaskan bahwa, berdzikir kepada Allah merupakan sebab turunya shalawat Allah dan shalawat para malaikat kepada seorang hamba. Shalawat dari Allah yaitu berupa pujian dari Allah kepada hamba-hambaNya, dan shalawat para malaikat itu berupa do’a-do’a kebaikan.

Baca Juga:
Doa Shalat Istisqa - Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du'a (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Barangsiapa yang Allah limpahkan kepadanya berupa shalawat dariNya dan dari para malaikatNya maka hamba tersebut sungguh beruntung. Karena dengan begitu ia akan selalu mendapatkan naungan dan perlindungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalil dari keterangan ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً، وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيماً

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS Al-Ahzab [33]: 41-43)

Shalawat dari Allah dan para malaikatNya ini merupakan suatu sebab yang bisa mengeluarkan seseorang dari kegelapan menuju cahaya. Segala penyimpangan dihindarkan dari hamba yang senantiasa berdzikir, dan dia akan ditujukan kepada kebaikan dan kebenaran.

Poin ke-51: Keutamaan Majelis Dzikir

Dalil tentang keutamaan majelis dzikir adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يا أيها الناس ارتعوا فى رياض الجنة قلنا يا رسول الله وما رياض الجنة قال مجالس الذكر ثم قال اغدوا وروحوا واذكروا فمن كان يجب ان يعلم منزلته عند الله تعالى فلينظر كيف منزلة الله تعالى عنده فان الله تعالى ينزل العمل منه حيث انزله من نفسه

Baca Juga:
Menyambut Ramadhan - Tarhib Ramadhan (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

“Wahai sekalian manusia, bersenang-senanglah di dalam taman surga! kami bertanya apakah taman surga itu?, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Majelis-majelis dzikir”, beliau bersabda lagi: “Hadirilah majelis dzikir di pagi hari dan petang, dan perbanyaklah dzikir di dalamnya. Barangsiapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka hendaknya dia melihat kedudukan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada dirinya. Karena derajat yang diberikan Allah kepada ke pada hambaNya sepadan dengan derajat dimana hamba mendudukkanNya dalam dirinya”.” (HR At-Tirmidzi, Ahmad)

Bagaimana penjelasan mengenai pembahasan ini? Silakan download dan simak penjelasan lengkapnya oleh Ustadz Abdullah Taslim dalam rekaman kajian ini. Simak juga sesi tanya jawab yang sangat menarik untuk disimak. Semoga bermanfaat.

Download Ceramah Kajian Kitab Al-Wabilush Shayyib: Keutamaan dan Manfaat Dzikir ke-50 dan ke-51

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link ceramah agama ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × = 21

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.