Masjid Al-Barkah

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Larangan Memalsu dan Menipu – Bagian ke-2, Bab Larangan Berbuat Curang, dan Bab Larangan Mengungkit-ungkit Pemberian – Bab 276-278 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 31 Agustus 2023 pukul 6:18 am

Tautan: https://rodja.id/4u7

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Musyaffa Ad-Darini, M.A.

Berikut ini merupakan lanjutan dari rekaman pengajian kitab Riyadhus Shalihin yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah, pada Ahad sore, 25 Rajab 1435 / 25 Mei 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pertemuan yang lalu beliau telah menjelaskan tentang Bab Larangan Merendahkan Orang Islam, Bab Larangan Mencela Nasab, hingga Bab Larangan Memalsu dan Menipu (Bagian ke-1), yang merupakan pembahasan dari Bab 273-276. Dan pada pertemuan kali ini beliau akan menjelaskan tentang “Bab Larangan Memalsu dan Menipu (Bagian ke-2), Bab Larangan Berbuat Curang, dan Bab Larangan Mengungkit-ungkit Pemberian, yang merupakan pembahasan dari Bab 276-278.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Pembahasan dalam Rekaman Pengajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Perkara-perkara yang Dilarang (كتَاب الأمُور المَنهي عَنْهَا)

Bab ke-276: Larangan Memalsu dan Menipu (باب النهي عن الغش والخداع) Bagian ke-2

[01:23]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَنَاجَشُوا. متفق عَلَيْهِ

Janganlah kalian saling menipu (dalam jual beli).” (Muttafaqun ‘Alaihi)

وعن ابن عمر رضي الله عنهما: أنَّ النَّبيَّ – صلى الله عليه وسلم – نَهى عن النَّجْشِ. متفق عَلَيْهِ

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menaikan harga agar orang lain terpedaya.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Baca Juga:
Ahlussunnah Wajib Meyakini Tingginya Dzat Allah - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Bab ke-277: Larangan Berbuat Curang (باب تحريم الغدر)

[14:56]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَوْفُواْ بِالْعُقُودِ

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-jani.” (QS Al-Maidah [5]: 1)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَأَوْفُواْ بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْؤُولاً

“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggunganjawabnya.” (QS Al-Isra’ [17]: 34)

Bab ke-278: Larangan Mengungkit-ungkit Pemberian (باب النهي عن المنِّ بالعطية ونحوها)

[32:53]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya…”. (QS Al-Baqarah [2]: 264)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ ثُمَّ لاَ يُتْبِعُونَ مَا أَنفَقُواُ مَنّاً وَلاَ أَذًى

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima).” (QS Al-Baqarah [2]: 262)

Silakan simak pengajian kitab Riyadhush Shalihin selengkapnya bersama Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 276-278 – Bab Larangan Memalsu dan Menipu (Bagian ke-2), Bab Larangan Berbuat Curang, dan Bab Larangan Mengungkit-ungkit Pemberian

Baca Juga:
Bab Larangan Takalluf / Bersusah-payah Melakukan atau Mengatakan Sesuatu yang Tidak Ada Manfaatnya dan Bab Haramnya Niyahah / Meratapi Kematian - Bagian ke-1 - Bab 301-302 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download pengajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

1 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.