Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Makruhnya Berjalan dengan Satu Sandal dan Bab Larangan Membiarkan Api, Lampu atau yang Semacamnya Menyala di Rumah Ketika Tidur – Bab 299-300 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  | 

Ceramah agama dan pengajian Islam dengan pembahasan kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Musyafa Ad-Dariny, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman pengajian kitab Syarah Riyadhush Shalihin yang disiarkan live pada Ahad sore, 24 Syaban 1435 / 23 Juni 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pengajian sebelumnya, telah disampaikan mengenai pembahasan Bab Larangan Menyerupai Setan dan Orang-Orang Kafir, Bab Larangan Qaza’, hingga Bab Makruhnya Beristinja dan Menyentuh Kemaluan dengan Tangan Kanan, dan pada pembahasan kali ini Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdilmuhsin Al-‘Abbad Al-Badr, akan membahas tentang Bab Makruhnya Berjalan dengan Satu Sandal dan Bab Larangan Membiarkan Api, Lampu atau yang Semacamnya Menyala di Rumah Ketika Tidur.

Daftar Isi

Baca Juga:
Shalat Sunnah Qabliyah / Ba'diyah Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya', dst - Bab 199-204 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Program Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin - Syaikh Prof. DR 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-'Abbad Al-Badr di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Ahad sore dan Senin sore, pukul 17:00-17:55 WIB



Status program Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin: SELESAI

Pembahasan dalam Rekaman Pengajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Perkara-perkara yang Dilarang (كتَاب الأمُور المَنهي عَنْهَا)

Bab ke-299: Makruhnya Berjalan dengan Satu Sandal (باب كراهة المشي في نعل واحدة أو خف واحد لغير عذر وكراهة لبس النعل والخف قائمًا لغير عذر)

[00:01]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَمْشِ أحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ، لِيَنْعَلْهُمَا جَمِيعًا، أو لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا.وفي رواية: «أو لِيُحْفِهِمَا جَمِيعًا». متفق عليه

“Janganlah seorang di antara kalian berjalan dengan satu sandal. Hendaklah dia memakai keduanya atau melepas kedua-duanya.”
Dalam riwayat yang lain: “Atau dia mlepas kedua-duanya (tidak memakai alas kaki).” (Muttafaqun ‘alaihi)

Bab ke-300: Larangan Membiarkan Api, Lampu atau yang Semacamnya Menyala di Rumah Ketika Tidur (باب النهي عن ترك النار في البيت عند النوم ونحوه سواء كانت في سراج أو غيره)

[11:47]
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

لاَ تَتْرُكُوا النَّارَ فِي بُيُوتِكُمْ حِينَ تَنَامُونَ. متفق عليه

Baca Juga:
Allah Maha Tahu (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

“Janganlah kalian biarkan api (menyala) di rumah ketika kalian sedang tidur.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Silakan simak penjelasan selengkapnya pengajian kitab Riyadhush Shalihin selengkapnya bersama Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab Makruhnya Berjalan dengan Satu Sandal dan Bab Larangan Membiarkan Api, Lampu atau yang Semacamnya Menyala di Rumah Ketika Tidur

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download pengajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

Telegram Rodja Official

5 Comments

  1. kautsario

    Senin, _30 _April _2018 / 30 April 2018 at 09:15

    Mohon maaf ustadz link ini tidak bisa didownload, Bagaimana caranya agar bisa di download?

    • Admin Radio Rodja

      Kamis, _03 _Mei _2018 / 03 Mei 2018 at 09:46

      alhamdulillah sudah diperbaiki. silahkan dicoba kembali akh..

  2. Ani

    Selasa, _24 _Juni _2014 / 24 Juni 2014 at 15:47

    Assalamu alaikum ustad, maaf saya mau bertanya tentang Larangan Membiarkan Api, Lampu atau yang Semacamnya Menyala di Rumah Ketika Tidur.saya fobia gelap ustad, entah saya sedang terjaga atau tertidur jika lampunya mati saya akan sesak nafas dan serasa tercekik. jadi kalau tidur lampunya saya nyalakan. pertanyaan saya adalah bagaimana hukumnya, dan apa yang harus saya lakukan?

    • Radio Rodja

      Minggu, _29 _Juni _2014 / 29 Juni 2014 at 09:21

      Wa’alikumsalam, jika memang demikian alasannya, insya Allah tidak mengapa Anda tidur dengan lampu dinyalakan, teruslah berdo’a semoga Allah menyembuhkan penyakit Anda. Barakallahufiik.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.