Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Haramnya Niyahah / Meratapi Kematian – Bagian ke-2 – dan Bab Larangan Mendatangi Dukun, Peramal, Orang Pintar, Paranormal, dan Sebagainya – Bagian ke-1 – Bab 302-303 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  | 

Ceramah agama dan pengajian Islam dengan pembahasan kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Musyafa Ad-Dariny, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman pengajian kitab Syarah Riyadhush Shalihin yang disiarkan live pada Ahad sore, 1 Ramadhan 1435 / 29 Juni 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pengajian sebelumnya, telah disampaikan mengenai pembahasan Bab Larangan Takalluf / Bersusah-payah Melakukan atau Mengatakan Sesuatu yang Tidak Ada Manfaatnya dan Bab Haramnya Niyahah / Meratapi Kematian (Bagian ke-1), dan pada pembahasan kali ini Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdilmuhsin Al-‘Abbad Al-Badr, akan membahas tentang Bab Haramnya Niyahah / Meratapi Kematian (Bagian ke-2) dan Bab Larangan Mendatangi Dukun, Peramal, Orang Pintar, Paranormal, dan Sebagainya (Bagian ke-1).

Daftar Isi

Baca Juga:
Bab Keutamaan Jihad di Jalan Allah - Bagian ke-3 - Bab 234 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Pembahasan dalam Rekaman Pengajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Perkara-perkara yang Dilarang (كتَاب الأمُور المَنهي عَنْهَا)

Bab ke-302: Haramnya Niyahah / Meratapi Mayyit, Menampari Pipi, Mencabik-cabik Pakaian, Menjambak Rambut serta Menggundulnya, dan Berdoa untuk Kebinasaan dan Kehancuran ketika Menghadapi Musibah Kematian (باب تحريم النياحة على الميت ولطم الخد وشق الجيب ونتف الشعر وحلقه والدعاء بالويل والثبور) Bagian ke-2

[03:56]

Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘laihi wa sallam bersabda:

النَّائِحَةُ إذا لَمْ تَتُبْ قَبلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَومَ القِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ، وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ. رواه مسلم

“Wanita yang meratapi mayat, apabila dia mati sebelum bertaubat, pada hari kiamat kelak akan dibangkitkan dengan memakai jubah yang terbuat dari qathiran (cairan yang berwarna hitam dan berbau busuk) dan memakai baju besi yang berkarat.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, berkata bahwa Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اثْنَتَانِ فِي النَّاسِ هُمَا بِهِمْ كُفْرٌ: الطَّعْنُ فِي النَّسَبِ، وَالنِّيَاحَةُ عَلَى المَيِّتِ. رواه مسلم

“Ada dua perkara yang terdapat pada manusia, yang keduanya adalah kekufuran bagi mereka, yaitu: menghina nasab (keturunan) dan meratapi mayat.” (HR Muslim)

Bab ke-303: Bab Larangan Mendatangi Dukun, Peramal, Orang Pintar, Paranormal, dan Sebagainya (باب النَّهي عن إتيان الكُهّان والمنجِّمين والعُرَّاف وأصحاب الرمل والطوارق بالحصى وبالشعير ونحو ذلك) Bagian ke-1

[19:53]
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata:

Baca Juga:
Bab Wajibnya Berpuasa Ramadhan dan Keutamaannya dan Bab Memperbanyak Kebaikan di Bulan Ramadhan - Bab 217-218 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

سأل رسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – أنَاسٌ عَنِ الكُهَّانِ، فَقَالَ: لَيْسُوا بِشَيءٍ، فَقَالُوا: يا رَسُولَ اللهِ إنَّهُمْ يُحَدِّثُونَا أحْيَانًا بِشَيءٍ، فَيَكُونُ حَقًّا؟ فقالَ رسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم: «تِلْكَ الكَلِمَةُ مِنَ الحَقِّ يَخْطَفُهَا الجِنِّيُّ فَيَقُرُّهَا فِي أُذُنِ وَلِيِّهِ، فَيَخْلِطُونَ مَعَهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ». متفق عليه

“Beberapa orang pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai dukun. Beliau menjawab: “Mereka tidak ada apa-apanya!” Sahabat berkata: “Wahai, Rasulullah! Terkadang mereka mengatakan kepada kami tentang sesuatu, dan hal itu ternyata benar” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalimat itu adalah bagian berita yang benar yang dicuri jin, kemudian dia meletakkannya ke telinga walinya (dukun) lalu mereka mencampurkan seratus kebohongan pada kalimat itu”.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dari Shafiyyah binti ‘Ubaid, dari sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wa radhiyallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عنْ شَيْءٍ فَصَدَّقَهُ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أرْبَعِينَ يَومًا. رواه مسلم

“Barangsiapa yang mengunjungi peramal untuk menanyakan sesuatu kepadanya lalu membenarkannya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari.” (HR Muslim)

Silakan simak penjelasan selengkapnya pengajian kitab Riyadhush Shalihin selengkapnya bersama Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab Haramnya Niyahah / Meratapi Kematian (Bagian ke-2) dan Bab Larangan Mendatangi Dukun, Peramal, Orang Pintar, Paranormal, dan Sebagainya (Bagian ke-1)<

Baca Juga:
Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah - Hadits 1428-1431 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download pengajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.