Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Makruhnya Berbicara dengan Dibuat-buat, Makruhnya Mengucapkan “Diriku Keji”, hingga Makruhnya Mengucapkan “Maa Syaa Allah wa Syaa-a Fulan” – Bab 328-333 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  | 

Ceramah agama dan pengajian Islam dengan pembahasan kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Musyafa Ad-Dariny, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman pengajian kitab Syarah Riyadhush Shalihin yang disiarkan live pada Selasa sore, 10 Ramadhan 1435 / 8 Juli 2014, pada pukul 17:05-17:50 WIB, di Radio Rodja dan Rodja TV. Pada pengajian sebelumnya, telah disampaikan mengenai pembahasan Larangan Mencela Angin, Larangan Mencela Ayam Jantan, hingga Larangan Berkata Keji dan Kotor yang merupakan pembahasan dari Bab 323-327, dan pada pembahasan kali ini Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdilmuhsin Al-‘Abbad Al-Badr, akan membahas tentang “Makruhnya Berbicara dengan Dibuat-buat, Makruhnya Mengucapkan “Diriku Keji”, hingga Makruhnya Mengucapkan “Maa Syaa Allah wa Syaa-a Fulan”“, yang merupakan pembahasan dari Bab 328-333.

Daftar Isi

Baca Juga:
Keutamaan Shalat Malam / Qiyamullail - Bagian ke-1 - Bab 212 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Pembahasan dalam Rekaman Pengajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Perkara-perkara yang Dilarang (كتَاب الأمُور المَنهي عَنْهَا)

Bab ke-328: Makruhnya Berbicara dengan Dibuat-buat, Berpura-pura Fasih, dan Memakai Bahasa yang Sulit Dipahami Oleh Orang Lain (باب النهي عن سب الريح، وبيان ما يقال عند هبوبها)

[00:01]
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Celakalah orang-orang yang berlebihan. Beliau mengucapkan hal itu tiga kali.” (HR Muslim)

Bab ke-329: Makruhnya Mengucapkan “Diriku Keji” (باب النهي عن سب الريح، وبيان ما يقال عند هبوبها)

[12:07]
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Janganlah sekali-kali di antara kamu berkata: “Diriku keji”, tetapi hendaknya dia berkata: “Diriku jelek”.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Bab ke-333: Makruhnya Mengucapkan “Maa Syaa Allah wa Sya-a Fulan” (باب النهي عن سب الريح، وبيان ما يقال عند هبوبها)

[35:29]
Dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Janganlah kalian berkata: “Maa Syaa Allah wa Syaa-a Fulan (atas kehendak Allah dan kehendak fulan)”, tetapi katakanlah: “Maa Syaa Allah tsumma Syaa-a Fulan (atas kehendak Allah kemudian kehendak fulan)”. (HR Abu Dawud dengan sanad shahih)

Silakan simak penjelasan selengkapnya pengajian kitab Riyadhush Shalihin selengkapnya bersama Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:
Larangan Mencela Orang yang Telah Berbuat Baik kepada Kita - Kitab Fiqhul Akhlaq (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab Makruhnya Berbicara dengan Dibuat-buat, Bab Makruhnya Mengucapkan “Diriku Keji”, hingga Bab Makruhnya Mengucapkan “Maa Syaa Allah wa Syaa-a Fulan”

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download pengajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

Telegram Rodja Official

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.