Rodja Peduli

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Makruhnya Berbincang-bincang Setelah Waktu ‘Isya’ hingga Makruhnya Mengerjakan Shalat ketika Hidangan Makanan Telah Siap atau Sambil Menahan Buang Air – Bab 334-339 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 5:00 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 14 Juli 2014 pukul 1:30 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=7508

Ceramah agama dan pengajian Islam dengan pembahasan kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Musyafa Ad-Dariny, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman pengajian kitab Syarah Riyadhush Shalihin yang disiarkan live pada Ahad sore, 15 Ramadhan 1435 / 13 Juli 2014, pada pukul 15:45-16:40 WIB, di Radio Rodja dan Rodja TV. Pada pengajian sebelumnya, telah disampaikan mengenai pembahasan Makruhnya Berbicara dengan Dibuat-buat, Makruhnya Mengucapkan “Diriku Keji”, hingga Makruhnya Mengucapkan “Maa Syaa Allah wa Syaa-a Fulan” yang merupakan pembahasan dari Bab 328-333, dan pada pembahasan kali ini Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdilmuhsin Al-‘Abbad Al-Badr, akan membahas tentang “Makruhnya Berbincang-bincang Setelah Waktu ‘Isya’ hingga Makruhnya Mengerjakan Shalat ketika Hidangan Makanan Telah Siap atau Sambil Menahan Buang Air“, yang merupakan pembahasan dari Bab 334-339.

Pembahasan dalam Rekaman Pengajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Perkara-perkara yang Dilarang (كتَاب الأمُور المَنهي عَنْهَا)

Bab ke-334: Makruhnya Berbincang-bincang Setelah Waktu ‘Isya’ (باب كراهة الحديث بعد العشاء الآخرة)

Dari Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu:

أنَّ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – كان يكرهُ النَّومَ قَبْلَ العِشَاءِ والحَديثَ بَعْدَهَا. متفقٌ عليه

Baca Juga:
Kitab Puasa (Bagian ke-2): Penentuan Awal Ramadhan, Sahur Puasa dan Anjurannya, hingga Pembatal-pembatal Puasa - Kitab Umdatul Ahkam (Ustadz Abu Qatadah)

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukai tidur sebelum shalat ‘Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Bab ke-339: Makruhnya Mengerjakan Shalat ketika Hidangan Makanan Telah Siap atau Sambil Menahan Buang Air (باب كراهة الصلاة بحضرة الطعام ونفسه تتوق إِلَيْهِ أَوْ مَعَ مدافعة الأخبثين)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata:

سَمِعْتُ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – يقولُ: «لا صَلاَةَ بِحَضْرَةِ طَعَامٍ، وَلاَ وَهُوَ يُدَافِعُهُ الأَخْبَثَانِ». رواه مسلم

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak boleh shalat ketika makanan telah dihidangkan dan tidak boleh pula sewaktu dia sedang menahan dua kotoran (kencing dan berak)”.” (HR Muslim)

Silakan simak penjelasan selengkapnya pengajian kitab Riyadhush Shalihin selengkapnya bersama Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab Makruhnya Berbincang-bincang Setelah Waktu ‘Isya’ hingga Bab Makruhnya Mengerjakan Shalat ketika Hidangan Makanan Telah Siap atau Sambil Menahan Buang Air

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download pengajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.