Rodja Peduli

Tematik

Detik-Detik Wafatnya Rasulullah – Hikmah Pelajaran dan Jawaban atas Isu Pembongkaran Makam Nabi (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 31 Agustus 2015 pukul 12:46 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=8396

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Ceramah agama tematik yang disampaikan oleh Ustadz Zainal Abidin ini membahas satu hadits yang sangat panjang, yang mengisahkan tentang “Detik-Detik Wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam” yang mengharu-biru, di mana dari bahasan hadits tersebut pula turut menyibakkan “Hikmah Pelajaran dan Jawaban atas Isu Pembongkaran Makam Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam“. Ceramah ini adalah rekaman dari siaran live Radio Rodja dan Rodja TV pada Rabu malam, 16 Dzulqa’dah 1435 / 10 September 2014, pukul 20:00-21:30 WIB.

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Detik-Detik Wafatnya Rasulullah (Hikmah Pelajaran dan Jawaban atas Isu Pembongkaran Makam Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam)

Pada kesempatan ini, kita akan mengangkat hadits panjang yang dikeluarkan oleh Imam At-Tirmidzi di dalam kitab Asy-Syamail Muhammadiyyah, Imam An-Nasai di dalam Tafsir-nya, dan Imam Thabrani dalam Mu’jamul Kabir.

أُغْمِيَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فِي مَرَضِهِ فَأَفَاقَ ، فَقَالَ : ” حَضَرَتِ الصَّلاةُ ؟ ” فَقَالُوا : نَعَمْ . فَقَالَ : ” مُرُوا بِلالا فَلْيُؤَذِّنْ ، وَمُرُوا أَبَا بَكْرٍ أَنْ يُصَلِّيَ لِلنَّاسِ ” أَوْ قَالَ : بِالنَّاسِ ، قَالَ : ثُمَّ أُغْمِيَ عَلَيْهِ ، فَأَفَاقَ ، فَقَالَ : ” حَضَرَتِ الصَّلاةُ ؟ ” فَقَالُوا : نَعَمْ . فَقَالَ : ” مُرُوا بِلالا فَلْيُؤَذِّنْ ، وَمُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ ” ، فَقَالَتْ عَائِشَةُ : إِنَّ أَبِي رَجُلٌ أَسِيفٌ ، إِذَا قَامَ ذَلِكَ الْمَقَامَ بَكَى فَلا يَسْتَطِيعُ ، فَلَوْ أَمَرْتَ غَيْرَهُ ، قَالَ : ثُمَّ أُغْمِيَ عَلَيْهِ فَأَفَاقَ فَقَالَ : ” مُرُوا بِلالا فَلْيُؤَذِّنْ ، وَمُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ ، فَإِنَّكُنَّ صَوَاحِبُ أَوْ صَوَاحِبَاتُ يُوسُفَ ” ، قَالَ : فَأُمِرَ بِلالٌ فَأَذَّنَ ، وَأُمِرَ أَبُو بَكْرٍ فَصَلَّى بِالنَّاسِ ، ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَجَدَ خِفَّةً ، فَقَالَ : ” انْظُرُوا لِي مَنْ أَتَّكِئُ عَلَيْهِ ” ، فَجَاءَتْ بَرِيرَةُ , وَرَجُلٌ آخَرُ ، فَاتَّكَأَ عَلَيْهِمَا فَلَمَّا رَآهُ أَبُو بَكْرٍ ذَهَبَ لِينْكُصَ فَأَوْمَأَ إِلَيْهِ أَنْ يَثْبُتَ مَكَانَهُ ، حَتَّى قَضَى أَبُو بَكْرٍ صَلاتَهُ ، ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُبِضَ ، فَقَالَ عُمَرُ : وَاللَّهِ لا أَسْمَعُ أَحَدًا يَذْكُرُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قُبِضَ إِلا ضَرَبْتُهُ بِسَيْفِي هَذَا ، قَالَ : وَكَانَ النَّاسُ أُمِّيِّينَ لَمْ يَكُنْ فِيهِمْ نَبِيٌّ قَبْلَهُ ، فَأَمْسَكَ النَّاسُ ، فَقَالُوا : يَا سَالِمُ ، انْطَلِقْ إِلَى صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَادْعُهُ ، فَأَتَيْتُ أَبَا بَكْرٍ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ فَأَتَيْتُهُ أَبْكِي دَهِشًا ، فَلَمَّا رَآنِي ، قَالَ : أَقُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ قُلْتُ : إِنَّ عُمَرَ , يَقُولُ : لا أَسْمَعُ أَحَدًا يَذْكُرُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُبِضَ إِلا ضَرَبْتُهُ بِسَيْفِي هَذَا ، فَقَالَ لِي : انْطَلِقْ ، فَانْطَلَقْتُ مَعَهُ ، فَجَاءَ هُوَ وَالنَّاسُ قَدْ دَخَلُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْرِجُوا لِي ، فَأَفْرَجُوا لَهُ فَجَاءَ حَتَّى أَكَبَّ عَلَيْهِ وَمَسَّهُ ، فَقَالَ : إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ سورة الزمر آية 30 , ثُمَّ قَالُوا : يَا صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَقُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ قَالَ : نَعَمْ ، فَعَلِمُوا أَنْ قَدْ صَدَقَ ، قَالُوا : يَا صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَيُصَلَّى عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ؟ قَالَ : نَعَمْ ، قَالُوا : وَكَيْفَ ؟ قَالَ : يَدْخُلُ قَوْمٌ فَيُكَبِّرُونَ وَيُصَلُّونَ , وَيَدْعُونَ ، ثُمَّ يَخْرُجُونَ ، ثُمَّ يَدْخُلُ قَوْمٌ فَيُكَبِّرُونَ وَيُصَلُّونَ وَيَدْعُونَ ، ثُمَّ يَخْرُجُونَ ، حَتَّى يَدْخُلَ النَّاسُ ، قَالُوا : يَا صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَيُدْفَنُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ قَالَ : نَعَمْ ، قَالُوا : أَيْنَ ؟ قَالَ : فِي الْمكَانِ الَّذِي قَبَضَ اللَّهُ فِيهِ رُوحَهُ ، فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَقْبِضْ رُوحَهُ إِلا فِي مَكَانٍ طَيِّبٍ . فَعَلِمُوا أَنْ قَدْ صَدَقَ ، ثُمَّ أَمَرَهُمْ أَنْ يَغْسِلَهُ بَنُو أَبِيهِ , وَاجْتَمَعَ الْمُهَاجِرُونَ يَتَشَاوَرُونَ ، فَقَالُوا : انْطَلِقْ بِنَا إِلَى إِخْوَانِنَا مِنَ الأَنْصَارِ نُدْخِلُهُمْ مَعَنَا فِي هَذَا الأَمْرِ ، فَقَالَتِ الأَنْصَارُ : مِنَّا أَمِيرٌ وَمِنْكُمْ أَمِيرٌ ، فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ : مَنْ لَهُ مثل هَذِهِ الثَّلاثِ ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا سورة التوبة آية 40 مَنْ هُمَا ؟ قَالَ : ثُمَّ بَسَطَ يَدَهُ فَبَايَعَهُ وَبَايَعَهُ النَّاسُ بَيْعَةً حَسَنَةً جَمِيلَةً

Baca Juga:
Hari Raya Idul Fitri, Hari Kebahagiaan Kaum Muslimin - Khutbah Idul Fitri (Ustadz Abu 'Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai pingsan karena sakitnya (sakaratul maut), kemudian sadarkan diri dan beliau berkata, “Apakah (waktu) shalat sudah masuk?” Maka orang-orang sekitarnya menjawab, “Iya.” Maka Rasulullah berkata, “Perintahlah Bilal untuk adzan dan perintahkan Abu Bakar untuk shalat menjadi imam manusia.” Kemudian Rasulullah pingsan lagi, kemudian sadar lagi, dan berkata, “Shalat sudah masuk?” Para sahabat yang ada di sekitarnya menjawab, “Iya.” Rasulullah berkata, “Perintahkan Bilal untuk adzan dan perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam shalat.” …”

Beberapa Hikmah Pelajaran dari Hadits Detik-Detik Wafatnya Rasulullah

1. Betapa tinggi nilai shalat di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Betapa agung kedudukan shalat di hadapan Sunnah, ketetapan, serta syari’at Islam, sampai Allah mengatakan:

… إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتاً (النساء: ١٠٣)

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An-Nisa [4]: 103)
2. Penunjukan muadzin adalah di tangan imam.
3. Adzan adalah syi’ar shalat.
4. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan isyarat secara implisit akan kedudukan Abu Bakar setelah wafatnya Rasulullah, (yaitu) orang yang pantas dan patut mengganti Rasulullah setelah wafatnya.
5. Hendaknya seorang imam apabila udzur / tidak mampu menugaskan orang yang piawai dan mampu untuk menjadi imam shalat dan imam negara.
Dst.

Terutama hikmah pelajaran tentang bagaimana besarnya cinta para sahabat, terutama kalangan senior dari mereka, seperti Abu Bakar, Umar bin Khaththab, dst radhiyallahu ‘anhum kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berbagai hikmah pelajaran dari hadits detik-detik wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang pada saat itu selalu didampingi ‘Aisyah, sebagai istrinya, kemudian para sahabat-sahabatnya. Yuk kita simak ceramah agama ini, di mana di dalamnya juga menjawab isu pembongkaran makam Nabi yang dihembuskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga:
Baiat 'Aqabah Kedua - Faedah Sirah Nabawiyah (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

Download Ceramah: Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc. – Detik-Detik Wafatnya Rasulullah (Hikmah Pelajaran dan Jawaban atas Isu Pembongkaran Makam Nabi)

4 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.