Telegram Rodja Official

Al-Adabul Mufrad

Maula Suatu Kaum termasuk dari Golongan Mereka, Barangsiapa yang Merawat 1 atau 2 Anak Perempuan, Barangsiapa yang Menanggung 3 Saudara Perempuan, serta Keutamaan Merawat Anak Perempuan yang Dikembalikan / Ditinggalkan Suaminya – Hadits 75-82 – Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 09 Mei 2015 pukul 2:12 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=10067

Ceramah oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

Ceramah yang diangkat dari kitab Adabul Mufrad yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. alhamdulillah dapat kita lanjutkan kembali pada Senin malam, 16 Dzulhijjah 1436 / 8 Desember 2014. Sebelumnya, telah dibahas Hadits 69-74 tentang Keutamaan Menyambung Silaturahmi kepada Keluarga yang Dzalim, Orang yang Menyambung Silaturahmi di Masa Jahiliyah kemudian Masuk Islam, dan Seterusnya. Dan pada kesempatan kali ini, kita berlanjut kepada pembahasan Hadits 75-82 yang membahas 4 bab tentang Maula Suatu Kaum termasuk dari Golongan Mereka, Barangsiapa yang Merawat 1 atau 2 Anak Perempuan, Barangsiapa yang Menanggung 3 Saudara Perempuan, serta Keutamaan Merawat Anak Perempuan yang Dikembalikan / Ditinggalkan Suaminya. Silakan simak atau download rekaman ceramah yang insya Allah sangat bermanfaat ini.

NB: Mohon maaf, apabila suara dalam rekaman terputus-putus karena gangguan teknis (koneksi) selama berlangsungnya ceramah langsung (live).

[sc:status-adabul-mufrad-ustadz-syafiq-riza-basalamah-2014]

Daftar Isi

Baca Juga:
Keutamaan Sifat Malu - Bagian ke-1 - Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Ringkasan Kajian Kitab Adabul Mufrad

Bab ke-40: Bab Maula Suatu Kaum termasuk dari Golongan Mereka (باب مولى القوم من أنفسهم)

[01:14]

Hadits ke-75: Orang yang Ada Perjanjian dengan Kita, Anak-Anak Saudari Kita, dan Maula Kita termasuk Golongan Kita

Sudah dijelaskan sebelumnya, maula itu mantan budak yang dibebaskan, bisa bermakna satu kelompok yang ada perjanjian di antara mereka (seperti kabilah Khuza’ah bersekutu dengan kabilah Quraisy, maka mereka disebut maula Quraisy).

Dari Rif’ah bin Rafi’ radhiyallahu ‘anhu:

أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ لِعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : اجْمَعْ لِي قَوْمَكَ ، فَجَمَعَهُمْ ، فَلَمَّا حَضَرُوا بَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهِ عُمَرُ ، فَقَالَ : قَدْ جَمَعْتُ لَكَ قَوْمِي ، فَسَمِعَ ذَلِكَ الأَنْصَارُ ، فَقَالُوا : قَدْ نَزَلَ فِي قُرَيْشٍ الْوَحْيُ ، فَجَاءَ الْمُسْتَمِعُ وَالنَّاظِرُ مَا يُقَالُ لَهُمْ ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَامَ بَيْنَ أَظْهُرِهِمْ ، فَقَالَ : هَلْ فِيكُمْ مِنْ غَيْرِكُمْ ؟ قَالُوا : نَعَمْ ، فِينَا حَلِيفُنَا وَابْنُ أُخْتِنَا وَمَوَالِينَا ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : حَلِيفُنَا مِنَّا ، وَابْنُ أُخْتِنَا مِنَّا ، وَمَوْلانَا مِنَّا ، وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ : إِنَّ أَوْلِيَائِي مِنْكُمُ الْمُتَّقُونَ ، فَإِنْ كُنْتُمْ أُولَئِكَ فَذَاكَ ، وَإِلا فَانْظُرُوا ، لا يَأْتِي النَّاسُ بِالأَعْمَالِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، وَتَأْتُونَ بِالأَثْقَالِ ، فَيُعْرَضَ عَنْكُمْ ، ثُمَّ نَادَى ، فَقَالَ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، وَرَفَعَ يَدَيْهِ يَضَعَهُمَا عَلَى رُءُوسِ قُرَيْشٍ ، أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ قُرَيْشًا أَهْلُ أَمَانَةٍ ، مَنْ بَغَى بِهِمْ ، قَالَ زُهَيْرٌ : أَظُنُّهُ قَالَ : الْعَوَاثِرَ ، كَبَّهُ اللَّهُ لِمِنْخِرَيْهِ ، يَقُولُ ذَلِكَ ثَلاثَ مَرَّاتٍ

Baca Juga:
Larangan Makan dan Minum Menggunakan Bejana dari Emas dan Perak - Ensiklopedi Larangan dalam Islam (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepada ‘Umar, “Kumpulkan untukku kaummu!” Maka dikumpulkan oleh ‘Umar. Ketika mereka sudah hadir semuanya di pintu rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ‘Umar masuk menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu ‘Umar berkata, “Aku telah mengumpulkan bagimu kaumku. Orang-orang Anshar mendengar adanya perkumpulan untuk orang-orang Quraisy, mereka berkata, “Telah turun untuk orang-orang Quraisy sebuah wahyu.” Maka datanglah orang-orang yang ingin mendengar dan ingin melihat apa yang akan dikatakan kepada Quraisy. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumahnya, lalu beliau berdiri di hadapan mereka, dan berkata, “Apakah ada di tengah-tengah kalian yang selain dari kelompok kalian?” Mereka menjawab, “Iya, di tengah-tengah kami ini ada sekutu-sekutu kami (yang ada perjanjian dengan kami), anak saudara perempuan kami, dan maula-maula kami.” Berkata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Orang yang ada perjanjian dengan kita itu termasuk dari golongan kita, anak saudara wanita kita adalah termasuk golongan kita, dan maula-maula kita adalah termasuk golongan kita. …”

Bab ke-41: Bab Barangsiapa yang Merawat 1 atau 2 Anak Perempuan (باب من عال جاريتين أو واحدة)

[14:12]

Hadits ke-76: Keutamaan Anak Perempuan

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, bahwa dia mendengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاثُ بَنَاتٍ ، وَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ ، وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ ، كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ

Baca Juga:
Bab Memaafkan Pembantu, Jika Budak Mencuri, hingga Adab Pembantu - Hadits 164-171 - Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

“Barangsiapa yang memiliki 3 anak perempuan, dia bersabar merawat dan dia memberikan pakaian kepada anak-anak perempuan itu dari hasil kerjanya, maka anak-anak perempuan itu akan menjadi penghalang bagi dia dari api neraka.”

Bab ke-42: Bab Barangsiapa yang Merawat 3 Saudara Perempuan (باب من عال ثلاث أخوات)

[25:03]

Hadits ke-79:

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يَكُونُ لأَحَدٍ ثَلاثُ بَنَاتٍ ، أَوْ ثَلاثُ أَخَوَاتٍ ، فَيُحْسِنُ إِلَيْهِنَّ ، إِلا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Tidaklah salah seorang dari kalian yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan, kemudian dia berbuat baik kepadanya, melainkan dia pasti masuk surga.”

Bab ke-43: Bab Keutamaan Merawat Anak Wanita yang Dikembalikan / Ditinggalkan Suaminya (باب فضل من عال ابنته المردودة)

[29:37]

Hadits ke-80: Sedekah Paling Agung (Dha’if)

Dari ‘Ali bin Rabah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Suraqah bin Ju’syum:

أَلا أَدُلُّكَ عَلَى أَعْظَمِ الصَّدَقَةِ ، أَوْ مِنْ أَعْظَمِ الصَّدَقَةِ ؟ قَالَ : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ : ابْنَتُكَ مَرْدُودَةٌ إِلَيْكَ ، لَيْسَ لَهَا كَاسِبٌ غَيْرُكَ

“”Maukah engkau aku beritahu terhadap suatu sedekah yang termasuk paling agung?” Suraqah mengatakan, “Tentu, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda, “Anak perempuanmu yang dikembalikan kepadamu yang dia tidak ada menanggungnya kecuali engkau.”

Baca Juga:
Orang yang Mendengarkan Kekejian lalu Menyebarkannya - Bab 151-152 - Hadits 324-330 - Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Hadits ke-82: Apa yang Dimakan

Dari Miqdam bin Ma’di Kariba radhiyallahu ‘anhu, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ ، وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ ، وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ ، وَمَا أَطْعَمْتَ خَادِمَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Makanan yang engkau berikan untuk dirimu sendiri, maka itu adalah sedekah bagimu. Makanan yang engkau berikan untuk anakmu, maka itu adalah sedekah bagimu. Makanan yang engkau berikan untuk istrimu, maka itu adalah sedekah bagimu. Dan Makanan yang engkau berikan untuk pembantumu, maka itu adalah sedekah bagimu.”

Banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik dari Hadits 75-82 dari kitab Al-Adabul Mufrad, termasuk di dalamnya tentang keutamaan anak perempuan. Mari download ceramah ini untuk memetik faedah-faedah dari hadits yang bertaburan dalam kitab yang mengulas seputar akhlak dan adab ini.

Download Rekaman Kajian Kitab Adabul Mufrad: Bab Maula Suatu Kaum termasuk dari Golongan Mereka, Bab Barangsiapa yang Merawat 1 atau 2 Anak Perempuan, Bab Barangsiapa yang Menanggung 3 Saudara Perempuan, serta Bab Keutamaan Merawat Anak Perempuan yang Dikembalikan / Ditinggalkan Suaminya (Hadits 75-82)

Share juga yuk ceramah ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga menjadi ladang pahala bagi kita semua yang telah menyebarkan kebaikan ini. Aamiin.

Baca Juga:
Hukum-Hukum Pakaian dan Hijab Wanita - Bagian ke-1 - Tuntunan Praktis Fiqih Wanita (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

2 Comments

    Leave a Reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    + 4 = 10

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.