Telegram Rodja Official

Syarh Buluughul Maraam

Sifat Shalat Nabi – Bagian ke-14: Basmalah, Apakah Bagian dari Surat Al-Fatihah? – Hadits 282 – Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

By  | 

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Alhamdulillah, dapat kita lanjutkan kembali ceramah pekan lalu dari kitab Bulughul Maram yang telah menguraikan tentang Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-13: Hukum Mengeraskan Basmalah dalam Shalat Jahr – Hadits 281). Pada ceramah ini, yang disampaikan secara live pada Rabu malam, 15 Rabi’uts Tsani 1436 / 4 Februari 2015 di Radio Rodja dan Rodja TV, menyampaikan kelanjutannya, yaitu pembahasan Hadits ke-282, sehingga pembahasan yang diangkat kali ini adalah tentang Basmalah, Apakah Bagian dari Surat Al-Fatihah? merupakan Seri Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-14).

[sc:status-syarah-bulughul-maram-ustadz-zainal-abidin-2013]
[sc:ralat-seri-sifat-shalat-nabi-ustadz-zainal]

Ringkasan Ceramah – Kajian Kitab Bulughul Maram: Bab Sifat Shalat Nabi (بَابُ صِفَةِ اَلصَّلَاةِ)

Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-14: Basmalah, Apakah Bagian dari Surat Al-Fatihah? – Hadits 282)

Pada kesempatan ini, saya (Ustadz Zainal Abidin, Lc. – Red) akan mengangkat tema tentang al-basmalah, apakah bagian dari Surat Al-Fatihah atau tidak. Dari hadits ke-282, yang ada dalam Bulughul Maram. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Baca Juga:
Petunjuk Nabi dalam Ibadah Shalat - Bagian ke-1 - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

إِذَا قَرَأْتُمْ اَلْفَاتِحَةِ فَاقْرَءُوا : ( بِسْمِ اَللَّهِ اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ ) , فَإِنَّهَا إِحْدَى آيَاتِهَا

“Jika kalian membaca Surat Al-Fatihah, maka bacalah “bismillahirrahmanirrahim“, karena dia adalah salah satu ayat-ayat yang ada di dalam Surat Al-Fatihah.”

Hadits ini diperdebatkan oleh para ulama akan keshahihannya mada mauquf atau marfu’. Ada yang mengatakan, bahwa hadits ini adalah mauquf, secara hukumnya adalah marfu’. Ada yang mengatakan ini adalah mauquf. Permasalahannya hadits ini oleh Imam Abu Bakar Al-Hanafi, kemudian dari Nuh bin Abi Bilal, dari Sa’id bin Abi Sa’id Al-Maqburi, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dan di sini ada ‘Abdul Hamid bin Ja’far yang secara umum diperdebatkan oleh para ulama, akan tetapi perlu ditegaskan di sini bahwa Abu Bakar Al-Hanafi di dalam satu jalur meriwayatkan langsung kepada Nuh tanpa perantara ‘Abdul Hamid bin Ja’far, di dalam satu riwayat (lain) melalui ‘Abdul Hamin bin Ja’far, bahkan ini bisa dikatakan mutaba’ah, dan mutaba’ah inilah yang menyebabkan hadits ini bisa dinyatakan mauquf dan status hukumnya adalah marfu’, sebagaimana ditegaskan oleh Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani di dalam kitab At-Talkhis Al-Habir dan juga dikuatkan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani di dalam penjelasan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah. Dengan demikian, hadits ini dapat dinyatakan marfu’.

Untaian pelajaran yang sangat berharga dari hadits ke hadits dari kitab Bulughul Maram, karya Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah. Mari simak pelajaran dari hadits ke-282 dari kitab Bulughul Maram ini dengan mendownload ceramah agama berikut.

Baca Juga:
Perkara Yang Membatalkan Shalat dan Syarat-Syarat Wudhu

Download Kajian Kitab Bulughul Maram: Sifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (Bagian ke-14: Basmalah, Apakah Bagian dari Surat Al-Fatihah? – Hadits 282)

Silakan share ke Facebook, Twitter, dan Google+, pembahasan seri ceramah yang mengulas tentang tata cara shalat sesuai Al-Quran dan Al-Hadits yang shahih.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.