Telegram Rodja Official

Syarh Buluughul Maraam

Sifat Shalat Nabi – Bagian ke-6: Doa Iftitah / Istiftah sesuai dengan yang Diajarkan Rasulullah – Hadits 272 – Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 02 Mei 2015 pukul 1:47 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=13361

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Download bahasan lanjutan tentang macam doa istiftah yang terakhir telah dibahas doa istiftah dari Hadits 271, kitab Bulughul Maram. Selanjutnya, Ustadz Zainal Abidin dalam Bab Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini akan melanjutkan pelajaran tentang Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-6: Doa Iftitah / Istiftah sesuai dengan yang Diajarkan Rasulullah – Hadits 272). Ceramah ini disampaikan live di Radio Rodja dan Rodja TV pada Rabu malam, 15 Rajab 1435 / 14 Mei 2015.

[sc:status-syarah-bulughul-maram-ustadz-zainal-abidin-2013]
[sc:ralat-seri-sifat-shalat-nabi-ustadz-zainal]

Ringkasan Ceramah – Kajian Kitab Bulughul Maram: Bab Sifat Shalat Nabi (بَابُ صِفَةِ اَلصَّلَاةِ)

Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-6: Doa Iftitah / Istiftah sesuai dengan yang Diajarkan Rasulullah – Hadits 272)

Dari ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ

“Dahulu … mengucapkan (doa istiftah saat shalat):”

سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، تَبَارَكَ اِسْمُكَ ، وَتَعَالَى جَدُّكَ ، وَلَا إِلَهُ غَيْرُكَ

Baca Juga:
Hubungan Shalat dengan Kemenangan

Hadits ini patut untuk menjadi hujjah, walaupun beberapa komentar dari para ulama mengatakan hadits ini ma’lul sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Ad-Daruquthny mengatakan, “Laisa bil qawi” (tidak kuat) karena sebagaimana yang telah ditegaskan oleh para ulama di dalam sanadnya ada Haritsah bin Abu Ar-Rijal dan Haritsah adalah dha’if. Tetapi yang dikatakan oleh para ulama, bahwa dha’if mungkin di sisi marfu’-nya kalau disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tetapi kalau kepada ‘Umar, maka itu merupakan suatu hadits yang shahih, sehingga diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam Shahih-nya.

Ada sebagian ulama yang meriwayatkan dengan sanad maushul, ada yang meriwayatkan mauquf, dan yang shahih adalah mauquf.

Apakah boleh menyambung doa ini dengan doa kita jelaskan sebelumnya?

Mari kita simak kembali bahasan seri doa iftitah dalam shalat yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Download Kajian Kitab Bulughul Maram: Sifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-6: Doa Iftitah / Istiftah sesuai dengan yang Diajarkan Rasulullah – Hadits 272)

Bagikan kembali rekaman ceramah ini kepada kaum Muslimin, atau Anda cukup tekan tombol share ke media sosial di bawah ini. Semoga menjadi ladang pahala bagi kita karena telah menyebarkan kebaikan ini, Aamiin.

Baca Juga:
Keutamaan Bacaan Dzikir Sehari-Hari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 32 = 38

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.