Telegram Rodja Official

Syarh Buluughul Maraam

Puasa Ramadhan – Bagian ke-1 – Larangan Mendahului Puasa Ramadhan dengan Puasa 1 atau 2 Hari sebelum Ramadhan dan Larangan Memulai Puasa Ramadhan di Hari yang Diragukan – Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 24 Juni 2014 pukul 9:33 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=7101

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Ceramah agama yang merupakan rekaman dari siaran live pada Rabu malam, 20 Sya’ban 1435 / 18 Juni 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV ini, adalah pengajian kitab Bulughul Maram bersama Ustadz Zainal Abidin Syamsudin. Pengajian kali ini langsung membahas tentang bahasan yang terkait dengan bulan yang sebentar lagi kita sambut, yaitu bulan Ramadhan. Pembahasan tentang Puasa Ramadhan ini diambil dari Kitabish Shiyam (كِتاب الصّيام) dalam kitab Bulughul Maram tersebut, untuk membahas 2 hadits pertama darinya, yaitu hadits terkait “Larangan Mendahului Puasa Ramadhan dengan Puasa 1 atau 2 Hari sebelum Ramadhan” dan “Larangan Memulai Puasa Ramadhan di Hari yang Diragukan“.

[sc:status-syarah-bulughul-maram-ustadz-zainal-abidin-2013]

Ringkasan Pengajian Kitab Bulughul Maram: Bab Puasa (كِتَابُ اَلصِّيَامِ)

Puasa ada 2 macam, yaitu puasa yang hukumnya wajib (ada 3 jenis: puasa Ramadhan, puasa nadzar, dan puasa qadha) dan puasa sunnah (ada banyak macamnya, seperti puasa Dawud, puasa Senin-Kamis, puasa tiap bulan 3 hari [ayyamul bidh], puasa ‘Asyura, dan puasa ‘Arafah).

Baca Juga:
Membina Hubungan Baik antara Rakyat dan Penguasa (Syaikh 'Abdul Malik Al-Jazairi)

Puasa Ramadhan (Bagian ke-1)

Larangan Mendahului Puasa Ramadhan dengan Puasa 1 atau 2 Hari sebelum Ramadhan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
[11:41]

لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ, إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا, فَلْيَصُمْهُ

Janganlah kamu mendahului Ramadhan dengan puasa 1 atau 2 hari, kecuali orang yang terbiasa puasa.

Kita tidak boleh puasa menjelang Ramadhan 1 atau 2 hari kalau konteksnya hanya sekedar hati-hati, sementara tanggal 30 Sya’ban itu belum ada berita / kejelasan apakah sudah Ramadhan atau belum, sehingga tanggal 30 Sya’ban itu dia puasa dalam konteks kehati-hatian, “Kalau seandainya masuk Ramadhan, maka kita anggap puasa Ramadhan. Kalau tidak / belum Ramadhan, maka kita anggap puasa sunnah,” maka ini yang tidak boleh.

Tapi kalau puasa 1 atau 2 hari sebelum Ramadhan, jelas belum masuk Ramadhan tapi dilakukan untuk mengqadha puasa, puasa nadzar, puasa Senin-Kamis, atau puasa Dawud, maka tidak ada masalah.

Larangan Memulai Puasa Ramadhan di Hari yang Diragukan

Dari ‘Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
[21:41]

مَنْ صَامَ اَلْيَوْمَ اَلَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَقَدْ عَصَى أَبَا اَلْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Barangsiapa yang berpuasa pada hari yang meragukan, maka ia telah durhaka pada Abul Qasim (yaitu Rasulullah) shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Mari kita simak pembahasan ilmiah yang penuh ilmu dan manfaat untuk kita menghadapi puasa Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. Download rekaman pengajian ini sekarang juga. Dan jangan lupa untuk simak kelanjutan pembahasan kitab Bulughul Maram di Rodja.

Baca Juga:
Ensiklopedi Larangan dalam Islam: Belajar Agama dengan Tujuan Mendapatkan Bagian dari Dunia dan Menyimpan Ilmu, Bagian ke-4 - TPP: Adab Menuntut Ilmu (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

Download Pengajian Kitab Bulughul Maram: Puasa Ramadhan (Bagian ke-1): Larangan Mendahului Puasa Ramadhan dengan Puasa 1 atau 2 Hari sebelum Ramadhan dan Larangan Memulai Puasa Ramadhan di Hari yang Diragukan

Ayo kita bagikan rekaman pengajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+, insya Allah menjadi amal shalih bagi kita, Aamiin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

55 + = 63

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.