Telegram Rodja Official

Al-Ishbah

Ahlussunnah wal Jamaah Meyakini Wajibnya Berpegang Teguh Kepada Manhaj Nabi Dalam Berdakwah – Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  | 

Ahlussunnah wal Jamaah Meyakini Wajibnya Berpegang Teguh Kepada Manhaj Nabi Dalam Berdakwah – Al-Ishbah adalah Kajian Islam oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. Kajian ini merupakan bagian dari kajian kitab “الإصباح في بيان منهج السلف في التربية والإصلاح” atau biasa disebut dengan “Al-Ishbah fi Bayani Manhajis Salaf fi Tarbiyah wal Ishlah” karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-‘Ubailan hafidzahullah.

Download juga kajian sebelumnya: Ahlussunnah wal Jamaah Mengingatkan Agar Tidak Menjadikan Agama Sebagai Wasilah Menggapai Dunia Bagian 2

Ringkasan Kajian Ahlussunnah wal Jamaah Meyakini Wajibnya Berpegang Teguh Kepada Manhaj Nabi Dalam Berdakwah

Bahwa dalam berdakwah, mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah, mengajak manusia untuk kembali kepada agama Allah subhanahu wa ta’ala. Dakwah inilah dakwah yang suci dan mulia. Dan manusia tidak mungkin bisa berdakwah kecuali ketika mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bagaiamana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah? Inilah yang harus kita pegang. Kita tidak lebih tahu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, cara-cara atau metode yang menyimpang dari metode Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak diterima. Beberapa dalil yang mendukung hal ini adalah:

Baca Juga:
Sebab-Sebab Yang Mendatangkan Keringanan dalam Syariat

اتَّبِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ ﴿٣﴾

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).” (QS. Al-A’raf [7]: 3)

Dasar dari umat Islam adalah Al-Qur’an dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah sebagai penjelas. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَمَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ ۙ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ﴿٦٤﴾

Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. An-Nahl [16]: 64)

Oleh karena itu, kita butuh mengetahui manhajnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berdakwah. Tidak boleh kita mengarang-ngarang, membuat-membuat aturan sendiri dalam berdakwah.

Dalil selanjutnya akan wajibnya kita mengikuti cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berdakwah adalah:

أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِ كَمَن زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُم ﴿١٤﴾

Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Rabbnya sama dengan orang yang (shaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?” (QS. Muhammad [47]: 14)

Baca Juga:
Ramadhan Adalah Bulan Bersabar

قُلْ هَـٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّـهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّـهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴿١٠٨﴾

Katakanlah: ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik’.” (QS. Yusuf [12]: 108)

Dari ayat di atas, kita dapat mengetahui bahwa dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasar kepada keikhlasan. Tanpa maksud lain dan hanya mengharapkan wajah Allah. Yakni mengajak manusia agar tunduk dan patuh hanya kepada Allah. Kemudian, dakwahnya diatas ilmu (hujjah) dan bukan diatas hawa nafsu, retorika dan kejahilan. Ayat di atas juga merupakan ketegasan dari Allah subhanahu wa ta’ala dalam rangka memerintah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengatakan kepada manusia, “aku bukan orang-orang musyrik, aku muslim“. Serta perintah agar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak manusia kepada Allah dan bukan kepada kelompoknya, organisasinya, partainya atau yang lain. Dan ini tugas seluruh Nabi dan Rasul.

Nabi Musa, mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah. Tidak mengajak manusia berpolitik untuk menjatuhkan Fir’aun. Tapi datang dan mendakwahi Fir’aun agar tunduk kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Download Kajian Ahlussunnah wal Jamaah Meyakini Wajibnya Berpegang Teguh Kepada Manhaj Nabi Dalam Berdakwah

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 84 - 87 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Lihat Juga: Radio Streaming, Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Ceramah Lucu, Khutbah Idul Adha, Kultum, Ceramah Singkat, Shalawat, Shalat JenazahRukun IslamRukun Iman, Ziarah Kubur, Shalat Berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Belajar Bahasa Arab,

Telegram Rodja Official

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.