Telegram Rodja Official

Syarh Buluughul Maraam

Sifat Shalat Nabi – Bagian ke-8: Cara Shalat Nabi Muhammad – Hadits 274 – Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

By  | 

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Kajian kitab Bulughul Maram dengan pembahasan Bab Sifat Shalat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc. Pembahasan sebelumnya, telah sampai kepada Bagian ke-7 dengan pembahasan Anjuran Membaca Ta’awudz saat Shalat. Kemudian pada pembahasan yang live pada Rabu malam, 21 Dzulhijjah 1435 / 15 Oktober 2014, pukul: 20:00-21:30 WIB adalah membahas tentang “Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-8: Cara Shalat Nabi Muhammad – Hadits 274)“. Ayo kita ikuti pembahasan yang komprehensif tentang tata cara shalat sesuai Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ini. Download ceramah agamanya sekarang juga.

[sc:status-syarah-bulughul-maram-ustadz-zainal-abidin-2013]
[sc:ralat-seri-sifat-shalat-nabi-ustadz-zainal]

Ringkasan Ceramah – Kajian Kitab Bulughul Maram: Bab Sifat Shalat Nabi (بَابُ صِفَةِ اَلصَّلَاةِ)

Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-8: Cara Shalat Nabi Muhammad – Hadits 274)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَسْتَفْتِحُ اَلصَّلَاةَ بِالتَّكْبِيرِ , وَالْقِرَاءَةَ : بِـ (اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ ) وَكَانَ إِذَا رَكَعَ لَمْ يُشْخِصْ رَأْسَهُ , وَلَمْ يُصَوِّبْهُ , وَلَكِنْ بَيْنَ ذَلِكَ . وَكَانَ إِذَا رَفَعَ مِنْ اَلرُّكُوعِ لَمْ يَسْجُدْ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَائِمًا . وَإِذَا رَفَعَ مِنْ اَلسُّجُودِ لَمْ يَسْجُدْ حَتَّى يَسْتَوِيَ جَالِسًا . وَكَانَ يَقُولُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ اَلتَّحِيَّةَ . وَكَانَ يَفْرِشُ رِجْلَهُ اَلْيُسْرَى وَيَنْصِبُ اَلْيُمْنَى . وَكَانَ يَنْهَى عَنْ عُقْبَةِ اَلشَّيْطَانِ , وَيَنْهَى أَنْ يَفْتَرِشَ اَلرَّجُلُ زِرَاعَيْهِ اِفْتِرَاشَ اَلسَّبُعِ . وَكَانَ يُخْتَمُ اَلصَّلَاةَ بِالتَّسْلِيمِ

Baca Juga:
Kitab Permulaan Wahyu, Penjelasan tentang Niat - Hadits 1, Bagian ke-3 dan Hadits 2 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membuka shalat dengan takbir (yaitu takbiratul ihram) dan bacaan Surat Al-Fatihah. Dan ketika ruku’, tidak terlalu mendongakkan dan tidak terlalu menundukkan kepalanya, tetapi di antaranya. Dan ketika bangkit dari ruku’, tidak sujud sampai betul-betul berdiri. Ketika bangkit dari sujud, tidak sujud sampai betul-betul duduk dengan baik (ketika bangkit sujud, tidak sujud lagi sebelum betul-betul duduk). Dan ketika setiap dua raka’at, membaca at-tahiyat. Dan ketika saat duduk setiap dua rakaat, menghamparkan kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang duduknya setan. Rasulullah juga melarang kita menghamparkan tangan kita seperti binatang buas (menempelkan lengan di bumi). Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakhiri shalat dengan salam.”

Pembahasan ceramah ini mengkaji hadits ke-274 dari kitab Bulughul Maram. Mari ikuti penjelasannya lebih lanjut dengan mendownload dan menyimak rekaman ceramah agama ini.

Download Kajian Kitab Bulughul Maram: Sifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (Bagian ke-8: Cara Shalat Nabi Muhammad – Hadits 274)

Ayo bagi / share pula ceramah ini ke Facebook, Twitter, dan Google+, insya Allah berpahala! Aamiin.

Telegram Rodja Official

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.