Telegram Rodja Official

Syarh Buluughul Maraam

Sifat Shalat Nabi – Bagian ke-10: Letak Kedua Tangan ketika Berdiri dalam Shalat – Hadits 278 – Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 04 Desember 2014 pukul 2:29 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=9235

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Alhamdulillah, kita dapat lanjutkan kembali ceramah agama berseri tentang bagaimana tata cara shalat Nabi Muhammad sesuai Al-Quran dan As-Sunnah yang shahihah, yaitu yang diangkat dari Bab Sifat Shalat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam (باب صفة الصّلاة) dari kitab Bulughul Maram. Pertemuan sebelumnya, kita telah menyelesaikan bahasan tentang Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-9: Mengangkat Tangan dalam Shalat – Hadits 275-277). Dan pada pertemuan ilmiah kita bersama Ustadz Zainal Abidin Syamsudin pada Rabu malam, 13 Al-Muharram 1436 / 5 November 2014, pukul 20:00-21:30 WIB, pembahasan berlanjut kepada “Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-10: Letak Kedua Tangan ketika Berdiri dalam Shalat – Hadits 278)“. Mari kita simak pembahasannya / memuraja’ah pelajarannya, dengan tidak lupa kita merujuk / membuka kitab Bulughul Maram-nya.

[sc:status-syarah-bulughul-maram-ustadz-zainal-abidin-2013]
[sc:ralat-seri-sifat-shalat-nabi-ustadz-zainal]

Ringkasan Ceramah – Kajian Kitab Bulughul Maram: Bab Sifat Shalat Nabi (بَابُ صِفَةِ اَلصَّلَاةِ)

Sifat Shalat Nabi (Bagian ke-10: Letak Kedua Tangan ketika Berdiri dalam Shalat – Hadits 278)

Dari Wa’il bin Hujr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

Baca Juga:
Petunjuk Nabi dalam Ibadah Shalat - Bagian ke-4 - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

صَلَّيْتُ مَعَ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَوَضَعَ يَدَهُ اَلْيُمْنَى عَلَى يَدِهِ اَلْيُسْرَى عَلَى صَدْرِهِ

“Saya shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Rasulullah meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, di atas dadanya.” (Dikeluarkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan Imam Al-Baihaqi.)

Adapun riwayat yang telah dikeluarkan oleh Imam Muslim di dalam Shahih-nya, seperti ini (hadits di atas) tanpa ada ziyadah: “عَلَى صَدْرِهِ” (“di atas dadanya”).

Para ulama berbeda pendapat di dalam menerima hadits ini.

Mari kita simak kelanjutan pembahasan shalat yang komprehensif yang diambil dari kitab klasik, Bulughul Maram, ini. Download rekaman ceramah agama ini sekarang juga.

Download Kajian Kitab Bulughul Maram: Sifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (Bagian ke-10: Letak Kedua Tangan ketika Berdiri dalam Shalat – Hadits 278)

Share ke Facebook, Twitter, dan Google+ yuk. Insya Allah bermanfaat bagi saudara Muslimin kita untuk semakin memperdalam ibadah shalat.

2 Comments

  1. Reza

    Senin, 24 November 2014 at 4:21 PM

    Assalamu alaikum wr wb
    Mohon diuplad untuk kajian sifat shalat nabi bagian 3,4,5,6 karena di situs ini sy dapati haanya bagian 1,2,7,8,9,10 sehingga ad bagian ilmu yg kurang. Kajian ini bermanfaat bagi sya.
    Jazakallahu khairan katsiran

    • Radio Rodja

      Jumat, 27 November 2015 at 2:10 PM

      Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Semoga suatu saat bisa kami upload kembali kajian-kajian tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

35 ÷ = 7

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.