Telegram Rodja Official

Al-Adabul Mufrad

Rahmat Allah Tidak Turun kepada Kaum yang di Dalamnya Ada Seorang yang Memutuskan Silaturahmi, Dosa Orang yang Memutuskan Silaturahmi, dan Seterusnya – Hadits 63-68 – Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 04 Desember 2014 pukul 11:33 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=9621

Kajian kitab oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

Alhamdulillah, kita dapat melanjutkan kajian kitab Al-Adabul Mufrad pada Senin malam, 25 Al-Muharram 1436 / 17 November 2014, pukul 20:00-21:30 WIB di Radio Rodja bersama narasumber kita, Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.. Pada kesempatan sebelumnya, kita telah menyelesaikan tentang Keutamaan Silaturahmi, Silaturahmi itu Menambah Umur, Barangsiapa yang Menyambung Silaturahmi Allah akan Mencintainya, dan Seterusnya, yaitu pembahasan 4 Bab dari Bab ke-27 hingga Bab ke-30. Dan kini, kita akan melanjutkan pembahasan pada bab berikutnya, Bab 31-34 yang masih membahas seputar silaturahmi, yaitu tentang “Rahmat Allah Tidak Turun kepada Kaum yang di Dalamnya Ada Seorang yang Memutuskan Silaturahmi, Dosa Orang yang Memutuskan Silaturahmi, dan Seterusnya” yang diambil dari Hadits 63-68.

[sc:status-adabul-mufrad-ustadz-syafiq-riza-basalamah-2014]

Daftar Isi

Baca Juga:
Mengapa Anak Berbohong - Bagian ke-3 - Fiqih Pendidikan Anak (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

Ringkasan Kajian Kitab Adabul Mufrad

Bab ke-31: Bab Rahmat Allah Tidak Turun kepada Kaum yang di Dalamnya Ada Seorang yang Memutuskan Silaturahmi (باب لا تنزل الرحمة على قوم فيهم قاطع رحم)

[09:24]

Hadits ke-63: Rahmat Tidak Turun kepada Kaum yang di Tengah-Tengahnya Ada Seorang yang Memutuskan Silaturahmi (Hadits Dha’if)

Dari ‘Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

إِنَّ الرَّحْمَةَ لا تَنْزِلُ عَلَى قَوْمٍ فِيهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ

“Sesungguhnya rahmat itu tidak turun kepada kaum yang di tengah-tengah mereka ada seorang yang memutuskan rahim.”

Hadits ini bahkan tidak bisa dijadikan hujjah, tetapi makna hadits ini shahih tatkala kita melihat kepada firman Allah Jalla Jalaluhu:

وَاتَّقُواْ فِتْنَةً لاَّ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (الأنفال: ٢٥)

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS Al-Anfal [8]: 25)

Bab ke-32: Bab Dosa Orang yang Memutuskan Silaturahmi (باب إثم قاطع الرحم)

[16:16]

Hadits ke-64:: Tidak Masuk Surga Seorang yang Memutuskan Rahim (Silaturahmi)

Dari Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ

“Tidak masuk surga seorang yang memutuskan hubungan rahim.”

Bab ke-33: Bab Hukuman bagi Orang yang Memutuskan Silaturahmi di Dunia (باب عقوبة قاطع الرحم في الدنيا)

[30:23]

Hadits ke-67:: Dosa yang Disegerakan Hukumannya di Dunia dan Ditambah (dengan Hukuman) di Akhirat

Dari Abi Bakrah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Baca Juga:
Adab dan Akhlak Seorang Muslim: Adab Menjenguk Orang Sakit - Bagian ke-9 - TPP: Doa Menjenguk Orang Sakit (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا ، مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ ، مِنْ قَطِيعَةِ الرَّحِمِ وَالْبَغْيِ

“Tidak ada satu dosa pun yang lebih pantas untuk disegerakan oleh Allah sangsinya (hukumannya) bagi pelakunya di dunia ditambah lagi dengan apa yang akan disimpan (hukumannya) di akhirat nanti, dari 2 perbuatan: memutuskan rahim (silaturahmi) dan berbuat kedzaliman.”

Bab ke-34: Bab Bukanlah Orang yang Menyambung Silaturahmi yang Saling Berbalas-balasan (Silaturahminya) (باب ليس الواصل بالمكافىء)

[38:12]

Hadits ke-68:: Orang yang Menyambung Silaturahmi adalah yang Berusaha Menyambung Kembali setelah Sebelumnya Ia Diputuskan

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

“Tidaklah disebut orang yang menyambung silaturahmi (menyambung rahim) itu orang yang saling berbalas-balasan (dalam silaturahmi). Tetapi orang yang disebut menyambung silaturahmi adalah tatkala silaturahminya diputuskan, maka dia menyambungnya.”

Silakan download ceramah agama dari kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari ini yang mengajarkan kepada kita seputar akhlak dan adab yang seharusnya dimiliki seorang Muslim yang digali dari nash-nash Al-Quran dan As-Sunnah.

Download Rekaman Kajian Kitab Adabul Mufrad: Bab Rahmat Allah Tidak Turun kepada Kaum yang di Dalamnya Ada Seorang yang Memutuskan Silaturahmi, Bab Dosa Orang yang Memutuskan Silaturahmi, dan Seterusnya (Hadits 63-68)

Baca Juga:
Sifat Lemah Lembut

Share yuk ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga Allah Ta’ala membalas Anda yang telah menyebarkan kebaikan ini, Aamiin.

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

78 − = 69

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.