Fiqih Do'a dan Dzikir
Disyariatkannya Membaca Basmalah
Disyariatkannya Membaca Basmalah ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Doa dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 7 Dzulqa’dah 1446 H /5 Mei 2025 M.
Kajian sebelumnya: Disyariatkannya Isti’adzah
Kajian Tentang Disyariatkannya Membaca Basmalah
Hari ini kita memasuki serial ke-231 dengan tema: Disyariatkannya Membaca Basmalah. Ini masih berkaitan dengan bacaan-bacaan dalam shalat. Setelah takbiratul ihram (الله أكبر), kita membaca doa iftitah, lalu dilanjutkan dengan isti‘adah. Setelah itu, bacaan selanjutnya adalah basmalah.
Dalam shalat, kita disyariatkan untuk membaca Al-Qur’an. Sebagaimana firman Allah:
فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ
“Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an.” (QS. Al-Muzzammil [73]: 20)
Ayat ini menunjukkan bahwa saat shalat, kita diperintahkan membaca Al-Qur’an sesuai kemampuan. Ini merupakan bentuk kemudahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Salah satu adab membaca Al-Qur’an adalah membaca basmalah sebelum memulai suatu surah. Coba perhatikan mushaf Al-Qur’an. Di setiap awal surah, tertulis “بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ”, kecuali pada satu surah, yaitu surah At-Taubah (juga dikenal dengan nama surah Bara’ah). Mengapa? Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak membaca basmalah sebelum surah tersebut. Maka, jawaban yang paling tepat adalah: karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak membacanya.
Apa dalilnya?
Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu dalam Shahih Muslim. Beliau berkata: “Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidur sejenak. Setelah itu beliau bangun dan tersenyum.”
Ini menimbulkan rasa penasaran di kalangan para sahabat. Mereka pun bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang membuatmu tersenyum?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Barusan Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan kepadaku satu surah.”
Surah apakah itu? Surah Al-Kautsar. Surah yang pendek dan sangat dikenal oleh kaum muslimin. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membacakan surah itu, beliau memulainya dengan basmalah. Beliau bersabda:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ﴿١﴾ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ﴿٢﴾ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ ﴿٣﴾
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” (QS. Al-Kautsar [108]: 1–3) (HR. Muslim)
Perhatikan bahwa sebelum membaca surah tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca basmalah. Ini menjadi dalil bahwa membaca basmalah sebelum membaca surah adalah sunnah, baik ketika membaca di dalam shalat maupun di luar shalat.
Jadi, membaca basmalah sebelum membaca surah dalam Al-Qur’an disyariatkan dalam dua kondisi:
- Saat shalat, sebelum membaca surah setelah Al-Fatihah.
- Di luar shalat, saat membaca atau mengkaji surah-surah Al-Qur’an.
Surah pertama yang dibaca dalam Al-Qur’an adalah Surah Al-Fatihah, dan ini merupakan rukun shalat, sehingga wajib dibaca.
Karena Surah Al-Fatihah termasuk bagian dari Al-Qur’an, dan telah kita ketahui bahwa disunnahkan membaca basmalah sebelum membaca ayat-ayat Al-Qur’an, maka sebelum membaca Al-Fatihah, kita dianjurkan untuk membaca: بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. Bahkan, mayoritas ulama berpendapat bahwa basmalah adalah bagian dari Surah Al-Fatihah.
Coba buka mushaf Al-Qur’an. Di sebagian mushaf, Anda akan melihat bahwa sebelum ayat ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ tertulis بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ, dan di akhir basmalah tertulis angka ayat 1, sedangkan ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ menjadi ayat 2.
Namun, sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa ayat pertama adalah ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ, sedangkan basmalah adalah pembuka yang tidak termasuk ke dalam surah. Ini termasuk perbedaan pendapat yang diakui di kalangan para ulama, dan tidak mengapa berbeda pendapat dalam masalah ini. Yang penting, jangan lupa membaca bismillah sebelum memulai membaca Surah Al-Fatihah.
Dibaca keras atau lirih? Boleh keduanya. Bagi imam, membaca basmalah secara keras atau lirih, keduanya ada dalilnya dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dalam istilah fikih, membaca keras disebut jahr, dan membaca pelan disebut sir. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah membaca basmalah dengan jahr dan juga sir. Hadits-hadits yang mendasarinya shahih.
Jika Anda shalat di belakang imam dan setelah takbiratul ihram serta membaca doa iftitah secara pelan lalu imam langsung membaca ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ, jangan berprasangka buruk. Bisa jadi imam membaca basmalah, hanya saja dengan lirih. Sebaliknya, ada pula imam yang membaca basmalah secara keras, lalu melanjutkan dengan ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ. Keduanya sah, dan tidak perlu diperselisihkan. Biasanya yang memperdebatkan hal seperti ini justru yang jarang shalat dan jarang mengaji.
Makna Basmalah
Sekarang kita pahami makna dari بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ. Secara umum, bismillah diterjemahkan sebagai “Dengan menyebut nama Allah.”
Membaca basmalah sebelum melakukan aktivitas, terutama aktivitas yang baik dan positif, adalah sunnah. Tujuannya adalah agar kita mendapatkan berkah dan pertolongan dari Allah untuk menjalankan aktivitas tersebut.
Contohnya ketika hendak keluar rumah, kita membaca:
بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” (HR. Abu Dawud)
Lihat: Doa Keluar Rumah
Contohnya ketika hendak masuk masjid:
بِسْمِ اللَّهِ، وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ ٱفْتَحْ لِيٓ أَبْوَٰبَ رَحْمَتِكَ
“Dengan nama Allah, semoga keselamatan tercurah kepada Rasulullah. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
Lihat: Doa Masuk Masjid
Dengan membaca basmalah sebelum memulai aktivitas, kita berharap mendapatkan bantuan Allah, agar berhasil dan lancar. Bahkan dalam hal yang sederhana seperti belanja, kita perlu pertolongan Allah agar apa yang dicari bisa ditemukan, dan harganya pun sesuai.
Namun, pembahasan utama kali ini adalah membaca Al-Qur’an. Sebelum membaca Al-Qur’an, kita disunnahkan membaca basmalah agar dibantu Allah dalam membaca dengan baik dan benar. Karena tidak semua orang yang membaca Al-Qur’an membacanya dengan benar.
Maka kita memulai dengan basmalah agar mendapat pertolongan Allah, supaya:
- Bacaan kita benar secara tajwid.
- Fokus dalam membaca.
- Memahami makna ayat-ayat yang kita baca.
- Mengamalkan Al-Qur’an.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.
Download mp3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Subscribe: RSS
Mari turut membagikan link download kajian “Disyariatkannya Membaca Basmalah” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv




